| STRUKTUR BUMI |
Kerak Bumi |
Lapisan terluar dan paling atas dari bumi tempat kita berpijak. Dibagi dua: kerak benua dan kerak samudra. |
| STRUKTUR BUMI |
Kerak Benua |
Kerak tebal (20-70 km), tua, tersusun dari batuan granit & sedimen. Didominasi zat Silisium & Aluminium (SiAl). |
| STRUKTUR BUMI |
Kerak Samudra |
Kerak tipis (5-10 km) di dasar laut, berumur muda, tersusun dari batuan basaltis. Kaya zat Silisium & Magnesium (SiMa). |
| STRUKTUR BUMI |
Mantel Bumi |
Lapisan di bawah kerak bumi yang kaya magnesium dan silikon. Sangat tebal dengan suhu 1.300°–3.000° C. |
| STRUKTUR BUMI |
Inti Bumi (Barisfer) |
Lapisan terdalam bumi yang didominasi unsur besi dan nikel. Terdiri dari inti luar (cair) dan inti dalam (padat). |
| STRUKTUR BUMI |
Litosfer |
Gabungan lapisan kerak bumi dan bagian atas mantel bumi. Artinya "lapisan batuan". |
| BATUAN |
Batuan Beku |
Batuan yang terbentuk langsung dari cairan magma yang mendingin lalu membeku. |
| BATUAN |
Beku Plutonik (Dalam) |
Magma yang membeku jauh di dalam bumi dengan proses sangat lambat. Contoh: Granit. |
| BATUAN |
Beku Korok / Gang |
Magma yang membeku di celah-celah / rekahan retakan kerak bumi. |
| BATUAN |
Beku Vulkanik (Luar) |
Magma yang membeku dengan cepat setelah keluar ke permukaan bumi. Contoh: Andesit, Obsidian. |
| BATUAN |
Batuan Sedimen |
Batuan hasil pelapukan dan erosi yang terbawa angin/air, lalu mengendap dan memadat. |
| BATUAN |
Sedimen Klastik/Fisik |
Endapan pecahan batuan yang tidak larut, tanpa mengubah susunan kimianya. Contoh: Konglomerat, Breksi, Pasir. |
| BATUAN |
Sedimen Kimiawi |
Endapan material yang larut dan terbentuk melalui proses kimiawi. Contoh: Gipsum, Stalaktit. |
| BATUAN |
Sedimen Organik |
Endapan yang berasal dari sisa tubuh makhluk hidup (hewan/tumbuhan). Contoh: Batu bara, Batu karang. |
| BATUAN |
Batuan Metamorf |
Batuan yang berubah sifat fisik dan kimia dari batuan asal akibat suhu dan tekanan yang sangat ekstrem. |
| BATUAN |
Metamorf Regional |
Batuan malihan akibat suhu & tekanan tinggi karena pergeseran lempeng tektonik yang luas. Contoh: Batu kuarsa. |
| BATUAN |
Metamorf Dinamik |
Batuan malihan akibat tekanan gesekan patahan tektonik tanpa disertai suhu tinggi. Contoh: Batu sabak (batu tulis). |
| BATUAN |
Metamorf Termal/Kontak |
Batuan malihan akibat persentuhan/intrusi langsung dengan magma yang sangat panas. Contoh: Marmer. |
| BATUAN |
Siklus Batuan |
Proses putaran batuan: Magma -> Beku -> Pelapukan -> Sedimen -> Tekanan -> Metamorf -> Meleleh jadi Magma lagi. |
| TEKTONISME |
Tenaga Endogen |
Tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari DALAM bumi (sifatnya membangun/mengangkat). |
| TEKTONISME |
Tektonisme (Diatropisme) |
Tenaga endogen penyebab pergeseran letak (dislokasi) dan perubahan bentuk (deformasi) lapisan kerak bumi. |
| TEKTONISME |
Gerak Epirogenetik |
Gerak pergeseran lempeng tektonik yang sangat lambat dan arealnya sangat luas. |
| TEKTONISME |
Epirogenetik Positif |
Daratan bergerak turun, sehingga seolah-olah permukaan air laut terlihat naik. |
| TEKTONISME |
Epirogenetik Negatif |
Daratan bergerak naik, sehingga seolah-olah permukaan air laut terlihat menyusut/turun. |
| TEKTONISME |
Gerak Orogenetik |
Gerak tektonik pembentuk pegunungan yang relatif cepat pada areal yang sempit. Menghasilkan lipatan & patahan. |
| TEKTONISME |
Lipatan |
Lapisan kulit bumi yang berkerut/melengkung karena dorongan horizontal/vertikal. |
| TEKTONISME |
Antiklinal & Sinklinal |
