TABLE
| Type | Term | Definition |
|---|---|---|
| ISTILAH | Primus Interpares | Sistem pemilihan pemimpin masa praaksara berdasarkan kelebihan fisik/spiritual (yang terbaik di antara yang setara). |
| ISTILAH | Maritim (Maritimus) | Berasal dari bahasa Latin mare (laut). Artinya sesuatu yang berhubungan dengan laut atau dekat dengan laut. |
| BUDAYA | Ohoidertawun | Gua di Kepulauan Kei; terdapat lukisan prasejarah perahu bercadik, bukti awal kemampuan maritim Nusantara. |
| ISTILAH | Perahu Bercadik | Kapal khas Nusantara masa lampau; memiliki sayap/penyeimbang di kanan-kiri agar tidak mudah terbalik oleh ombak. |
| LOKASI | Pegu | Daerah di Myanmar Selatan; dicatat oleh orang Bugis/Makassar sebagai tempat penghasil kayu pembuat kapal. |
| ISTILAH | Galangan Kapal | Tempat pembuatan/perbaikan kapal. Pada masa lalu terdapat di Rembang, Tuban, dan Jepara. |
| ISTILAH | Orambai / Belang | Sebutan untuk jenis perahu tradisional dari daerah Maluku. |
| ISTILAH | Pencalang | Sebutan untuk jenis perahu tradisional dari daerah Palembang. |
| ISTILAH | Cemplon | Sebutan untuk jenis perahu tradisional dari wilayah Jawa Tengah. |
| ISTILAH | Aroh Talor | Sebutan untuk jenis perahu tradisional dari wilayah Nusa Tenggara. |
| ISTILAH | Belungkang | Sebutan untuk jenis perahu tradisional dari wilayah Sumatra. |
| ISTILAH | Kora-kora | Jenis kapal yang tidak disebutkan sebagai kapal di relief Borobudur (muncul di soal latihan). |
| TOKOH | D.G.E. Hall | Sejarawan yang mencatat bahwa jalur perdagangan Selat Malaka memicu lahirnya kerajaan besar seperti Sriwijaya. |
| TEORI | Teori Waisya | Teori (oleh N.J. Krom): Hindu-Buddha dibawa oleh kaum pedagang India yang singgah dan menikah dengan penduduk lokal. |
| TEORI | Teori Kesatria | Teori (oleh F.D.K Bosch, Berg, Moens): Hindu dibawa oleh prajurit India yang kalah perang dan mendirikan koloni di Nusantara. |
| TEORI | Teori Brahmana | Teori (oleh J.C. van Leur): Hindu dibawa oleh kaum pendeta atas undangan penguasa lokal untuk melegitimasi kekuasaan. (Teori paling kuat). |
| TEORI | Teori Sudra | Teori (oleh Von van Feber): Hindu dibawa oleh kaum pekerja kasar (kasta terendah) yang kabur dari India mencari kehidupan baru. |
| TEORI | Teori Arus Balik | Teori (oleh F.D.K Bosch): Bangsa Nusantara pergi belajar agama ke India, lalu pulang dan menyebarkannya sendiri. |
| ISTILAH | Kampung Keling | Perkampungan khusus pedagang India di Nusantara (bukti yang sering menguatkan teori Waisya). |
| KERAJAAN | Salakanagara | Kerajaan tertua yang diyakini ada sejak abad ke-1 M di Teluk Lada, Banten. (Masih diperdebatkan arkeolog). |
| TOKOH | Dewawarman | Utusan dari India yang menumpas perompak dan menjadi raja pertama Salakanagara. |
| SUMBER | Naskah Wangsakerta | Naskah dari Cirebon yang menjadi satu-satunya sumber sejarah tentang keberadaan Kerajaan Salakanagara. |
| ISTILAH | Argyre | Nama lain dari Salakanagara yang disebut oleh Ptolomeus (ilmuwan Yunani) pada tahun 150 M. |
| KERAJAAN | Kutai Martadipura | Kerajaan Hindu tertua di Indonesia (abad ke-4 M), berlokasi di daerah hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. |
