Versi Dumb it down BAB4SOS
17 visibility 0 comment

JENIS KATA / TERM DEFINISI / PENJELASAN
PERILAKU Perilaku Menyimpang Tingkah laku nyeleneh atau kelakuan bandel yang nabrak aturan di masyarakat. Pelakunya biasa dipanggil deviant.
PERILAKU Deviant Sebutan buat si pembuat masalah. Intinya orang yang kelakuannya nggak sesuai aturan/norma.
PERILAKU Definisi Perilaku Menyimpang (Robert M.Z. Lawang) Kelakuan orang yang saking keluar jalurnya dari aturan, sampai bikin warga sekitar ngerasa harus turun tangan buat negur atau ngelurusin orang itu.
PERILAKU Norma Aturan main di masyarakat yang bikin kita tahu batas. Fungsinya buat ngontrol kelakuan warga biar lingkungan tetep aman dan nggak bar-bar.
PERILAKU Nilai Standar di kepala kita soal mana yang "baik" dan mana yang "buruk". Ini jadi semacam kompas pedoman kita kalau lagi bergaul di masyarakat.
CIRI-CIRI Bisa Diterima dan Ditolak Kelakuan nyeleneh itu kadang bisa dimaklumin/diterima sama satu circle tongkrongan, tapi malah ditentang keras sama kelompok lain.
CIRI-CIRI Bersifat Relatif Nggak mutlak alias fleksibel. Sesuatu yang dianggap aneh di satu tempat/zaman, bisa aja dianggap wajar-wajar aja di tempat lain.
CIRI-CIRI Pelanggaran Terhadap Norma Ciri utamanya: kelakuannya udah jelas-jelas ngelanggar aturan atau kebiasaan umum masyarakat sekitar.
CIRI-CIRI Dapat Bersifat Mutlak Ada kelakuan nyimpang yang udah pasti fix salah total di mana pun dan kapan pun, contohnya ngebunuh atau kejahatan sadis.
BENTUK-BENTUK Penyimpangan Primer Kesalahan ringan. Orang berbuat salah tapi masih dimaafin warga soalnya cuma sesekali doang (khilaf) dan nggak kebiasaan.
BENTUK-BENTUK Penyimpangan Sekunder Kesalahan berat/kambuhan. Kelakuan bandel yang dilakuin terus-terusan sampai masyarakat ngecap dia sebagai "si biang kerok".
BENTUK-BENTUK Penyimpangan Individual Kelakuan ngelanggar aturan yang dilakuin sendirian doang alias main solo.
BENTUK-BENTUK Penyimpangan Kelompok Kelakuan ngelanggar aturan yang dilakuin bareng-bareng alias gang, geng motor, atau tawuran rombongan.
TEORI-TEORI Teori Labelling Teori "Cap/Julukan". Seseorang malah makin bandel gara-gara warga terlanjur ngecap dia "anak nakal", jadinya dia mikir, "Yaudah sekalian aja nakal beneran".
TEORI-TEORI Teori Diferential Association Teori "Salah Pergaulan". Intinya, orang nakal itu bukan bawaan lahir, tapi gara-gara ketularan dari temen nongkrongnya yang toxic (ibarat ketularan budaya).
TEORI-TEORI Teori Konflik Teori yang bilang kalau penyimpangan itu muncul gara-gara kubu yang kuat/penguasa seenaknya bikin aturan buat ngecap kubu yang lemah sebagai "penyimpang".
TEORI-TEORI Teori Struktur Sosial Teori stres beban hidup. Orang nyimpang gara-gara dia pengen sukses/kaya, tapi jalur resminya buntu (susah cari kerja), jadinya dia pakai jalan pintas (contoh: nyuri/korupsi).
TEORI-TEORI Edwin H. Sutherland Sosiolog pencipta teori "Salah Pergaulan" di atas. Dia nyontohin: anak baik-baik bisa ikut tawuran cuma gara-gara nongkrongnya sama preman.
NILAI Nilai Sosial (Soerjono Soekanto) Standar pikiran di otak kita soal hal baik dan buruk yang disepakati dan diyakini bareng-bareng sama masyarakat.