Antiklinal = Punggung/puncak lipatan (bukit). Sinklinal = Lembah lipatan (cekungan). |
| TEKTONISME |
Patahan |
Lapisan kulit bumi yang retak atau patah, lapisan batuannya terpisah/bergeser. |
| TEKTONISME |
Graben & Horst |
Graben = Bagian patahan yang ambles/turun. Horst = Bagian patahan yang menonjol/naik. |
| VULKANISME |
Vulkanisme |
Semua peristiwa naiknya magma dari astenosfer ke atas menyusup ke litosfer atau ke permukaan bumi. |
| VULKANISME |
Intrusi Magma |
Penerobosan magma di celah lapisan batuan tapi TIDAK SAMPAI ke permukaan bumi. |
| VULKANISME |
Sill |
Intrusi magma berbentuk pelat tipis yang menyisip mendatar sejajar di antara lapisan batuan. |
| VULKANISME |
Lakolit |
Intrusi magma yang mendorong lapisan di atasnya menjadi cembung, tapi dasarnya tetap datar. |
| VULKANISME |
Batolit |
Batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma yang sangat besar. |
| VULKANISME |
Diatrema |
Pipa intrusi silinder dari dapur magma hingga menembus ke permukaan bumi. |
| VULKANISME |
Dike (Korok) |
Intrusi magma yang memotong secara tegak lurus/miring menembus lapisan litosfer. |
| VULKANISME |
Ekstrusi Magma (Erupsi) |
Pergerakan magma yang berhasil keluar memuntahkan material ke atas permukaan bumi. |
| VULKANISME |
Erupsi Eksplosif |
Letusan ledakan dahsyat yang menyemburkan material padat (bom, lapili, kerikil, debu). |
| VULKANISME |
Erupsi Efusif |
Erupsi lemah berupa lelehan cairan lava pijar yang mengalir perlahan di lereng gunung. |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe Hawaii |
Letusan lava cair berviskositas rendah (encer), tekanannya kecil. Membentuk gunung api perisai/landai. |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe Stromboli |
Letusan dengan interval waktu teratur terus-menerus. Tekanan gas kecil. (Contoh: Gn. Raung). |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe Volkano |
Letusan beragam (bisa padat/cair), kedalaman dapur magma bervariasi. (Contoh: Gn. Semeru). |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe Pelee |
Letusan akibat sumbatan lava kental menyerupai jarum di puncak, lalu disusul ledakan dahsyat mendadak. |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe Merapi |
Sumbatan lava kental di puncak pecah menghasilkan awan panas yang mematikan (wedhus gembel). |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe St. Vincent |
Dapur magma dangkal dengan lava kental dan intensitas ledakan sangat tinggi. Membentuk kerucut/stratovulkan. |
| TIPE LETUSAN API |
Tipe Perret (Plinian) |
Letusan gas bertekanan super tinggi yang dapat menghancurkan puncak gunung membentuk kaldera (Krakatau 1883). |
| GUNUNG API |
Gunung Api Tipe A |
Gunung aktif yang tercatat pernah mengalami erupsi magmatik minimal 1 kali sesudah tahun 1600. |
| GUNUNG API |
Gunung Api Tipe B |
Gunung yang pasif (belum pernah meletus lagi sejak 1600), namun masih memiliki gejala aktif (seperti solfatara). |
| GUNUNG API |
Gunung Api Tipe C |
Sejarah letusan manusianya tak diketahui, namun punya tanda-tanda pernah aktif di masa lampau (ada fumarol). |
| GUNUNG API |
Gejala Pascavulkanik |
Gejala susulan pasca-erupsi: munculnya mata air panas, geiser, atau semburan gas (ekshalasi). |
| GUNUNG API |
Geiser |
Semburan air panas ke udara dari dalam bumi yang terjadi secara berkala/periodik. |
| SEISME (GEMPA) |
Seisme |
Getaran pada permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari litosfer. |
| SEISME (GEMPA) |
Gempa Tektonik |