| SUMBER | Yupa | 7 buah tugu batu (tiang pengikat hewan kurban) peninggalan Kutai bertuliskan huruf Pallawa & bahasa Sanskerta. |
| TOKOH | Kudungga | Kakek Mulawarman; namanya murni bahasa lokal Nusantara, membuktikan ia belum sepenuhnya memeluk Hindu. |
| TOKOH | Aswawarman | Anak Kudungga; raja Kutai pertama bercorak Hindu, disebut sebagai Wangsakarta (pembentuk dinasti). |
| TOKOH | Mulawarman | Raja Kutai paling berjaya; sangat dermawan, pernah memberikan sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. |
| ISTILAH | Waprakeswara | Tempat suci (lapangan) untuk memuja Dewa Siwa pada masa Kerajaan Kutai. |
| KERAJAAN | Tarumanagara | Kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa (abad ke-5 M), terletak di wilayah Jawa Barat (Bogor/Sunda Kelapa). |
| TOKOH | Purnawarman | Raja terbesar Tarumanagara; memerintah 22 tahun, sangat dihormati dan dianggap titisan Dewa Wisnu. |
| SUMBER | Prasasti Ciaruteun | Peninggalan Tarumanagara yang memuat pahatan tapak kaki Raja Purnawarman (disamakan dengan tapak kaki Wisnu). |
| SUMBER | Prasasti Kebon Kopi | Memuat pahatan tapak kaki gajah Airawata (gajah tunggangan Dewa Indra), melambangkan kebesaran Tarumanagara. |
| SUMBER | Prasasti Tugu | Menyebutkan proyek penggalian Sungai Gomati dan Candrabagha (Bekasi) sepanjang 12 km untuk cegah banjir dan irigasi sawah. |
| SUMBER | Berita To-Lo-Mo | Berita dari Tiongkok yang menyebutkan adanya pengiriman utusan dari Kerajaan Tarumanagara. |
| KERAJAAN | Sunda (Pajajaran) | Kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara; berpusat di wilayah Pakuan (Bogor) hingga abad ke-16 M. |
| TOKOH | Tarusbawa | Menantu raja terakhir Tarumanagara (Linggawarman) yang mengubah nama kerajaan menjadi Kerajaan Sunda. |
| TOKOH | Sanjaya | Raja pemersatu Sunda dan Galuh, yang kelak menyingkir ke Jawa Tengah dan mendirikan Kerajaan Mataram Kuno. |
| SUMBER | Carita Parahyangan | Kitab kuno berbahasa Sunda Kuno (abad XVI) yang banyak memuat informasi detail tentang sejarah Kerajaan Sunda. |
| TOKOH | Sri Baduga Maharaja | Raja terkenal Kerajaan Sunda; sering disamakan dengan Prabu Siliwangi (kakek dari Sunan Gunung Jati). |
| ISTILAH | Perang Bubat (1357) | Perang antara Pajajaran dan Majapahit karena Gajah Mada memaksa rombongan pengantin Sunda untuk tunduk sebagai bawahan. |
| TOKOH | Dyah Pitaloka Citraresmi | Putri Kerajaan Sunda yang bunuh diri (bela pati) demi kehormatan kerajaan setelah seluruh keluarganya tewas di Perang Bubat. |
| TOKOH | Maulana Yusuf | Penguasa Banten yang menghancurkan Kerajaan Pajajaran pada tahun 1579, membawa Watu Gilang (singgasana raja) ke Banten. |
| KERAJAAN | Sriwijaya | Kemaharajaan maritim bercorak Buddha di Sumatra (abad ke-7 M); menguasai lalu lintas perdagangan Nusantara. |
| TOKOH | Dapunta Hyang Sri Jayanasa | Raja pendiri Sriwijaya; penakluk daerah sekitar lewat perjalanan militer suci (Siddhayatra). |
| TOKOH | Balaputradewa | Raja yang membawa Sriwijaya ke masa puncak kejayaan (abad ke-9 M). Ia menjalin hubungan dengan Kerajaan Nalanda (India). |
| TOKOH | I Tsing (Yi Jing) | Biksu peziarah Tiongkok yang tinggal lama di Sriwijaya (671 M) untuk menerjemahkan kitab suci Buddha. |
