Versi Normal BAB5SOS
23 visibility 0 comment

Term / Kata Definition / Arti
Gejala Sosial (Umum) Peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara dan oleh manusia, baik secara individu maupun secara kelompok, mencakup ekonomi, budaya, politik, dan moral.
Gejala Alam Peristiwa-peristiwa yang berlangsung di alam, bukan karena perbuatan manusia secara langsung (contoh: gempa bumi, banjir).
Gejala Sosial (Émile Durkheim) Fakta objektif di luar subjek atau di luar diri individu karena perilaku individu yang terlibat saling terkait.
Karakteristik Gejala Sosial Ada 8: (a) sangat kompleks, (b) beranekaragam, (c) tidak universal, (d) dinamis, (e) tidak mudah dimengerti, (f) kurang objektif, (g) kualitatif, dan (h) sulit diprediksi.
Gejala Sosial Menentukan / Determinant Social Phenomenon (Guglielmo Carchedi) Gejala sosial yang mengondisikan keberadaan gejala sosial yang ditentukan.
Gejala Sosial yang Ditentukan / Determined Social Phenomenon (Guglielmo Carchedi) Gejala sosial yang menjadi kondisi reproduksi atau kondisi yang menggantikan gejala sosial yang menentukan.
Jenis Gejala Sosial (Pitirim A. Sorokin) Gejala sosial dikelompokkan menjadi 4: gejala sosial religius, ekonomi, politik, dan hukum.
Gejala Sosial Mikro (Norman Blaikie) Gejala sosial dalam skala individu dan kelompok sosial kecil.
Gejala Sosial Meso (Norman Blaikie) Gejala sosial dalam skala organisasi, masyarakat, dan lembaga sosial skala besar (kota/negara).
Gejala Sosial Makro (Norman Blaikie) Gejala sosial dalam skala badan-badan multinasional.
Gotong Royong (KBBI) Bekerja bersama-sama, tolong-menolong, atau bantu-membantu.
Gotong Royong (Koentjaraningrat) Kerja bersama dalam upaya mencukupi kebutuhan dan menghadapi permasalahan secara bersama-sama.
Lima Nilai Karakter Utama Bangsa (Kemendikbud) Religius, nasionalis, mandiri, integritas, dan gotong royong.
Fakta Pernyataan yang menunjuk pada kenyataan yang ada, sudah terjadi, terbukti kebenarannya, dan bersifat objektif.
Opini Pernyataan yang berasal dari pandangan/gagasan seseorang, bersifat subjektif, dan belum terbukti kebenarannya.
Struktur Sosial (Umum) Keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial pokok: kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok sosial, dan lapisan sosial.
Struktur Sosial (George C. Homans) Perilaku sosial elementer dalam kehidupan sehari-hari.
Struktur Sosial (Talcott Parsons) Keterkaitan antarmanusia.
Struktur Sosial (James Samuel Coleman) Sebuah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia.
Struktur Sosial (William Kornblum) Pola perilaku individu dan kelompok yang berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan kelompok.
Struktur Sosial (Soerjono Soekanto) Hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial.
Struktur Sosial (Abdul Syani) Sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan.
Struktur Sosial Horizontal (J. Nasikun) Kesatuan sosial yang ditandai dengan adanya perbedaan suku bangsa, agama, dan adat (disebut juga Diferensiasi Sosial).
Struktur Sosial Vertikal (J. Nasikun) Kesatuan sosial yang ditandai dengan adanya perbedaan lapisan sosial (disebut juga Stratifikasi Sosial).
Stratifikasi Sosial (Umum) Pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat.
Stratifikasi Sosial (Pitirim A. Sorokin) Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas yang tersusun secara bertingkat (kelas atas, menengah, bawah).
Dasar Stratifikasi Sosial Adanya sesuatu yang dihargai lebih oleh masyarakat, yaitu: kekayaan, ilmu pengetahuan, kekuasaan, dan kehormatan.
Tiga Sistem Pelapisan Sosial (Soerjono Soekanto) Pelapisan sosial terbuka, pelapisan sosial tertutup, dan pelapisan sosial campuran.
Wujud Stratifikasi Sosial Dilihat dari segi ekonomi, sosial, dan politik.
