Versi Dumb it down BAB5SOS
12 visibility 0 comment

Term / Kata Arti Versi "Dumb It Down" (Gampang Dihafal)
Gejala Sosial (Umum) Kejadian-kejadian antar manusia. Mau sendirian kek, banyakan kek, yang penting nyangkut duit (ekonomi), kebiasaan (budaya), kekuasaan (politik), dan akhlak (moral).
Gejala Alam Kejadian dari alam semesta, bukan ulah manusia secara langsung (Contoh: gempa, kebanjiran).
Gejala Sosial (Émile Durkheim) Kenyataan di luar diri kita yang terjadi gara-gara kelakuan orang-orang di masyarakat pada saling nyambung/ngefek satu sama lain.
Karakteristik Gejala Sosial Ada 8 sifatnya: (a) Ribet (kompleks), (b) Macam-macam, (c) Nggak sama di semua tempat (nggak universal), (d) Berubah-ubah terus (dinamis), (e) Susah dimengerti, (f) Suka bawa-bawa perasaan/bias (kurang objektif), (g) Gak bisa diukur pakai angka (kualitatif), (h) Susah ditebak.
Gejala Sosial Menentukan (Guglielmo Carchedi) Ibarat gejala sosial "Si Bos". Dia yang jadi penyebab/syarat munculnya gejala sosial yang lain.
Gejala Sosial Ditentukan (Guglielmo Carchedi) Ibarat gejala sosial "Anak Buah". Dia muncul, berubah, atau jalan gara-gara diatur sama Si Bos tadi.
Jenis Gejala Sosial (Pitirim A. Sorokin) Cuma ada 4 geng: Agama, Duit (Ekonomi), Politik, dan Hukum.
Gejala Sosial Mikro (Norman Blaikie) Skala Kecil: Cuma urusan individu atau geng tongkrongan kecil.
Gejala Sosial Meso (Norman Blaikie) Skala Menengah: Urusannya udah level organisasi, RT/RW, sampai level kota atau negara.
Gejala Sosial Makro (Norman Blaikie) Skala Raksasa: Urusan antar-negara atau lembaga dunia.
Gotong Royong (KBBI) Kerja bareng, tolong-menolong, saling bantu.
Gotong Royong (Koentjaraningrat) Kerja bareng buat menuhin kebutuhan hidup dan mecahin masalah sama-sama.
5 Nilai Karakter Bangsa (Kemendikbud) Rajin ibadah (religius), cinta tanah air (nasionalis), bisa berdiri sendiri (mandiri), jujur/bisa dipercaya (integritas), dan suka kerja bareng (gotong royong).
Fakta Kenyataan mutlak. Udah kejadian, ada buktinya, semua orang setuju (objektif).
Opini Cuma pendapat/ide orang. Tiap orang bisa beda (subjektif) dan kebenarannya belum terbukti.
Struktur Sosial (Umum) Jalinan utuh antara aturan, lembaga, kelompok, dan kelas sosial di masyarakat.
Struktur Sosial (George C. Homans) Perilaku paling dasar manusia pas lagi interaksi sehari-hari.
Struktur Sosial (Talcott Parsons) Hubungan nyambung antar-manusia.
Struktur Sosial (James Samuel Coleman) Pola pergaulan antar-orang dan antar-kelompok.
Struktur Sosial (William Kornblum) Kebiasaan individu/kelompok yang dilakuin berulang-ulang sampai akhirnya bikin mereka punya ikatan.
Struktur Sosial (Soerjono Soekanto) Hubungan timbal balik antara "posisi/jabatan" seseorang dengan "perannya" di masyarakat.
Struktur Sosial (Abdul Syani) Tatanan masyarakat yang isinya hubungan timbal balik antara status (kedudukan) dan peranan.
Struktur Sosial Horizontal (J. Nasikun) Masyarakat yang beda-beda tapi SETARA/SEJAJAR. Contoh: beda suku, agama, adat. (Nama bekennya: Diferensiasi Sosial).
Struktur Sosial Vertikal (J. Nasikun) Masyarakat yang beda-beda dan BERTINGKAT/ADA KELASNYA. Ada bos, ada bawahan. (Nama bekennya: Stratifikasi Sosial).
Stratifikasi Sosial (Umum) Mengelompokkan masyarakat jadi berlapis-lapis kayak kue lapis (ada yang di atas, di bawah).
Stratifikasi Sosial (Pitirim A. Sorokin) Misahin warga ke dalam kelas yang bertingkat (kelas atas, menengah, bawah).
Dasar Stratifikasi Sosial Kenapa bisa bertingkat? Karena ada yang dianggap lebih "Wah": Harta (Kekayaan), Pintar (Ilmu), Jabatan (Kekuasaan), dan Nama baik (Kehormatan).
