| KONSEP DASAR |
Lingkungan Hidup |
Kesatuan ruang berisi benda, daya, dan makhluk hidup yang saling memengaruhi perikehidupan. |
| KONSEP DASAR |
Keseimbangan Lingkungan |
Kemampuan lingkungan mengatasi tekanan (alam/manusia) untuk menjaga kestabilan kehidupan. |
| KONSEP DASAR |
Keseimbangan Dinamis |
Keseimbangan lingkungan yang masih bisa mengalami perubahan tanpa menghilangkan komponen utamanya. |
| KONSEP DASAR |
Homeostasis Lingkungan |
Kemampuan lingkungan mempertahankan diri dan pulih dari gangguan alam maupun buatan manusia. |
| KONSEP DASAR |
Daya Dukung Lingkungan |
Kemampuan maksimal alam untuk menopang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya secara layak. |
| KONSEP DASAR |
Faktor Alam |
Penyebab kerusakan alam dari proses alami (gempa, tsunami, gunung meletus, kemarau panjang). |
| KONSEP DASAR |
Faktor Manusia |
Penyebab kerusakan alam dari ulah manusia (penebangan, polusi pabrik, penggunaan pestisida berlebih). |
| PENCEMARAN (UMUM) |
Pencemaran Lingkungan |
Masuknya zat, makhluk hidup, atau energi yang menurunkan kualitas lingkungan sesuai peruntukannya. |
| PENCEMARAN (UMUM) |
Polutan |
Zat, bahan, atau komponen yang menyebabkan terjadinya pencemaran (polusi). |
| PENCEMARAN UDARA |
Pencemaran Udara |
Perubahan susunan dan komposisi udara normal akibat masuknya zat asing berlebih. |
| PENCEMARAN UDARA |
Karbon Monoksida (CO) |
Gas beracun tak berwarna/berbau hasil pembakaran tak sempurna (asap kendaraan/mesin). Bisa mematikan. |
| PENCEMARAN UDARA |
Nitrogen Oksida (NOx) |
Gas dari kendaraan bermotor/pabrik yang menyebabkan iritasi mata, korosi, dan hujan asam. |
| PENCEMARAN UDARA |
CFC (Chlorofluorocarbon) |
Gas sintetis pada pendingin AC/Kulkas dan semprotan (aerosol) yang menyebabkan lapisan ozon bolong. |
| PENCEMARAN UDARA |
Ozon (O3) Stratosfer |
Lapisan di atas atmosfer yang melindungi bumi dari sinar UV berbahaya. |
| PENCEMARAN UDARA |
Ozon (O3) Troposfer |
Gas beracun di bawah permukaan bumi (akibat polusi) yang menyebabkan pusing dan gangguan paru-paru. |
| PENCEMARAN UDARA |
Gas Rumah Kaca |
Gas penangkap panas di atmosfer (CO2, CH4, NOx, uap air). |
| PENCEMARAN UDARA |
Efek Rumah Kaca |
Fenomena terperangkapnya pantulan panas matahari di bumi akibat terhalang gas rumah kaca. |
| PENCEMARAN UDARA |
Global Warming (Pemanasan Global) |
Naiknya suhu rata-rata permukaan bumi, berdampak pada cairnya es kutub dan naiknya air laut. |
| PENCEMARAN UDARA |
Belerang Oksida (SOx) |
Gas reaktif dari pembakaran batu bara/pabrik yang merupakan pemicu utama hujan asam. |
| PENCEMARAN UDARA |
Hujan Asam |
Hujan dengan pH sangat rendah (akibat SOx bereaksi dengan uap air) yang merusak tanaman dan bangunan. |
| PENCEMARAN AIR |
Pencemaran Air |
Masuknya makhluk/zat buangan (efluen) ke air yang membuat fungsinya menurun. |
| PENCEMARAN AIR |
Parameter Fisik |
Pengukuran kualitas air berdasarkan benda padat, kekeruhan, warna, bau, suhu, dan pH. |
| PENCEMARAN AIR |
BOD (Biochemical Oxygen Demand) |
Indikator jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroba untuk mengurai bahan organik di air. |
| PENCEMARAN AIR |
COD (Chemical Oxygen Demand) |
Indikator jumlah oksigen yang diperlukan untuk reaksi kimia penguraian polutan organik. |
| PENCEMARAN AIR |
DO (Dissolved Oxygen) |
Kadar oksigen terlarut dalam air (semakin tercemar, DO semakin rendah). |
| PENCEMARAN AIR |
Parameter Biologi |
Indikator jenis dan jumlah bakteri patogen (E.coli, Salmonella) pada air. |
| PENCEMARAN AIR |
Limbah Domestik |
Limbah asal perumahan, pasar, hotel (detergen, feses, sampah rumah tangga). |
| PENCEMARAN AIR |
Limbah Industri |
Bahan sisa dari pabrik yang sering beracun dan mengandung logam berat (Hg, Pb, Cu, Seng). |
| PENCEMARAN AIR |
Limbah Pertanian |
Sisa racun pupuk kimia (Nitrat) atau pestisida pencemar aliran sungai dan danau. |