NILAI Nilai Sosial (Robert M.Z. Lawang) Standar soal apa yang kita anggap keren, pantas, dan berharga, yang ujung-ujungnya bikin kita bertingkah ngikutin standar tersebut.
NILAI Konstruksi Masyarakat Nilai itu dibikin dari hasil interaksi orang-orang alias kesepakatan warga, bukan sesuatu yang dibawa genetik pas lahir.
NILAI Disebarkan Antar Warga Nilai itu nular. Diawarisin dan diajarin dari satu warga ke warga lain lewat gaul sehari-hari.
NILAI Terbentuk Melalui Sosialisasi Nilai nggak ujug-ujug ada, tapi dipelajari pelan-pelan lewat didikan orang tua di rumah dan guru di sekolah.
NILAI Bagian dari Pemenuhan Kebutuhan Nilai dipakai manusia buat menuhin rasa aman, kepuasan batin, dan kebutuhan sosial di kehidupan.
NILAI Memengaruhi Perkembangan Diri Standar nilai di lingkungan bakal ngebentuk sifat, karakter, dan kepribadian seseorang sampai dia gede.
NILAI Berkaitan Satu Sama Lain Nilai-nilai di masyarakat itu nyambung kayak puzzle, ngebentuk satu sistem aturan hidup yang gede banget.
PEMBAGIAN Nilai Material Nilai buat barang-barang fisik yang berguna buat badan kita. Wujudnya gampang diukur. (Contoh: makanan, minuman, baju).
PEMBAGIAN Nilai Vital Nilai buat barang yang berfungsi jadi alat bantu aktivitas manusia. (Contoh: pulpen buat siswa nulis, pacul buat petani).
PEMBAGIAN Nilai Kerohanian Nilai buat kebutuhan jiwa/batin. Ada 3 jenis: Kebenaran (dari akal/logika), Keindahan (dari rasa seni), dan Kebaikan (dari nurani/moral).
PEMBAGIAN Nilai Kebenaran Bagian dari rohani yang ngandelin logika, fakta, akal, dan pikiran rasional manusia.
PEMBAGIAN Nilai Keindahan Bagian dari rohani yang ngandelin taste atau selera seni (estetika).
PEMBAGIAN Nilai Kebaikan / Moral Bagian dari rohani yang berhubungan murni sama hati nurani, akhlak, dan sopan santun.
NORMA Norma Sosial Buku aturan main yang ngikat masyarakat. Fungsinya jadi setir kendali biar kehidupan warga tetep aman, tertib, dan nggak ngawur.
NORMA Cara (Usage) Level aturan paling ringan. Kalau dilanggar paling sanksinya cuma disindir, dicibir, atau digibahin netizen. (Contoh: makan ngecap, sendawa kenceng).
NORMA Kebiasaan (Folkways) Level aturan yang karena sering dilakuin, akhirnya dianggap hal yang sopan/wajib. (Contoh: cium tangan orang tua, ngetuk pintu sebelum masuk ruangan).
NORMA Tata Kelakuan (Mores) Level aturan yang udah serius banget dipakai buat ngawasin moral warga. Kalau dilanggar dapet hukuman sosial yang berat. (Contoh: larangan berzina, larangan nyuri).
NORMA Adat Istiadat (Costum) Level aturan tertinggi dan paling sakral! Biasanya tradisi tak tertulis, tapi kalau dilanggar siap-siap diusir dari kampung! (Contoh: hukum adat).
LEMBAGA Lembaga Sosial (Koentjaraningrat) Sistem atau wadah yang ngatur kelakuan dan aktivitas manusia buat menuhin segala macam kebutuhan hidup yang ribet.
LEMBAGA Lembaga Sosial (Paul Horton & Chester Hunt) Gabungan aturan dan nilai yang dijadiin satu sistem prosedur buat menuhin kebutuhan dasar masyarakat (biar tertib).
LEMBAGA Fungsi Manifest Fungsi resmi lembaga yang emang sengaja direncanain, disadari, dan jadi harapan utama masyarakat. (Tujuan asli).
LEMBAGA Fungsi Laten Fungsi "bonus" alias efek samping lembaga yang nggak disengaja, nggak direncanain, dan kadang nggak diharapin.