| TOKOH | Sakyakirti & Dharmapala | Pendeta dan Mahaguru agama Buddha yang sangat terkenal di pusat pembelajaran Sriwijaya. |
| SUMBER | Prasasti Kedukan Bukit | Menyebutkan Dapunta Hyang membawa 20.000 tentara; menyebut nama "Minangatamwan" sebagai cikal bakal perluasan kekuasaan. |
| SUMBER | Prasasti Kota Kapur | Ditemukan di Bangka; berisi kutukan/ancaman bagi siapa saja yang berani memberontak atau tidak tunduk pada Sriwijaya (Bumi Jawa). |
| SUMBER | Prasasti Ligor | Ditemukan di Thailand Selatan; bukti penguasaan Sriwijaya atas Semenanjung Melayu untuk mengontrol perdagangan. |
| PERISTIWA | Serangan Colamandala | Serangan besar dari Kerajaan India (pimpinan Rajendra Chola) pada 1023 M & 1030 M yang memperlemah ekonomi Sriwijaya. |
| KERAJAAN | Kalingga (Ho-Ling) | Kerajaan bercorak Buddha di Jawa Tengah (abad ke-7 M); pusat diperkirakan di sekitar Blora dan Cepu. |
| TOKOH | Ratu Sima | Penguasa wanita Kalingga (674 M) yang sangat terkenal karena memimpin dengan keras, tegas, namun adil dan makmur. |
| KERAJAAN | Mataram Kuno (Medang) | Kerajaan besar di Jawa Tengah pedalaman. Diperintah oleh 2 wangsa: Sanjaya (Hindu Siwa) dan Syailendra (Buddha). |
| TOKOH | Sanjaya | Pendiri Wangsa Sanjaya; penganut Hindu Siwa. Disebut raja adil dan bijaksana dalam Prasasti Canggal (732 M). |
| TOKOH | Rakai Panangkaran | Penerus Sanjaya; beralih agama ke Buddha (karena tunduk pada Dinasti Syailendra dari Sriwijaya). Pembangun Candi Kalasan. |
| TOKOH | Samaratungga | Raja dari Dinasti Syailendra; pada masa pemerintahannya dibangun monumen Buddha terbesar, yaitu Candi Borobudur. |
| TOKOH | Pramodawardhani | Putri Samaratungga yang menikah dengan Rakai Pikatan (Wangsa Sanjaya). Pernikahan ini menyatukan kembali Hindu dan Buddha. |
| TOKOH | Rakai Pikatan | Pembangun Candi Prambanan (Hindu); berhasil merebut kembali takhta Mataram dari wangsa Syailendra (Balaputradewa). |
| KERAJAAN | Medang Kamulan | Kelanjutan Mataram Kuno yang dipindahkan ke Jawa Timur pada abad ke-10 (disebut Periode Jawa Timur). |
| TOKOH | Mpu Sindok | Raja pendiri Dinasti Isyana; memindahkan pusat kerajaan dari Jateng ke Jatim karena bencana letusan Merapi (Pralaya). |
| PERISTIWA | Pralaya Medang (1016) | Peristiwa hancurnya Medang Kamulan saat pernikahan putri Dharmawangsa akibat serangan Raja Wurawari (didukung Sriwijaya). |
| TOKOH | Airlangga | Lolos dari Pralaya Medang; bertapa di hutan lalu membangun kembali kekuasaan. Ia membelah kerajaan menjadi dua sebelum turun takhta. |
| KERAJAAN | Kediri (Panjalu) & Janggala | Dua pecahan kerajaan bentukan Airlangga untuk mencegah perang saudara kedua putranya. |
| TOKOH | Jayabhaya | Raja Kediri terbesar; memiliki pandangan jauh ke depan (meramal) yang tertulis dalam Jangka Jayabhaya. |
| TOKOH | Kertajaya (Dandang Gendis) | Raja terakhir Kediri (1222 M); menuntut disembah oleh kaum Brahmana, memicu pemberontakan yang didukung Ken Arok. |
| KERAJAAN | Singasari (Tumapel) | Kerajaan bercorak Hindu di Malang, Jawa Timur; didirikan oleh Ken Arok setelah mengalahkan Kertajaya di Ganter. |
| TOKOH | Ken Arok | Lahir dari keluarga petani, menjadi perampok, mengabdi di Tumapel, membunuh Tunggul Ametung, menikahi Ken Dedes, mendirikan Singasari. |
