| DASAR |
Hak |
Sesuatu yang seharusnya diperoleh, diterima, dan dinikmati oleh seseorang (Jaminan moral/legal). |
| DASAR |
Kewajiban |
Sesuatu yang seharusnya dijalankan, dilakukan, dan dikerjakan (Tanggung jawab moral/legal). |
| SANKSI |
Sanksi Sekolah |
Akibat melanggar aturan sekolah. Ringan: disetrap. Berat: skorsing / dikeluarkan. |
| SANKSI |
Sanksi Masyarakat |
Akibat melanggar norma sosial. Ringan: diacuhkan/dikucilkan. Berat: diusir dari kampung (sanksi sosial). |
| SANKSI |
Sanksi Hukum |
Akibat melanggar UU. Ringan: kurungan/denda. Berat: penjara seumur hidup / hukuman mati. |
| ISTILAH |
Civicus |
Bahasa Latin dari "Warga Negara", artinya penduduk dari sebuah kota / polis. |
| AHLI |
Aristoteles |
Mendefinisikan warga negara sebagai orang yang aktif dalam negara (memerintah dan diperintah). |
| KONSEP |
Penduduk |
Semua orang yang tinggal di suatu negara secara sah (termasuk Warga Negara Asing/WNA). |
| KONSEP |
Bukan Penduduk |
Orang yang tinggal sementara / waktu singkat (Contoh: Turis mancanegara). |
| KONSEP |
Warga Negara |
Anggota sah sebuah negara yang memiliki ikatan hak dan kewajiban penuh dengan negaranya. |
| ASAS NEGARA |
Jus Sanguinis |
Asas kewarganegaraan berdasarkan Keturunan / Darah orang tua (Indonesia menganut asas ini). |
| ASAS NEGARA |
Jus Soli |
Asas kewarganegaraan berdasarkan Tempat Kelahiran. |
| STATUS |
Apatride |
Kondisi TIDAK memiliki kewarganegaraan. (Lahir di negara Jus Sanguinis, tapi orang tuanya dari negara Jus Soli). |
| STATUS |
Bipatride |
Kondisi punya Kewarganegaraan Ganda. (Lahir di negara Jus Soli, tapi orang tuanya dari negara Jus Sanguinis). |
| STATUS |
Naturalisasi |
Pewarganegaraan. Proses orang asing (WNA) mengajukan syarat untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). |
| HUKUM |
Syarat Naturalisasi (UU No. 12/2006) |
Usia 18+/sudah kawin, tinggal 5 thn berturut-turut (atau 10 thn tidak berturut), sehat jasmani rohani, bisa bahasa Indonesia, tidak pernah dipidana >1 tahun. |
| PASAL HAM |
Pasal 28A |
Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan. |
| PASAL HAM |
Pasal 28B |
Hak membentuk keluarga & Hak perlindungan anak dari kekerasan/diskriminasi. |
| PASAL HAM |
Pasal 28C |
Hak mengembangkan diri, mendapat pendidikan, dan memajukan diri secara kolektif. |
| PASAL HAM |
Pasal 28D |
Hak atas pengakuan, jaminan, perlakuan, dan kepastian hukum yang adil. |
| PASAL HAM |
Pasal 28E |
Kebebasan memeluk agama, meyakini kepercayaan, serta berserikat dan berkumpul. |
| PASAL HAM |
Pasal 28F |
Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. |
| PASAL HAM |
Pasal 28G |
Hak atas perlindungan diri pribadi, rasa aman, dan bebas dari penyiksaan (suaka politik). |
| PASAL HAM |
Pasal 28H |
Hak hidup sejahtera, pelayanan kesehatan, dan jaminan sosial. |
| PASAL HAM |
Pasal 28I |
Hak yang tidak dapat dikurangi (Non-derogable): Hak hidup, tidak disiksa, kemerdekaan pikiran/agama, tidak diperbudak. |
| PASAL HAM |
Pasal 28J |
Kewajiban menghormati HAM orang lain dan tunduk pada pembatasan undang-undang. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 23A |