| PENCEMARAN AIR |
Limbah Pertambangan |
Bahan sisa dari ekstraksi tambang, misalnya penggunaan cairan merkuri (Hg) pada tambang emas ilegal. |
| PENCEMARAN AIR |
Eutrofikasi |
Peristiwa kelebihan nutrisi/pupuk di perairan yang menyebabkan populasi ganggang meledak. |
| PENCEMARAN AIR |
Blooming Algae |
Permukaan perairan yang tertutup penuh oleh ganggang/eceng gondok hingga menghalangi cahaya matahari. |
| PENCEMARAN AIR |
Penyakit Minamata |
Kasus kerusakan saraf dan cacat otak di Jepang akibat warganya memakan ikan tercemar Merkuri (Hg). |
| AKUMULASI RACUN |
Biomagnifikasi |
Proses pelipatgandaan racun (akumulasi) seiring dengan naiknya tingkatan trofik pada rantai makanan. |
| AKUMULASI RACUN |
DDT |
Pestisida kimia yang awet (persisten), tidak larut air, menumpuk di lemak, dan merusak cangkang telur burung. |
| AKUMULASI RACUN |
Tingkatan Trofik Puncak |
Titik di mana racun lingkungan (seperti DDT dan Merkuri) terkumpul dengan kadar yang paling banyak/maksimal. |
| PENCEMARAN TANAH |
Pencemaran Tanah Langsung |
Polutan masuk langsung ke tanah seperti membuang insektisida, kaleng, kaca, plastik, dan stirofoam. |
| PENCEMARAN TANAH |
Pencemaran Tanah Tak Langsung |
Polutan masuk lewat perantara air sungai yang merembes atau hujan asam dari udara. |
| PENCEMARAN SUARA |
Pencemaran Suara |
Bunyi di atas 80-85 dB yang tak diinginkan, bising, dan mengganggu/merusak pendengaran. |
| PENCEMARAN SUARA |
Kebisingan Impulsif |
Suara bising mengejutkan dan singkat (petir, tembakan senjata). |
| PENCEMARAN SUARA |
Kebisingan Impulsif Kontinu |
Suara bising mengejutkan namun terjadi terpotong-potong berulang (suara memukul palu). |
| PENCEMARAN SUARA |
Kebisingan Semikontinu |
Suara bising yang muncul sebentar, mereda, lalu datang lagi (pesawat terbang melintas). |
| PENCEMARAN SUARA |
Kebisingan Kontinu |
Suara bising tanpa henti yang berlangsung dalam waktu lama (suara mesin pabrik). |
| PENCEMARAN SUARA |
SLM (Sound Level Meter) |
Alat bantu yang dirancang khusus untuk mengukur seberapa tinggi desibel (dB) sebuah kebisingan. |
| PENANGANAN CAIR |
Pendekatan Non-Teknis |
Mencegah polusi melalui penerbitan aturan, sanksi hukum, penyuluhan, dan evaluasi. |
| PENANGANAN CAIR |
Pendekatan Teknis |
Mencegah polusi melalui penyediaan alat instalasi pengolahan limbah (IPAL dll). |
| PENANGANAN CAIR |
Cubluk |
Lubang pembuangan tinja di tanah berlapis dinding (tidak kedap air), minimal jarak 15m dari sumur air. |
| PENANGANAN CAIR |
Tangki Septik Konvensional |
Bak kedap air penampung endapan feses yang hanya membuang air lirikan ke sumur resapan. |
| PENANGANAN CAIR |
Tangki Septik Biofilter |
Tangki pengolah limbah tingkat lanjut berisi media filter (ijuk, kerikil, batu) untuk hasil lebih bersih. |
| PENANGANAN CAIR |
Bak Ekualisasi |
Bak untuk mencampur limbah cair agar konsentrasi dan alirannya lebih seragam/stabil. |
| PENANGANAN CAIR |
IPAL / IPLCD |
Instalasi (mesin besar) khusus milik industri/hotel untuk memfilter dan menetralisir racun cair limbah sebelum dibuang ke sungai. |
| PENANGANAN PADAT |
Limbah Domestik & Nondomestik |
Jenis sampah (Rumah Tangga/Pasar) vs Sampah industri/laboratorium. |
| PENANGANAN PADAT |
Reuse |
Memanfaatkan barang bekas TANPA harus mengubah strukturnya (botol jadi pot bunga). |
| PENANGANAN PADAT |
Replacement |
Mengganti produk limbah bahaya dengan barang yang ramah lingkungan (daun pisang ganti kantong kresek). |
| PENANGANAN PADAT |
Refusal |
Tegas menolak barang/bahan yang merusak lingkungan. |
| PENANGANAN PADAT |
Repair |
Memperbaiki barang yang rusak supaya tidak jadi sampah. |
| PENANGANAN PADAT |
Reconstruct |
Menyusun ulang bahan yang sudah tak sesuai menjadi struktur baru. |
| PENANGANAN PADAT |
Redurability |
Memperpanjang keawetan/masa pakai suatu barang. |
| PENANGANAN PADAT |
Reduce |