| TOKOH | Mpu Gandring | Pembuat keris sakti pesanan Ken Arok. Ia dibunuh dengan keris buatannya sendiri dan mengutuk keris tersebut akan membunuh 7 keturunan Ken Arok. |
| TOKOH | Ken Dedes | Istri Tunggul Ametung yang kemudian diperistri Ken Arok; diyakini sebagai wanita yang akan menurunkan raja-raja besar di Jawa. |
| TOKOH | Kertanagara | Raja terbesar Singasari (1268-1292). Punya ambisi besar menaklukkan Nusantara melalui konsep Cakrawala Mandala Dwipantara. |
| PERISTIWA | Ekspedisi Pamalayu (1275) | Pengiriman pasukan Singasari ke Kerajaan Melayu (Dharmasraya) untuk menjalin persahabatan/menahan invasi Mongol (Kubilai Khan). |
| TOKOH | Kubilai Khan | Penguasa Kekaisaran Mongol (Dinasti Yuan) yang marah besar karena utusannya (Meng Chi) dilukai wajahnya oleh Kertanagara. |
| TOKOH | Jayakatwang | Raja kecil bawahan (dari Kediri) yang memberontak dan membunuh Kertanagara secara tiba-tiba, meruntuhkan Singasari (1292). |
| KERAJAAN | Majapahit | Kerajaan terbesar di Nusantara yang berpusat di Trowulan (Jawa Timur), berdiri pada 10 November 1293 M. |
| TOKOH | Raden Wijaya | Menantu Kertanagara; pendiri Majapahit bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Sukses mengadu domba Jayakatwang dan pasukan Mongol. |
| LOKASI | Hutan Tarik | Sebidang tanah yang dihadiahkan Jayakatwang kepada Raden Wijaya; menjadi cikal bakal desa dan ibukota Majapahit (karena banyak buah maja yang pahit). |
| TOKOH | Jayanegara | Raja kedua Majapahit berjuluk "Kala Gemet" (Lemah dan Jahat). Masa pemerintahannya penuh pemberontakan (salah satunya Ra Kuti). |
| TOKOH | Gajah Mada | Pengawal elite (Bhayangkara) yang menyelamatkan Jayanegara, kelak menjadi Mahapatih paling kuat yang menyatukan Nusantara. |
| ISTILAH | Sumpah Palapa | Sumpah sakti Gajah Mada: tidak akan memakan palapa (kenikmatan/bumbu/bersenang-senang) sebelum seluruh Nusantara bersatu. |
| TOKOH | Hayam Wuruk | Raja Majapahit yang didampingi Gajah Mada; di bawahnya Majapahit mencapai puncak keemasan dan kesejahteraan ekonomi tinggi. |
| PERISTIWA | Perang Paregreg (1404) | Perang saudara perebutan takhta antara Wikramawardhana melawan Wirabhumi; menjadi penyebab awal merosotnya Majapahit. |
| KERAJAAN | Bali | Kerajaan Hindu di Pulau Bali yang dipimpin oleh dinasti-dinasti lokal seperti Wangsa Warmadewa. |
| SUMBER | Prasasti Sanur (913 M) | Bukti tertulis tertua Kerajaan Bali; menyebut nama Sri Kesarimarmadewa yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan Bali Kuno. |
| TOKOH | Raja Udayana | Penguasa Bali yang menikah dengan Mahendradatta (putri Jawa). Orang tua dari Raja Airlangga (yang kelak berkuasa di Jawa). |
| TOKOH | Anak Wungsu | Adik Airlangga, raja Bali yang meninggalkan 28 prasasti. Pada masanya, masyarakat mengenal organisasi "Seni Keraton" dan "Seni Rakyat". |
| BUDAYA | Sistem Kasta | Klasifikasi sosial Hindu: Brahmana (agama), Kesatria (pemerintah/militer), Waisya (pedagang/petani kaya), Sudra (pekerja kasar). Di Nusantara, sistem kasta tidak terlalu kaku/ketat. |
| BUDAYA | Akulturasi | Perpaduan budaya asli (Nusantara) dengan budaya asing (Hindu-Buddha) tanpa menghilangkan ciri khas budaya aslinya. (Contoh: Punden Berundak menjadi Candi). |
