Jupiter
1 visibility 0 comment

Internal Heat

Jupiter memancarkan sekitar 1,6 hingga 2 kali lebih banyak energi ke luar angkasa daripada energi matahari yang diterimanya. Sumber utamanya adalah Leftover Primordial Heat (panas sisa pembentukan planet) dan mekanisme Kontraksi Kelvin-Helmholtz. Karena gravitasinya yang masif, Jupiter perlahan-lahan menyusut (sekitar 1–2 cm per tahun). Penyusutan ini mengubah energi potensial gravitasi menjadi energi termal (panas).

Panas dari dalam yang naik ke permukaan memicu konveksi yang sangat kuat di atmosfer hidrogen-heliumnya. Hal inilah yang menciptakan pola pita berwarna (Belts and Zones), arus angin super cepat (Jet Streams), dan badai abadi raksasa seperti Great Red Spot.

Secara radiasi, panas Jupiter tidak terlalu memengaruhi bulannya. Namun, secara gravitasi, internal heat Jupiter tidak langsung ditransfer, melainkan massa Jupiter yang besar menciptakan fenomena Tidal Heating (Pemanasan Pasang Surut) pada satelit-satelit Galilean-nya (Io, Europa, Ganymede) yang terjebak dalam Resonansi Laplace. Tarikan gravitasi Jupiter meremas dan meregangkan interior bulan-bulan ini, membuat Io menjadi objek paling vulkanis di Tata Surya dan melelehkan es di Europa menjadi samudra bawah air.