LEMBAGA Memiliki Simbol Sendiri Ciri lembaga: pasti punya logo, lambang, atau seragam buat identitas mereka.
LEMBAGA Memiliki Tata Tertib dan Tradisi Ciri lembaga: pasti punya buku panduan aturan main (baik tertulis maupun cuma sekadar tradisi turun-temurun).
LEMBAGA Usianya Lebih Lama Ciri lembaga: umurnya awet banget, lebih panjang dari umur anggotanya. (Anggotanya udah pada meninggal, lembaganya tetep eksis).
LEMBAGA Memiliki Alat Kelengkapan Ciri lembaga: punya senjata/alat operasional buat ngerjain tugasnya. (Contoh: lembaga sekolah pasti punya gedung dan meja belajar).
LEMBAGA Memiliki Ideologi Ciri lembaga: punya visi-misi, prinsip, atau keyakinan yang jadi pondasi mereka berdiri.
LEMBAGA Memiliki Tingkat Kekebalan / Daya Tahan Ciri lembaga: kebal badai. Nggak gampang bubar atau goyah walaupun ditekan dari dalem maupun luar.
TIPE-TIPE Crescive Institution Lembaga yang tumbuh alami dan nggak sengaja kebentuk dari tradisi masyarakat zaman dulu. (Contoh: lembaga pernikahan, tradisi agama).
TIPE-TIPE Enacted Institution Lembaga bentukan yang emang sengaja didiriin buat ngejar satu tujuan pasti. (Contoh: mendirikan sekolah/kampus).
TIPE-TIPE Basic Institution Lembaga super vital yang wajib ada buat jaga ketertiban. Kalau lembaga ini nggak ada, dunia kacau. (Contoh: keluarga, negara, sekolah).
TIPE-TIPE Subsidiary Institution Lembaga optional (pelengkap/hiburan aja). Dianggap kurang penting, nggak ada juga nggak bikin mati. (Contoh: tempat main/rekreasi).
TIPE-TIPE Approved / Sanctioned Institution Lembaga "baik-baik" yang legal, sah, dan diterima dengan tangan terbuka sama masyarakat. (Contoh: sekolah, bank, panti asuhan).
TIPE-TIPE Unsanctioned Institution Lembaga underground (gelap) yang dibenci warga tapi susah banget dibasmi. (Contoh: sindikat judi, mafia, komplotan preman).
TIPE-TIPE General Institution Lembaga umum yang diakuin dan berlaku hampir buat seluruh orang di dunia ini. (Contoh: institusi agama).
TIPE-TIPE Restricted Institution Lembaga eksklusif yang cuma dikenal sama kelompok atau umat tertentu aja. (Contoh: lembaga agama Islam, Katolik, Hindu, dll masing-masing).
TIPE-TIPE Operative Institution Lembaga teknis yang tugas utamanya buat operasional nyapai tujuan nyata. (Contoh: pabrik buat produksi barang).
TIPE-TIPE Regulative Institution Lembaga "wasit" yang tugasnya murni buat ngatur, nilang, dan ngawasin kelakuan masyarakat. (Contoh: kejaksaan, pengadilan).
LEMBAGA Lembaga Keluarga Skuad terkecil di masyarakat (ada bapak, ibu, anak). Ini fondasi utama yang fungsinya borongan buat ngebangun sosial seseorang.
LEMBAGA Nuclear Family (Keluarga Batih/ Somah) Panggilannya "Keluarga Inti". Skuadnya murni cuma isi bapak, ibu, dan anak yang masih jomblo/belum nikah.
LEMBAGA Extended Family (Keluarga Besar) Rombongan sirkus satu marga! Isinya kakek, nenek, om, tante, sepupu, ipar, keponakan, ngumpul semua.
LEMBAGA Keluarga Campuran Satu atap yang isinya gabungan dari beberapa keluarga inti, tapi cuma dipimpin sama satu kepala keluarga sesepuh.
LEMBAGA Fungsi Reproduksi (Keluarga) Fungsi utama: Bikin anak buat nerusin garis keturunan biar marganya nggak punah.