| BUDAYA | Animisme | Sistem kepercayaan Nusantara sebelum Hindu-Buddha yang memuja roh nenek moyang. |
| BUDAYA | Dinamisme | Sistem kepercayaan Nusantara prasejarah yang memuja benda-benda karena dianggap punya kekuatan magis. |
| ISTILAH | Dewa-Raja | Konsep politik bahwa seorang raja adalah titisan (inkarnasi) langsung dari dewa (Wisnu/Siwa/Brahma) agar rakyat sangat patuh. |
| BUDAYA | Candi | Bangunan peringatan/suci. Kata 'candi' berasal dari kata Candika (nama lain Dewi Durga/Dewi Kematian). |
| ISTILAH | Fungsi Candi Hindu | Digunakan sebagai monumen pendharmaan (pemakaman/penghormatan) bagi raja yang sudah meninggal. |
| ISTILAH | Fungsi Candi Buddha | Digunakan murni sebagai tempat pemujaan ritual agama dan tempat peziarahan (tidak ada abu jenazah raja). |
| ISTILAH | Pripih | Tempat/wadah menaruh abu jenazah raja beserta benda-benda berharga (emas/logam) yang diletakkan di dasar candi Hindu. |
| ISTILAH | Bhurloka | Bagian dasar/kaki candi; melambangkan dunia fana manusia (penuh hawa nafsu). |
| ISTILAH | Bhuvarloka | Bagian tengah/badan candi; melambangkan alam pembersihan/penyucian jiwa manusia sebelum bertemu dewa. |
| ISTILAH | Svarloka | Bagian atas/atap candi; melambangkan tempat para dewa bertahta atau nirwana. |
| CIRI KHAS | Candi Jawa Tengah | Bentuk bangunan tambun (lebar), bahan utama batu andesit, menghadap ke timur, dan atap candi berundak/bertingkat lurus. |
| CIRI KHAS | Candi Jawa Timur | Bentuk bangunan ramping/tinggi menjulang, bahan utama batu bata merah, menghadap ke barat, atap melengkung (seperti meru). |
| ISTILAH | Kalamakara | Pahatan berbentuk kepala raksasa dengan mulut terbuka di atas gawang pintu candi; berfungsi menolak bala/mengusir roh jahat. |
| BUDAYA | Relief | Seni pahat berupa cerita/ukiran gambar yang terpahat di dinding-dinding candi. |
| BUDAYA | Relief Karmawibhangga | Pahatan di kaki Candi Borobudur yang menggambarkan hukum sebab-akibat (karma) manusia (kini tertutup batu penahan). |
| BUDAYA | Bahasa Sanskerta | Bahasa kuno dari India yang menjadi media utama ritual keagamaan Hindu-Buddha dan teks prasasti kerajaan-kerajaan awal. |
| BUDAYA | Aksara Pallawa | Huruf kuno asal India Selatan. Menjadi bukti pertama (awal zaman sejarah) kepulauan Nusantara mengenal tulisan. |
| BUDAYA | Bahasa Kawi (Jawa Kuno) | Hasil akulturasi; bahasa turunan Austronesia yang banyak menyerap kosakata Sanskerta, dipakai khusus untuk kakawin sastra. |
| SASTRA | Kitab Nagarakertagama | Karya Mpu Prapanca (1365). Sumber sejarah terlengkap tentang silsilah raja, wilayah, adat, dan kejayaan Majapahit. |
| SASTRA | Kitab Sutasoma | Karya Mpu Tantular. Di dalamnya terdapat asal mula kalimat toleransi "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa". |
| SASTRA | Kitab Pararaton | Kitab "Kitab Raja-raja". Menceritakan mitos Ken Arok, asal usul raja Singasari, hingga awal mula Majapahit. |
| SASTRA | Kitab Arjunawiwaha | Karya Mpu Kanwa (Zaman Kediri). Menggambarkan Raja Airlangga sebagai titisan Dewa Wisnu dalam wujud Arjuna. |
| SASTRA | Kitab Bharatayudha | Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Menceritakan perang saudara Pandawa-Kurawa; disimbolkan sebagai perang Janggala-Panjalu. |