Gempa paling bahaya yang terjadi akibat pergeseran, patahan, atau tumbukan lempeng tektonik. |
| SEISME (GEMPA) |
Gempa Vulkanik |
Gempa lokal yang terjadi sebelum, saat, atau sesudah gunung api meletus (aktivitas magma). |
| SEISME (GEMPA) |
Gempa Runtuhan |
Gempa lokal akibat runtuhnya material, misalnya gua kapur, lereng, atau kawasan pertambangan. |
| SEISME (GEMPA) |
Tsunami |
Gelombang ombak raksasa yang tercipta akibat gempa tektonik dangkal vertikal di dasar lautan. |
| TENAGA EKSOGEN |
Tenaga Eksogen |
Tenaga perombak dari LUAR bumi (sinar matahari, air, angin, es) yang merusak/meratakan muka bumi. |
| TENAGA EKSOGEN |
Pelapukan Mekanik (Fisik) |
Hancurnya batuan menjadi bongkahan lebih kecil murni karena faktor suhu atau air membeku, tanpa mengubah unsur kimia. |
| TENAGA EKSOGEN |
Pelapukan Kimiawi |
Hancurnya batuan disertai dengan perubahan komposisi unsur kimianya (seperti proses oksidasi & hidrasi air). |
| TENAGA EKSOGEN |
Pelapukan Organik |
Penghancuran batuan oleh aktivitas makhluk hidup (contoh: akar pohon yang merusak batu, bakteri, lumut). |
| EROSI |
Erosi (Pengikisan) |
Proses pemindahan/pengikisan tanah dan batuan dari satu tempat ke tempat lain oleh agen air, angin, atau es. |
| EROSI |
Erosi Percik |
Erosi tahap awal, partikel tanah tercungkil akibat pukulan/percikan tetesan air hujan langsung. |
| EROSI |
Erosi Lembar |
Pengikisan lapisan atas tanah secara merata yang membuat tanah kehilangan humus dan berwarna pucat. |
| EROSI |
Erosi Alur |
Aliran air yang mengalir terus menerus hingga membentuk alur-alur kikisan yang searah dengan lereng. |
| EROSI |
Erosi Parit / Gully |
Alur air berkembang menjadi parit-parit dalam membentuk huruf U atau V di lereng curam vegetasi sedikit. |
| EROSI |
Erosi Angin (Deflasi) |
Pengikisan material batuan oleh sapuan badai pasir/angin kencang (banyak terjadi di iklim gurun kering). |
| EROSI |
Abrasi |
Pengikisan garis pantai yang diakibatkan oleh hantaman ombak dan gelombang air laut. |
| EROSI |
Erosi Glasial |
Pengikisan yang terjadi akibat pergerakan massa es (gletser) berat yang meluncur di daerah kutub/puncak gunung. |
| SEDIMENTASI |
Sedimentasi Fluvial |
Material tererosi yang diendapkan oleh aliran air sungai. (Menghasilkan bentang alam Kipas Aluvial / delta). |
| SEDIMENTASI |
Sedimentasi Aeolis |
Pengendapan partikel pasir yang terbawa oleh angin. (Menghasilkan bentang alam Gumuk Pasir di darat/pantai). |
| SEDIMENTASI |
Sedimentasi Marine |
Pengendapan puing-puing abrasi oleh tenaga gelombang/arus laut. |
| SEDIMENTASI |
Bar & Tombolo |
Bar: Gosong pasir memanjang di lepas pantai. Tombolo: Gundukan pasir yang menjembatani pulau kecil dengan daratan utama pantai. |
| TANAH (PEDOSFER) |
Regolit |
Butiran-butiran batuan halus hasil pelapukan; cikal bakal yang kelak berubah menjadi tanah. |
| TANAH (PEDOSFER) |
Keasaman (pH) Tanah |
Indikator asam basa. Tanah paling subur dan cocok untuk tanaman memiliki pH netral antara 6,0 - 7,0. |
| TANAH (PEDOSFER) |
Tekstur Tanah |
Ukuran/perbandingan kasar-halusnya butiran penyusun tanah (Pasir, Lempung/liat, dan Debu). |
| TANAH (PEDOSFER) |
Struktur Tanah |
Bentuk ikatan butir-butir tanah yang saling menggumpal (Granular, kubus, lempeng, remah, prisma). |
| TANAH (PEDOSFER) |
Permeabilitas |
Kemampuan / kecepatan tanah dalam menyerap dan meloloskan air yang melewatinya. |
| TANAH (PEDOSFER) |
Konsistensi |
Tingkat kelunakan atau kekerasan tanah ketika dalam kondisi basah, lembap, atau kering (gembur, teguh, keras). |
| HORIZON TANAH |
Horizon O (Organik) |