LEMBAGA Fungsi Sosialisasi (Keluarga) Fungsi keluarga jadi "sekolah pertama". Tempat ngajarin nilai, norma, dan sopan santun sebelum anak terjun bergaul ke luar.
LEMBAGA Fungsi Ekonomi (Keluarga) Fungsi gotong royong nyari duit buat beli beras dan menuhin kebutuhan sehari-hari seluruh anggota keluarganya.
LEMBAGA Fungsi Pengawasan Sosial (Keluarga) Fungsi jadi CCTV sesama saudara. Saling ngingetin dan nahan anggota keluarganya biar nggak nakal/ngelanggar norma.
LEMBAGA Fungsi Proteksi / Perlindungan (Keluarga) Fungsi "Safe House" alias ngasih rasa aman dari ancaman, baik perlindungan fisik (rumah) maupun perlindungan batin/mental.
LEMBAGA Fungsi Pemberian Status (Keluarga) Fungsi ngasih identitas default ke anak pas lahir (dapet nama marga, kelas sosial, agama), dan dicap resmi pakai akta kelahiran.
LEMBAGA Fungsi Afeksi (Keluarga) Fungsi ngasih kasih sayang, kehangatan, dan cinta sejati sesama anggota keluarga.
LEMBAGA Fungsi Laten Keluarga Efek samping keluarga yang nggak disadari: wajib mati-matian jaga nama baik/gengsi marga, ngurus harta warisan, dan nahan status kebangsawanan.
BENTUK-BENTUK Monogami Mode setia. Suami satu, istrinya cuma satu. Nggak ada mendua.
BENTUK-BENTUK Poligami Mode pasangan banyak. Istilah general buat orang yang pasangannya lebih dari satu (bisa suami atau istri yang nambah).
BENTUK-BENTUK Poligini Mode suami banyak istri. Satu cowok nikah sama beberapa cewek sekaligus.
BENTUK-BENTUK Poliandri Mode istri banyak suami. Satu cewek nikah sama beberapa cowok sekaligus.
BENTUK-BENTUK Endogami Aturan wajib nikah sama "orang dalem" tongkrongannya sendiri (harus se-suku atau se-marga). Nggak boleh bawa orang luar.
BENTUK-BENTUK Eksogami Aturan kawin silang. Wajib nikah sama orang luar di luar suku atau klan sendiri.
BENTUK-BENTUK Homogami Pasangan Se-frekuensi. Nikah sama orang yang kasta, latar belakang, pendidikan, atau agamanya setara.
BENTUK-BENTUK Heterogami Pasangan Beda server. Nikah sama orang yang latar belakangnya jomplang (beda status sosial, beda keyakinan, dll).
BENTUK-BENTUK Sororat "Turun ranjang". Duda nikahin adik atau kakak perempuan dari almarhumah istrinya.
BENTUK-BENTUK Non Sororat Duda nyari istri baru yang orang lain, alias sama sekali nggak ada hubungan darah sama almarhumah istrinya.
BENTUK-BENTUK Fraternal "Naik ranjang". Janda nikahin adik atau kakak laki-laki dari almarhum suaminya.
BENTUK-BENTUK Non Fraternal Janda nyari suami baru yang murni orang lain, nggak ada kaitan sama saudara almarhum suaminya.
BENTUK-BENTUK Cross Cousin (Sepupu Silang) Dijodohin sama saudara. Nikah sama anaknya Om/Tante yang beda jenis kelamin sama ayah/ibu kita.
BENTUK-BENTUK Parallel Cousin (Sepupu Sejajar) Dijodohin sama saudara. Nikah sama anaknya Om/Tante yang jenis kelaminnya sama kayak ayah/ibu kita.
LEMBAGA Lembaga Pendidikan Tempat nge-upgrade otak (sekolah/kampus). Tugasnya nyiapin kita biar pinter cari duit dan siap tempur di masyarakat.
LEMBAGA Pendidikan Formal Sekolah jalur resmi yang ada levelnya jelas dan ijazahnya sah (mulai dari SD, SMP, SMA, Kuliah).
LEMBAGA Pendidikan Informal Sekolah jalur "rumahan". Cara kita belajar nilai hidup yang didapet lewat obrolan sama orang tua dan keluarga di rumah.