| ISTILAH | Macapat | Konsep tata letak kota peninggalan Hindu-Buddha. Mengatur letak alun-alun di tengah, dikelilingi keraton, pasar, dan tempat ibadah. |
| ISTILAH | Kalender Saka | Sistem penanggalan yang dimulai tahun 78 Masehi. Kalender ini digunakan luas pada prasasti, contoh: Kutai dan Sriwijaya. |
| JALUR REMPAH | Komoditas Majapahit | Majapahit menjadi titik tumpu perdagangan rempah. Komoditas dari Nusantara: cengkih, pala, kapur barus, lada, kayu cendana. |
| LOKASI | Pelabuhan Utama | Pelabuhan tempat bersandarnya kapal dagang Majapahit: Hujung Galuh (Surabaya), Tuban, Cangku, Bubat, Sedayu, Gresik. |
| TOKOH | Chau Ju-Kua & Ma-Huan | Penjelajah Muslim Tiongkok yang mencatat laporan bahwa pada abad ke-13 s.d. 15, perdagangan Majapahit sangat maju dan kaya raya. |
| ISTILAH | Kapal Jung | Kapal angkut raksasa Nusantara yang digunakan saudagar dan militer Majapahit untuk mengamankan wilayah sejauh Maluku. |
| ISTILAH | Cetbang | Senjata api berjenis meriam (bedil) yang dicor oleh pandai besi Majapahit di Blambangan untuk dipasang di kapal perang laut. |
| TOKOH | Laksamana Cheng Ho | Penjelajah dari Dinasti Ming (Tiongkok) yang melakukan ekspedisi (1405-1433) dan singgah di wilayah Majapahit untuk berdagang secara damai. |
| PERISTIWA | Cinnamon Route | Rute pelayaran Kayu Manis masa lampau yang menghubungkan pelaut Nusantara tembus hingga Madagaskar dan benua Afrika. |
| ISTILAH | Celengan | Budaya menabung di Kerajaan Majapahit (banyak ditemukan tanah liat berbentuk babi) hasil akulturasi masuknya uang kepeng perunggu Tiongkok. |
| ISTILAH | Toleransi Beragama | Sikap damai kerajaan Nusantara; Candi Prambanan (Hindu) dibangun dekat Candi Sewu (Buddha), Raden Wijaya menikahi putri penganut beda agama. |
| ISTILAH | Keruntuhan Hindu-Buddha | Memasuki abad ke-15, pengaruh agama Islam mulai menguat dari pesisir lewat Wali Sanga, lalu runtuhnya Majapahit melahirkan Kesultanan Islam. |
STRUCTURED
๐ A. KEMAMPUAN MARITIM NUSANTARA
Sebelum Hindu-Buddha masuk, nenek moyang kita sudah jago berlayar!
- Bukti Awal โ Lukisan perahu bercadik di dinding gua Ohoidertawun (Kep. Kei).
- Teknologi Kapal โ Menggunakan perahu bercadik (penyeimbang di kanan-kiri agar tidak terbalik).
- Ilmu Navigasi โ Membaca arah angin (angin darat & laut) dan rasi bintang (Bintang Pari / Gubug Penceng).
- Selat Malaka โ Urat nadi pelayaran yang menghubungkan Tiongkok โ Nusantara โ India โ Arab. Pelabuhan transit bermunculan di sini.
๐ B. TEORI MASUKNYA HINDU-BUDDHA
Bagaimana budaya India bisa sampai ke Nusantara? Terdapat 5 teori:
- ๐ฐ Teori Waisya (N.J. Krom) โ Dibawa oleh Pedagang India yang singgah, berdagang, dan menikahi wanita pribumi. (Kelemahan: Pedagang tidak menguasai bahasa Sanskerta/kitab Weda).
- โ๏ธ Teori Kesatria (Bosch, Berg, Moens) โ Dibawa oleh Prajurit/Tentara pelarian dari India yang kalah perang, lalu mendirikan koloni di Nusantara.
- ๐ Teori Brahmana (J.C. van Leur) ๐ (Teori Paling Kuat) โ Dibawa oleh Pemuka Agama (Pendeta) atas undangan penguasa Nusantara untuk melegitimasi (mengesahkan) kekuasaan raja. Buktinya: Prasasti kuno menggunakan huruf Pallawa & Sanskerta (bahasa sakral kaum Brahmana).