Dampak/Konsekuensi Stratifikasi Sosial Perbedaan gaya bahasa, makanan, gelar/pangkat, hobi, kegemaran, pakaian, dan rumah dengan perabotan.
Diferensiasi Sosial Klasifikasi atau penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama, sejenis, mendatar, atau sejajar.
Ras (Ralph Linton) Manusia dibagi menjadi tiga kelompok besar: Mongoloid (kuning, rambut lurus), Kaukasoid (putih, rambut pirang), Negroid (hitam, rambut keriting).
Jumlah Suku Bangsa di Indonesia Menurut C. van Vollen Houven: 316 suku bangsa. Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat: 119 suku bangsa.
Klan Kesatuan keturunan, kepercayaan, dan tradisi. Di Indonesia dibagi dua dasar: Patrilineal (garis ayah, contoh: Batak) dan Matrilineal (garis ibu, contoh: Minangkabau).
Heterogenitas Keanekaragaman dalam kehidupan masyarakat (seperti beda fungsi, ciri, profesi, dan jenis kelamin) yang keberadaannya saling menyokong layaknya sebuah sistem.
Prasangka / Prejudice Sikap permusuhan yang ditujukan pada suatu kelompok atas dasar dugaan yang tidak didasari pengetahuan, pengalaman, atau bukti.
Prasangka (Michael Banton) Maknanya hampir serupa dengan antagonisme dan antipati.
Stereotipe (Umum) Asumsi atau gambaran yang terlalu menyederhanakan, kaku, dan diyakini mengenai suatu hal atau kelompok tertentu (bisa positif atau negatif).
Stereotipe (William Kornblum) Citra yang kaku mengenai kelompok ras atau budaya tanpa memperhatikan kebenaran fakta objektif.
Masyarakat Multikultural Masyarakat modern yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, etnis, ras, agama, dan budaya, hidup bersama di suatu wilayah.
Masyarakat Majemuk Masyarakat yang menitikberatkan pada keanekaragaman suku bangsa dan kebudayaan, namun belum tentu memiliki kesederajatan budaya.
Multikulturalisme Paham yang mengakui adanya perbedaan dalam kesederajatan (semua budaya/kelompok sederajat, tidak ada yang lebih agung).
Kesetaraan Persamaan kedudukan, persamaan tingkatan, dan sederajat (tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah).
6 Karakteristik Masyarakat Multikultural (Pierre L. van den Berghe) 1) Segmentasi kelompok subkebudayaan; 2) Struktur sosial lembaga nonkomplementer; 3) Kurang mengembangkan konsensus; 4) Sering konflik; 5) Integrasi karena paksaan & ekonomi; 6) Dominasi politik suatu kelompok.
Demokratis (Nilai Multikultural) Cara berpikir, bersikap, bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
Pluralisme (Nilai Multikultural) Pandangan yang menerima keberagaman sebagai nilai positif dan kenyataan yang tidak dapat ditolak.
Humanisme (Nilai Multikultural) Pandangan/gerakan yang menghargai harkat martabat manusia dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan.
3 Faktor Pendorong Multikulturalisme (H. A. R. Tilaar) 1) Hak asasi manusia (HAM); 2) Globalisme; 3) Demokratisasi.
HAM (Hak Asasi Manusia) Pengakuan bahwa setiap manusia adalah sama, baik mayoritas maupun minoritas, memiliki hak yang sama.
Globalisme Paham mengenai kesetaraan antarkeragaman budaya yang terdapat di dunia.
Demokratisasi Proses-proses yang mengandung pengakuan dan penghargaan yang besar terhadap keragaman dan perbedaan.
Faktor Penyebab Masyarakat Indonesia Multikultural 1) Letak geografis strategis (memicu akulturasi/asimilasi dari budaya asing); 2) Kondisi geografis (kepulauan terisolasi memicu sub-budaya beda); 3) Kondisi iklim dan struktur tanah.
Toleransi (KBBI) Sikap menenggang, menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian/pandangan/kepercayaan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Hari Toleransi Internasional Diperingati setiap tanggal 16 November (Ditetapkan Majelis Umum PBB tahun 1996 dari inisiatif UNESCO tahun 1995).