Lapisan tanah teratas yang berisi tumpukan materi organik (humus) dedaunan, sisa hewan, warna sangat gelap. |
| HORIZON TANAH |
Horizon A (Topsoil) |
Lapisan bawahnya yang gelap (humus + mineral). Tempat hidup akar. Mengalami proses pencucian (eluviasi). |
| HORIZON TANAH |
Horizon E |
Lapisan berwarna lebih terang akibat pencucian zat hara (eluviasi) yang sangat ekstrem oleh air. |
| HORIZON TANAH |
Horizon B (Subsoil) |
Lapisan tempat terkumpul/mengendapnya bahan-bahan hasil pencucian dari lapisan di atasnya (iluviasi). |
| HORIZON TANAH |
Horizon C |
Lapisan material sedimen batuan induk yang baru setengah lapuk, bahan organik sudah sangat sedikit. |
| HORIZON TANAH |
Horizon R/D (Bedrock) |
Batuan induk asli/dasar yang masih utuh keras, rapat, dan sama sekali belum lapuk. |
| JENIS TANAH |
Regosol |
Tanah vulkanis abu gunung berapi butir kasar (kelabu-kuning), subur cocok untuk tembakau/palawija. |
| JENIS TANAH |
Andosol |
Tanah vulkanis butir halus tidak mudah tertiup angin (abu-abu), sangat subur untuk pertanian daerah sejuk. |
| JENIS TANAH |
Aluvial |
Tanah dari lumpur endapan aliran sungai, terdapat di hampir seluruh muara/tepi sungai Indonesia (sangat subur). |
| JENIS TANAH |
Gambut (Orgasonol) |
Tanah hitam berair dari endapan rawa busuk. Asam tinggi, miskin hara, drainase jelek. (Sering di Kalimantan/Sumatra). |
| JENIS TANAH |
Kapur (Terarosa) |
Tanah sisa pelapukan batuan endapan gamping/karst. Kurang subur, cocok ditanami jati/palawija keras. |
| JENIS TANAH |
Litosol |
Tanah purba berbatu, lapisannya sangat tipis di lereng gunung. Sangat miskin hara, sulit ditanami. |
| JENIS TANAH |
Latosol |
Tanah vulkanis tua warna merah. Unsur haranya lumayan rendah, sangat rentan/cocok untuk akar hutan tropis lebat. |
| JENIS TANAH |
Podsol (Pucat) |
Tanah pucat di daerah pegunungan hujan tinggi suhu rendah. Sangat miskin zat hara, banyak untuk kelapa sawit. |
| JENIS TANAH |
Laterit |
Tanah tandus kemerahan bekas cucian hujan deras menahun. Semua unsur hara hilang, tersisa Aluminium dan Besi. |
| JENIS TANAH |
Humus |
Tanah dari pelapukan pembusukan sisa hutan lebat, berwarna hitam dan luar biasa sangat subur. |
| KONSERVASI TANAH |
Metode Vegetatif |
Teknik mencegah erosi tanah dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan (menghalangi air langsung). |
| KONSERVASI TANAH |
Reboisasi |
Penanaman kembali pepohonan di kawasan hutan yang sudah gundul agar tanah tidak longsor. |
| KONSERVASI TANAH |
Contour Strip Cropping |
Bercocok tanam membuat setrip-setrip barisan tanaman berselang-seling menyusuri garis kontur lereng. |
| KONSERVASI TANAH |
Crop Rotation |
Bergantian/rotasi menanam berbagai jenis tanaman yang berbeda pada satu lahan agar unsur hara tanah tidak cepat habis. |
| KONSERVASI TANAH |
Metode Kimia |
Memanfaatkan obat bahan kimia (soil conditioner) untuk memantapkan struktur gumpalan tanah agar tahan erosi. |
| KONSERVASI TANAH |
Metode Mekanik |
Memodifikasi struktur fisik/bentuk tanah untuk memperlambat laju larian air permukaan agar tak mengikis tanah. |
| KONSERVASI TANAH |
Contour Plowing |
Membajak sawah secara memanjang mengikuti arah garis horisontal (kontur) agar tercipta tanggul air alami. |
| KONSERVASI TANAH |
Guludan / Pematang |
Tumpukan/bukitan tanah kecil memanjang searah kontur untuk menjebak laju air dan erosi. |
| KONSERVASI TANAH |
Terasering (Sengkedan) |
Merombak lahan perbukitan miring menjadi berundak-undak bertingkat seperti anak tangga penahan laju air. |