- ๐งน Teori Sudra (Von van Feber) โ Dibawa oleh Pekerja Kasar/Kasta Terbawah yang kabur dari India untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
- ๐ Teori Arus Balik (F.D.K Bosch) โ Orang Nusantara (lokal) belajar agama langsung ke India, lalu pulang dan menyebarkannya sendiri ke masyarakat.
๐ C. KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDDHA
1. Salakanagara (Abad 1 M) - Kerajaan Paling Awal (Perdebatan)
- Lokasi: Teluk Lada, Pandeglang, Banten.
- Tokoh Utama: Dewawarman (Utusan India yang memberantas bajak laut).
- Sumber: Hanya naskah Wangsakerta dari Cirebon.
2. Kutai Martadipura (Abad 4 M) - Kerajaan Hindu Tertua
- Lokasi: Hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
- Bukti Sejarah: 7 buah Yupa (tugu batu pengikat hewan kurban) bertuliskan Pallawa-Sanskerta.
- Silsilah: Kudungga (nama lokal/asli) โ Aswawarman (Wangsakarta / pembentuk dinasti) โ Mulawarman (Raja terbesar).
- Fakta Unik: Mulawarman sangat dermawan, menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana di tempat suci Waprakeswara.
3. Tarumanagara (Abad 5 M) - Kerajaan Hindu Tertua di Jawa
- Lokasi: Jawa Barat (Sunda Kelapa / Bogor).
- Raja Terbesar: Purnawarman (Dianggap titisan Dewa Wisnu).
- Prestasi: Membangun irigasi Sungai Gomati & Candrabagha sepanjang 12 km (Prasasti Tugu).
- Bukti Lain: Prasasti Ciaruteun (tapak kaki raja) & Prasasti Kebon Kopi (tapak kaki gajah Airawata).
4. Sunda / Pajajaran (Abad 7 - 16 M)
- Lokasi: Pakuan (Bogor), kelanjutan Tarumanagara.
- Raja Terkenal: Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi).
- Tragedi: Perang Bubat (1357 M) โ Gajah Mada (Majapahit) memaksa rombongan pengantin Sunda untuk tunduk. Putri Dyah Pitaloka bunuh diri (bela pati).
5. Sriwijaya (Abad 7 M) - Kemaharajaan Maritim Buddha
- Lokasi: Sumatra (Pusat di Palembang / Muara Takus).
- Tokoh: Dapunta Hyang (Pendiri) โ Balaputradewa (Puncak Kejayaan abad ke-9).
- Kekuatan: Menguasai jalur rempah Selat Malaka.
- Agama: Pusat belajar Buddha terbesar. Biksu Tiongkok I Tsing lama menetap di sini. Mahaguru terkenal: Sakyakirti & Dharmapala.
- Keruntuhan: Diserang Kerajaan Colamandala (India) tahun 1023 M & Majapahit.
6. Kalingga / Ho-Ling (Abad 7 M)
- Lokasi: Jawa Tengah (Blora & Cepu).
- Tokoh: Ratu Sima โ Ratu yang terkenal sangat keras, tegas, dan super adil (hukum potong tangan bagi pencuri).
7. Mataram Kuno / Medang (Abad 8 M)
- Lokasi: Jawa Tengah pedalaman.
- Politik 2 Wangsa:
- Sanjaya (Hindu) โ Rakai Pikatan (Membangun Candi Prambanan).
- Syailendra (Buddha) โ Samaratungga (Membangun Candi Borobudur).
- Keduanya bersatu lewat pernikahan Rakai Pikatan & Pramodawardhani.
- Pindah ke Jatim: Akibat letusan Gunung Merapi (Pralaya), Mpu Sindok memindahkan kerajaan ke Jawa Timur dan mendirikan Dinasti Isyana (Medang Kamulan).
- Airlangga: Raja penyelamat yang membelah kerajaan jadi 2 (Kediri & Janggala) agar anak-anaknya tidak perang saudara.
8. Kediri / Panjalu
- Lokasi: Jawa Timur.
- Puncak Kejayaan: Raja Jayabhaya (Sangat terkenal dengan ramalan masa depannya / Jangka Jayabhaya).
- Ciri Khas: Kemajuan luar biasa di bidang karya sastra (Kitab Bharatayudha).
- Keruntuhan: Kertajaya (raja terakhir) musuh dengan Brahmana โ Dikalahkan Ken Arok di Perang Ganter (1222 M).