Pajak dan pungutan bersifat memaksa diatur Undang-Undang. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 26 |
Definisi WNI (Orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan UU). Wajib punya KTP saat usia 17. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 27 ayat (1) |
Kesamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 27 ayat (2) |
Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 27 ayat (3) |
Setiap warga berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Pembelaan Negara (Bela Negara). |
| PASAL NEGARA |
Pasal 29 |
Negara berdasar Ketuhanan YME & Jaminan kemerdekaan beragama. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 30 ayat (1) |
Hak dan kewajiban dalam usaha Pertahanan dan Keamanan Negara (Hankam). |
| PASAL NEGARA |
Pasal 31 |
Hak mendapat Pendidikan (Anggaran pendidikan minimal 20%). |
| PASAL NEGARA |
Pasal 32 |
Negara memajukan Kebudayaan Nasional dan bahasa daerah. |
| PASAL NEGARA |
Pasal 33 |
Perekonomian disusun berdasar Asas Kekeluargaan (Koperasi, SDA dikuasai negara untuk rakyat). |
| PASAL NEGARA |
Pasal 34 |
Fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara (Jaminan sosial, BPJS/KIS). |
| UNDANG-UNDANG |
UU No. 9 Tahun 1998 |
Mengatur kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. |
| UNDANG-UNDANG |
UU No. 39 Tahun 1999 |
Mengatur tentang Hak Asasi Manusia (HAM). |
| UNDANG-UNDANG |
UU No. 13 Tahun 2003 |
Mengatur tentang Ketenagakerjaan. |
| UNDANG-UNDANG |
UU No. 32 Tahun 2009 |
Mengatur tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. |
| UNDANG-UNDANG |
UU No. 35 Tahun 2014 |
Mengatur tentang Perlindungan Anak (Revisi). |
| PERAN (CHOLISIN) |
Peran Pasif |
Kepatuhan warga negara pada aturan yang berlaku. (Contoh: Patuh lalu lintas, bayar pajak). |
| PERAN (CHOLISIN) |
Peran Aktif |
Partisipasi dalam kehidupan bernegara. (Contoh: Ikut Pemilu/mencoblos). |
| PERAN (CHOLISIN) |
Peran Positif |
Meminta pelayanan dari negara untuk kesejahteraan. (Contoh: Minta pasang listrik/jalan diaspal). |
| PERAN (CHOLISIN) |
Peran Negatif |
Menolak campur tangan negara dalam urusan privat. (Contoh: Negara tidak boleh mengatur agama seseorang). |
| PERAN BIDANG |
Peran Sosial Budaya |
Gotong royong, menjaga harmoni, melestarikan budaya, menghargai SARA. |
| PERAN BIDANG |
Peran Ekonomi |
Bayar pajak, hindari korupsi, dukung industri rumahan/kreatif (UMKM). |
| HANKAM |
Pertahanan Negara |
Upaya melindungi negara dari Ancaman Luar / Militer (Invasi, agresi, terorisme). Dipegang oleh TNI. |
| HANKAM |
Keamanan Negara |
Upaya menjaga ketertiban dari Ancaman Dalam Negeri (Kriminalitas, kerusuhan). Dipegang oleh Polri. |
| HANKAM |
Sishankamrata |
Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Pasal 30 ayat 2). TNI/Polri kekuatan utama, Rakyat kekuatan pendukung. |
| LEMBAGA |
TNI (Tentara Nasional RI) |
Alat negara penjaga kedaulatan dari ancaman militer (Terdiri: AD, AL, AU). |
| LEMBAGA |
Polri (Polisi RI) |
Penegak hukum, pengayom, pelayan masyarakat, penjaga ketertiban (Lalu lintas, kriminal). |
| LEMBAGA |
BIN (Badan Intelijen Negara) |
Menyediakan informasi/analisis rahasia terkait potensi ancaman keamanan nasional. |
| LEMBAGA |
Kementerian Pertahanan |