LEMBAGA Fungsi Manifest Lembaga Pendidikan Tujuan asli sekolah: Bikin anak pinter, ngajarin skill buat modal cari kerja, ngembangin bakat, plus ngajarin gimana jadi warga negara yang taat.
LEMBAGA Fungsi Laten Lembaga Pendidikan Efek samping sekolah: Bikin anak jadi jarang kumpul orang tua, memperpanjang masa pengangguran remaja, atau malah nyediain tongkrongan buat anak bandel (tawuran).
LEMBAGA Lembaga Ekonomi Urusan dapur dan dompet negara. Lembaga ini udah lahir sejak zaman manusia suka barter, fungsinya ngatur cara produksi, jualan, dan beli barang.
LEMBAGA Fungsi Manifest Lembaga Ekonomi Tujuan aslinya: Bikin aturan resmi gimana cara nyari makan, nentuin UMR/gaji buruh, cara jualan dagangan, dan ngasih prosedur kalau mau mecat orang.
LEMBAGA Fungsi Laten Lembaga Ekonomi Efek buruk yang nggak disengaja (misal dari pabrik/bisnis): Bikin polusi, hutan gundul, lingkungan rusak, sama bikin tata kota makin padet semrawut.
LEMBAGA Lembaga Politik Wadah elit yang ngurusin tetek bengek soal negara, pemerintahan, dan siapa yang jadi bos penguasa.
LEMBAGA Fungsi Manifest Lembaga Politik Tujuan utamanya: Ngatur negara biar stabil, bikin rakyat makmur, jaga ketertiban di dalem, dan siap-siap perang kalau ada ancaman dari luar.
LEMBAGA Fungsi Laten Lembaga Politik Sisi gelapnya (efek samping): Kadang cuma dipake buat ngelanggengin kekuasaan si pejabat doang. Sisi baiknya: perlahan ngajarin masyarakat melek demokrasi.
LEMBAGA Lembaga Agama Jembatan spiritual penghubung manusia sama Tuhannya. Mengatur tata cara ibadah biar manusia ngerasa dekat sama Sang Pencipta.
LEMBAGA Fungsi Manifest Lembaga Agama Tujuan utamanya: Ngasih pedoman hidup bener, nguatin keimanan umat, dan ngajarin aturan-aturan ibadah.
LEMBAGA Fungsi Laten Lembaga Agama Efek sampingnya: Bisa bikin umat harmonis damai, tapi (kalau disalahgunakan) bisa dijadiin alasan kuat buat perang/konflik antar agama.
PERAN Sosialisasi Masa ospek alias proses penyesuaian diri manusia. Momen di mana kita belajar nerima nilai, norma, dan kebiasaan masyarakat dari orang tua dan guru biar kita "diterima" di pergaulan.
PERAN Penyimpangan Sosial Tingkah laku ngawur yang keluar jalur norma. Kata si ahli (Sutherland), ini penyakit nular gara-gara tongkrongannya toxic. (Contoh: anak alim jadi tukang mabok gara-gara ketularan temen).
PERAN Pengendalian Sosial Cara-cara yang dipake masyarakat atau aparat buat nge-razia dan ngejinakin warga yang bandel biar balik lagi ke jalan yang lurus.
PERAN Pengendalian Melalui Lisan dan Simbolik Cara ngendaliin yang soft. Negurnya lewat omongan (diceramahin), disindir, atau pakai rambu (misal: tulisan dilarang merokok).
PERAN Pengendalian Melalui Kekerasan Cara ngendaliin yang keras. Pakai paksaan, physical contact, atau dipukul mundur aparat biar pelakunya kapok.
PERAN Pengendalian Melalui Imbalan dan Hukuman Sistem poin: Yang kelakuannya baik dikasih reward/hadiah/pujian. Yang kelakuannya minus dikasih hukuman, denda, atau penjara.
PERAN Pengendalian Melalui Sosialisasi Cara preventif (mencegah). Ngajarin anak dari kecil mana yang bener dan salah lewat keluarga, biar gedenya jadi orang bener.