9. Singasari (1222 M)
- Pendiri: Ken Arok (Merebut kekuasaan dengan membunuh Tunggul Ametung pakai keris sakti Mpu Gandring, lalu menikahi Ken Dedes).
- Raja Terbesar: Kertanagara โ Bercita-cita menyatukan Nusantara (Cakrawala Mandala Dwipantara).
- Politik Luar Negeri: Melakukan Ekspedisi Pamalayu (1275) untuk menahan invasi Kaisar Mongol (Kubilai Khan).
- Keruntuhan: Kertanagara dibunuh oleh pemberontak bawahan, Jayakatwang.
10. Majapahit (1293 M) - Imperium Terbesar Nusantara
- Pendiri: Raden Wijaya (Menantu Kertanagara. Memanfaatkan pasukan Mongol untuk membunuh Jayakatwang, lalu mengusir Mongol).
- Puncak Kejayaan: Raja Hayam Wuruk didampingi Mahapatih Gajah Mada.
- Sumpah Palapa: Sumpah Gajah Mada untuk menyatukan seluruh Nusantara di bawah panji Majapahit.
- Karya Sastra Utama:
- Nagarakertagama (Mpu Prapanca) -> Sejarah Majapahit.
- Sutasoma (Mpu Tantular) -> Asal semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".
- Keruntuhan: Akibat perang saudara memperebutkan takhta (Perang Paregreg 1404) & masuknya Islam.
๐๏ธ D. BUKTI AKULTURASI & PENGARUH HINDU-BUDDHA
Perpaduan budaya asli Nusantara + budaya India = Budaya Baru!
- 1. Konsep Dewa-Raja (Politik): Raja bukan lagi sekadar kepala suku (primus interpares), melainkan dianggap sebagai titisan (inkarnasi) Dewa di bumi. Rakyat harus mutlak patuh.
- 2. Aksara & Bahasa: Mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Kelak berasimilasi menjadi bahasa Kawi (Jawa Kuno).
- 3. Sistem Kasta: Muncul pembagian sosial (Brahmana, Kesatria, Waisya, Sudra). Catatan: Di Indonesia sistem kasta tidak sekaku di India.
- 4. Seni Bangunan (Candi): Perpaduan konsep Punden Berundak (asli Nusantara) dengan kuil India.
- Fungsi Candi Hindu: Sebagai makam / tempat memuliakan abu jenazah raja (pendharmaan). Dasar candi ditanam Pripih.
- Fungsi Candi Buddha: Murni untuk tempat ritual ibadah/pemujaan.
- Struktur: Bhurloka (bawah/fana) โ Bhuvarloka (tengah/pembersihan) โ Svarloka (atas/nirwana).
- Perbedaan Fisik:
- Jawa Tengah: Tambun/gendut, batu andesit, menghadap Timur.
- Jawa Timur: Ramping/tinggi, batu bata, menghadap Barat, atap mirip pura Bali.
- 5. Seni Rupa: Adanya Relief di dinding candi yang menceritakan kisah epik (Ramayana, hukum Karma).
- 6. Kalender: Penggunaan Sistem Kalender Saka (Tahun 1 Saka = Tahun 78 Masehi).
๐ถ๏ธ E. JALUR REMPAH MASA HINDU-BUDDHA
Nusantara adalah Poros Maritim Dunia!
- Peran Sriwijaya: Penguasa mutlak pintu masuk perdagangan (Selat Malaka). Memaksa kapal singgah dan membayar pajak.
- Mataram Kuno: Bukti kehebatan pelaut terukir di relief perahu bercadik Candi Borobudur. Pelaut Nusantara diperkirakan sudah mencapai Afrika (Rute Kayu Manis / Cinnamon Route).
- Majapahit sebagai "Emporium":
- Masa Hayam Wuruk, Majapahit menjadi pusat transit lada, cengkih, pala.
- Punya angkatan laut kuat bersenjata bedil perunggu (Cetbang).
- Perekonomian sangat maju โ Mulai impor uang kepeng (koin lubang) dari Tiongkok, memicu budaya menabung dengan Celengan (berbentuk babi).
- Terdapat perkampungan internasional di ibu kota (pedagang Arab, Tiongkok, India hidup berdampingan).