3 Sistem Pelapisan (Soerjono Soekanto) 1. Terbuka (orang miskin bisa jadi kaya). 2. Tertutup (sistem kasta, gak bisa pindah kelas). 3. Campuran (gabungan keduanya).
Wujud Stratifikasi Sosial Kelihatan jelas dari kondisi isi dompet (ekonomi), pergaulan (sosial), dan kekuasaan (politik).
Dampak Stratifikasi Sosial Bikin beda gaya bahasa, makanan, gelar, hobi, selera baju, sampai bentuk rumah & perabotannya.
Diferensiasi Sosial Ngelompokin perbedaan masyarakat tapi sifatnya mendatar/sejajar. Gak ada yang lebih mulia atau lebih hina.
Ras (Ralph Linton) 3 tipe fisik manusia di dunia: Mongoloid (kulit kuning, rambut lurus kayak Asia), Kaukasoid (putih, pirang kayak Bule), Negroid (hitam, keriting kayak Afrika).
Jumlah Suku Bangsa di Indonesia Kata C. van Vollen Houven: 316 suku. Kata Koentjaraningrat: 119 suku.
Klan Keluarga besar sedarah, seiman, setradisi. Di Indo ada 2: Patrilineal (ikut garis bapak, cth: Batak) dan Matrilineal (ikut garis ibu, cth: Minang).
Heterogenitas Keberagaman di masyarakat (beda profesi, gender, ciri) tapi justru saling melengkapi biar sistem kehidupannya jalan.
Prasangka (Prejudice) Sikap "suuzan" atau benci duluan ke suatu kelompok padahal nggak punya bukti atau pengalaman apa-apa.
Prasangka (Michael Banton) Sama aja kayak antagonis (ngajak musuhan) dan antipati (jijik/nolak).
Stereotipe (Umum) Nge-"cap" (asumsi) suatu kelompok secara kaku dan dipukul rata. (Capnya bisa baik, bisa buruk).
Stereotipe (William Kornblum) Punya gambaran yang kaku soal ras/budaya orang lain tanpa peduli fakta aslinya gimana.
Masyarakat Multikultural Masyarakat zaman now yang isinya campur aduk (beda ras, etnis, agama) tapi bisa hidup bareng di satu wilayah.
Masyarakat Majemuk Masyarakat yang banyak sukunya, TAPI belum tentu saling menganggap setara (masih ada yang ngerasa budayanya paling hebat).
Multikulturalisme Paham yang percaya bahwa semua perbedaan itu DERAJATNYA SAMA (gak ada budaya yang lebih superior).
Kesetaraan Posisinya sama rata, sama tinggi, gak ada yang di atas atau di bawah.
6 Karakteristik Multikultural (Pierre L. van den Berghe) 1) Pecah jadi kelompok-kelompok kecil (segmentasi), 2) Lembaganya jalan sendiri-sendiri, kurang nyambung, 3) Susah mufakat/sepakat, 4) Sering ribut/konflik, 5) Bisa nyatu karena kepaksa atau butuh duit aja (ekonomi), 6) Pasti ada satu kelompok yang sok berkuasa (dominasi).
Demokratis (Nilai Multikultural) Pola pikir yang sadar bahwa hak dan kewajiban dia = hak dan kewajiban orang lain.
Pluralisme (Nilai Multikultural) Mandang keberagaman itu hal yang positif, wajar, dan gak bisa ditolak. Diterima aja.
Humanisme (Nilai Multikultural) Sangat memanusiakan manusia dan menghargai martabat/harga diri orang lain.
3 Faktor Pendorong Multikulturalisme (H.A.R. Tilaar) 1) HAM, 2) Globalisme, 3) Demokratisasi.
HAM (Hak Asasi Manusia) Ngakuin kalau semua manusia itu SAMA haknya, entah dia kaum mayoritas atau minoritas.
Globalisme Paham tingkat dunia yang bilang kalau semua budaya di bumi ini derajatnya sama/setara.
Demokratisasi Proses di mana orang-orang makin ngakuin dan menghargai perbedaan.
Faktor Penyebab Indo Multikultural 1) Lokasinya strategis (dilewati jalur dagang dunia, budaya asing gampang masuk), 2) Bentuknya kepulauan terpisah-pisah (tiap pulau bikin budaya beda), 3) Cuaca dan jenis tanahnya beda-beda tiap daerah.
Toleransi (KBBI) Sikap santai, ngehargain, dan ngebiarin orang lain beda agama/pendapat sama kita (gak maksain kehendak).
Hari Toleransi Internasional Tanggal 16 November (Disahkan PBB tahun 1996 atas ide UNESCO tahun 1995).