PERAN Pengendalian Melalui Tekanan Sosial Bikin pelaku kena mental! Kalau ada warga nakal langsung digibahin sekampung, dikucilkan, dan dibuat malu abis-abisan sampai tobat.
PERAN Pengendalian Formal dan Informal Formal itu jalur hukum negara (polisi, pengadilan). Kalau Informal itu jalur sanksi masyarakat (diolok-olok, dicuekin tongkrongan).
PERAN Keteraturan Sosial Impian semua RT! Kondisi di mana lingkungan aman, damai, sentosa, dan semua warganya taat aturan.
PERAN Tertib Sosial Level 1: Warga udah sadar dan mulai patuh sama norma yang ada di lingkungannya.
PERAN Order Level 2: Aturannya udah disepakati bersama dan warganya jalanin itu dengan konsisten alias nggak setengah-setengah.
PERAN Keajegan Level 3: Rutinitas yang awet. Kelakuan baik tadi udah mendarah daging dan selalu diulang-ulang terus sama warga tanpa disuruh.
PERAN Pola Level 4: Udah ngebentuk trend atau budaya. Kebiasaan tertib warganya udah jadi ciri khas umum daerah tersebut.
PERAN Keteraturan Sosial (tahap akhir) Final Boss-nya! Saat semua proses dari awal sampai akhir nge-blend dan bikin kehidupan masyarakat jadi harmonis abis dan stabil.
PERAN Lembaga Penjaga Ketertiban — Polisi Pasukan seragam aparat negara. Tukang tangkep penjahat, jaga lalu lintas, dan ngeronda biar masyarakat aman.
PERAN Lembaga Penjaga Ketertiban — Pengadilan Tempat ketok palu buat mutusin sengketa. Tugasnya nentuin hukuman adil dan nengahin orang yang lagi ribut secara hukum.
PERAN Lembaga Penjaga Ketertiban — Adat "Satpol PP" versi budaya. Organisasi sesepuh kampung yang jagain norma adat dan ngehukum siapa aja yang berani melanggar tradisi.
PERAN Lembaga Penjaga Ketertiban — Tokoh Masyarakat Sosok Pak RT, Kyai, atau orang bijak yang omongannya powerful banget. Panutan yang ampuh buat nenangin keributan warga.
PERAN Lembaga Penjaga Ketertiban — Media Massa Alat kontrol sosial (Koran, TV, Sosmed). Kalau ada kelakuan menyimpang, diviralin di media biar di-cancel massal dan bikin efek jera.
TOKOH Robert M.Z. Lawang Pakar sosiologi yang nemuin istilah kalau penyimpangan itu kelakuan warga yang nabrak aturan. Dia juga mendefinisikan nilai sebagai patokan barang/kelakuan yang dianggap keren sama orang.
TOKOH Soerjono Soekanto Dosen sosiologi kebanggaan Indo! Dia mendefinisikan "nilai sosial" tuh patokan di otak kita soal mana hal yang baik dan hal buruk hasil dari standar pergaulan masyarakat.
TOKOH Prof. Notonegoro Sang profesor pembagi kasta nilai. Dia yang memecah nilai jadi 3 bagian: Nilai Fisik (material), Nilai Alat Bantu (vital), dan Nilai Batin (kerohanian).
TOKOH Koentjaraningrat Bapak Antropolog sakti Indonesia. Menurutnya, lembaga sosial itu kumpulan tata kelakuan manusia yang kerja barengan buat nyelesain keribetan hidup.
TOKOH Paul Horton & Chester Hunt Duo ahli sosiologi bule. Mereka bilang lembaga sosial itu sistem gabungan antara aturan dan nilai yang dijadiin tools buat menuhin kebutuhan dasar masyarakat.
TOKOH Edwin H. Sutherland Ilmuwan kriminal asal Amerika. Pencetus teori ngehits "Salah Pergaulan". Menurutnya kejahatan itu nular kalau kamu temenan sama pelaku kejahatan (copy-paste budaya).
TOKOH Kurikulum Merdeka Aturan belajar anak sekolahan SMA/MA zaman now. Referensi tabel di atas (Bab 4) diambil dari pakem kurikulum ini pakai buku terbitan Erlangga.