Langkah meminimalkan penggunaan bahan pemicu sampah (membawa tas kain dari rumah untuk belanja). |
| PENANGANAN PADAT |
Recycle |
Menghancurkan wujud asli sampah untuk didaur ulang jadi benda baru (kertas bekas dijus jadi buku daur ulang). |
| PENANGANAN PADAT |
Recovery |
Memperoleh kembali komponen kimia/biologi bernilai dari limbah buangan pabrik. |
| PENANGANAN PADAT |
Landfill |
Penimbunan sampah begitu saja di lahan cekungan (cara ini kurang bagus karena rawan lindi). |
| PENANGANAN PADAT |
Air Lindi |
Air rembesan limbah dari tumpukan tumpukan sampah basah yang mencemari air tanah dalam. |
| PENANGANAN PADAT |
Sanitary Landfill |
Tumpukan sampah terstruktur di bawah tanah berlapis anti-tembus, ada pipa gas dan pipa lindi, ditutup tanah lapis per lapis. |
| PENANGANAN PADAT |
Incineration |
Menghilangkan sampah menggunakan mesin pembakar api suhu sangat tinggi. |
| PENANGANAN PADAT |
Pulverisation |
Menghancurkan sampah jadi potongan-potongan kecil layaknya serpihan dengan mesin. |
| PENANGANAN PADAT |
Composting |
Pembuatan pupuk alami hasil fermentasi sampah organik (sayur/daun) menggunakan bakteri/EM4. |
| PENANGANAN PADAT |
Hog Feeding |
Sisa makanan basah, ampas tahu, atau sayur basi dialihfungsikan menjadi makanan pakan ternak. |
| PENANGANAN GAS |
Filter Udara |
Alat khusus pemasang cerobong pembakar untuk menyaring partikel udara agar tidak keluar utuh ke langit. |
| PENANGANAN GAS |
Cyclone Separator |
Pengendap debu modern dengan prinsip pusaran angin kencang (gaya sentrifugal) melempar partikel debu ke bawah. |
| PENANGANAN GAS |
Scrubbers / Filter Basah |
Mesin yang menyemprotkan air hujan deras buatan untuk "mencuci" asap kotor; debunya menempel ke air. |
| PENANGANAN GAS |
Sistem Gravitasi |
Ruang khusus berstruktur untuk menurunkan kecepatan polutan terbang, membuat partikelnya jatuh akibat gaya gravitasi bumi. |
| PENANGANAN GAS |
Pengendap Elektrostatik |
Menggunakan muatan listrik secara cepat untuk menarik partikel halus seperti magnet menyedot kotoran. |
| LIMBAH B3 |
Limbah B3 |
Bahan Berbahaya dan Beracun (Karakteristiknya: gampang meledak, korosif, mudah terbakar, beracun/berpenyakit). Contoh: Baterai, pestisida, jarum suntik. |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Perubahan Siklis |
Perubahan alam yang terjadi pada musim tertentu tapi kembali lagi ke wujud asal secara rutin (Kemarau vs Penghujan). |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Perubahan Nonsiklis |
Perubahan drastis dan membekas lama (akibat evolusi/bencana alam) merubah ekosistem daratan selamanya. |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Suksesi |
Proses lambat tahap-demi-tahap pemulihan alam dari tidak ada kehidupan menuju ekosistem hutan lengkap. |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Suksesi Primer |
Pembentukan kehidupan di area tanah yang 100% hangus, hancur, batu tandus (seperti kepulauan bekas letusan krakatau 1883). |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Suksesi Sekunder |
Pemulihan kembali hutan yang hancur karena kebakaran biasa / lahan penebangan pohon (tanah asalnya masih ada & tidak 100% mati). |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Vegetasi Perintis |
Organisme penembus lahan mati (perintis) yang memecahkan batu jadi tanah (Contoh: Liken / Lumut Kerak, Ganggang). |
| DINAMIKA KOMUNITAS |
Komunitas Klimaks |
Hasil final proses suksesi, di mana terbentuk hutan lebat yang super seimbang & makhluknya sudah paten. |
| ADAPTASI & MITIGASI |
Adaptasi Perubahan Iklim |
Membiasakan diri menghadapi alam yang memburuk (Contoh: Menanam tanaman gen baru yang tahan kekeringan, membuat terasering). |
| ADAPTASI & MITIGASI |
Mitigasi Lingkungan |
Usaha aksi nyata mengurangi sumber masalah (Contoh: Memasang tanggul banjir, reboisasi, memadamkan api, mengurangi pemakaian mobil). |