Merumuskan kebijakan pertahanan dan pengadaan alutsista (senjata militer). |
| LEMBAGA |
BNPB |
Badan penanggulangan bencana alam, tanggap cepat darurat, mitigasi. |
| BELA NEGARA |
Bela Negara |
Sikap/tindakan warga yang dijiwai kecintaan pada NKRI berdasarkan Pancasila & UUD 1945. |
| BELA NEGARA |
Bentuk BN 1: PKn |
Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah untuk tanamkan cinta tanah air. |
| BELA NEGARA |
Bentuk BN 2: Latsarmil |
Pelatihan Dasar Kemiliteran bagi warga secara sukarela. |
| BELA NEGARA |
Bentuk BN 3: TNI |
Mengabdi secara langsung sebagai prajurit militer untuk negara. |
| BELA NEGARA |
Bentuk BN 4: Profesi |
Mengabdi lewat pekerjaan masing-masing (Contoh: Dokter, Tim SAR, Guru, Atlet). |
| BELA NEGARA |
Nilai Dasar Bela Negara |
Cinta tanah air, Sadar berbangsa bernegara, Yakin Pancasila sbg ideologi, Rela berkorban, Kemampuan awal BN. |
| HUB. INTERNASIONAL |
Hubungan Internasional |
Interaksi politik, ekonomi, sosial antarnegara (Bilateral, Regional, Multilateral). |
| ASAS HI |
Asas Kedaulatan |
Tiap negara berkuasa penuh atas wilayahnya tanpa campur tangan asing. |
| ASAS HI |
Asas Kesetaraan |
Semua negara besar/kecil kedudukannya sama ("satu negara, satu suara"). |
| ASAS HI |
Asas Teritorial |
Hukum negara berlaku mutlak bagi siapapun yang ada di dalam wilayah negara tersebut. |
| ASAS HI |
Asas Nonintervensi |
Tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri (politik/konflik internal) negara lain. |
| ASAS HI |
Pacta Sunt Servanda |
Prinsip Hukum Internasional: "Setiap perjanjian yang dibuat mengikat seperti undang-undang bagi yang membuatnya". |
| ORGANISASI HI |
PBB |
Perserikatan Bangsa-Bangsa (Masuk 1950). RI sering kirim Pasukan Perdamaian (Pasukan Garuda). |
| ORGANISASI HI |
ASEAN |
Organisasi Asia Tenggara (1967). RI sebagai pendiri, mediator konflik regional, sering jadi ketua. |
| ORGANISASI HI |
GNB (Non-Blok) |
RI sebagai pendiri (1961). Gerakan netral (tidak ikut Blok Barat/Timur saat Perang Dingin), dukung perdamaian. |
| ORGANISASI HI |
APEC |
Organisasi kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik. |
| ORGANISASI HI |
OKI |
Organisasi Kerja Sama Islam. RI wakili suara muslim dunia, memfasilitasi dialog (Misal: Konflik Filipina-MNLF). |
| ORGANISASI HI |
G20 |
Kumpulan 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. RI dukung ekonomi inklusif. |
| ORGANISASI HI |
WTO |
Organisasi Perdagangan Dunia. Mengatur sistem perdagangan global yang bebas dan adil. |
| PANCASILA |
Sila 1 di Pembangunan |
Pembangunan berbasis nilai moral, toleransi beragama, dan spiritualitas bangsa. |
| PANCASILA |
Sila 2 di Pembangunan |
Pembangunan yang melindungi HAM, anti-kekerasan, beradab, dan mensejahterakan manusia. |
| PANCASILA |
Sila 3 di Pembangunan |
Pembangunan yang memperkuat identitas nasional, mencegah separatisme, menumbuhkan gotong royong. |
| PANCASILA |
Sila 4 di Pembangunan |
Pembangunan yang demokratis, musyawarah mufakat, responsif terhadap aspirasi rakyat, anti-korupsi. |
| PANCASILA |
Sila 5 di Pembangunan |
Pembangunan ekonomi inklusif, subsidi silang (BPJS), buka lapangan kerja, pengentasan kemiskinan. |