Versi Normal BAB4GEO
25 visibility 0 comment

Type Term Definition
STRUKTUR BUMI Kerak Bumi Lapisan terluar dan paling atas dari bumi tempat kita berpijak. Dibagi dua: kerak benua dan kerak samudra.
STRUKTUR BUMI Kerak Benua Kerak tebal (20-70 km), tua, tersusun dari batuan granit & sedimen. Didominasi zat Silisium & Aluminium (SiAl).
STRUKTUR BUMI Kerak Samudra Kerak tipis (5-10 km) di dasar laut, berumur muda, tersusun dari batuan basaltis. Kaya zat Silisium & Magnesium (SiMa).
STRUKTUR BUMI Mantel Bumi Lapisan di bawah kerak bumi yang kaya magnesium dan silikon. Sangat tebal dengan suhu 1.300°–3.000° C.
STRUKTUR BUMI Inti Bumi (Barisfer) Lapisan terdalam bumi yang didominasi unsur besi dan nikel. Terdiri dari inti luar (cair) dan inti dalam (padat).
STRUKTUR BUMI Litosfer Gabungan lapisan kerak bumi dan bagian atas mantel bumi. Artinya "lapisan batuan".
BATUAN Batuan Beku Batuan yang terbentuk langsung dari cairan magma yang mendingin lalu membeku.
BATUAN Beku Plutonik (Dalam) Magma yang membeku jauh di dalam bumi dengan proses sangat lambat. Contoh: Granit.
BATUAN Beku Korok / Gang Magma yang membeku di celah-celah / rekahan retakan kerak bumi.
BATUAN Beku Vulkanik (Luar) Magma yang membeku dengan cepat setelah keluar ke permukaan bumi. Contoh: Andesit, Obsidian.
BATUAN Batuan Sedimen Batuan hasil pelapukan dan erosi yang terbawa angin/air, lalu mengendap dan memadat.
BATUAN Sedimen Klastik/Fisik Endapan pecahan batuan yang tidak larut, tanpa mengubah susunan kimianya. Contoh: Konglomerat, Breksi, Pasir.
BATUAN Sedimen Kimiawi Endapan material yang larut dan terbentuk melalui proses kimiawi. Contoh: Gipsum, Stalaktit.
BATUAN Sedimen Organik Endapan yang berasal dari sisa tubuh makhluk hidup (hewan/tumbuhan). Contoh: Batu bara, Batu karang.
BATUAN Batuan Metamorf Batuan yang berubah sifat fisik dan kimia dari batuan asal akibat suhu dan tekanan yang sangat ekstrem.
BATUAN Metamorf Regional Batuan malihan akibat suhu & tekanan tinggi karena pergeseran lempeng tektonik yang luas. Contoh: Batu kuarsa.
BATUAN Metamorf Dinamik Batuan malihan akibat tekanan gesekan patahan tektonik tanpa disertai suhu tinggi. Contoh: Batu sabak (batu tulis).
BATUAN Metamorf Termal/Kontak Batuan malihan akibat persentuhan/intrusi langsung dengan magma yang sangat panas. Contoh: Marmer.
BATUAN Siklus Batuan Proses putaran batuan: Magma -> Beku -> Pelapukan -> Sedimen -> Tekanan -> Metamorf -> Meleleh jadi Magma lagi.
TEKTONISME Tenaga Endogen Tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari DALAM bumi (sifatnya membangun/mengangkat).
TEKTONISME Tektonisme (Diatropisme) Tenaga endogen penyebab pergeseran letak (dislokasi) dan perubahan bentuk (deformasi) lapisan kerak bumi.
TEKTONISME Gerak Epirogenetik Gerak pergeseran lempeng tektonik yang sangat lambat dan arealnya sangat luas.
TEKTONISME Epirogenetik Positif Daratan bergerak turun, sehingga seolah-olah permukaan air laut terlihat naik.
TEKTONISME Epirogenetik Negatif Daratan bergerak naik, sehingga seolah-olah permukaan air laut terlihat menyusut/turun.
TEKTONISME Gerak Orogenetik Gerak tektonik pembentuk pegunungan yang relatif cepat pada areal yang sempit. Menghasilkan lipatan & patahan.
TEKTONISME Lipatan Lapisan kulit bumi yang berkerut/melengkung karena dorongan horizontal/vertikal.
TEKTONISME Antiklinal & Sinklinal Antiklinal = Punggung/puncak lipatan (bukit). Sinklinal = Lembah lipatan (cekungan).
TEKTONISME Patahan Lapisan kulit bumi yang retak atau patah, lapisan batuannya terpisah/bergeser.
TEKTONISME Graben & Horst Graben = Bagian patahan yang ambles/turun. Horst = Bagian patahan yang menonjol/naik.
VULKANISME Vulkanisme Semua peristiwa naiknya magma dari astenosfer ke atas menyusup ke litosfer atau ke permukaan bumi.
VULKANISME Intrusi Magma Penerobosan magma di celah lapisan batuan tapi TIDAK SAMPAI ke permukaan bumi.
VULKANISME Sill Intrusi magma berbentuk pelat tipis yang menyisip mendatar sejajar di antara lapisan batuan.
VULKANISME Lakolit Intrusi magma yang mendorong lapisan di atasnya menjadi cembung, tapi dasarnya tetap datar.
VULKANISME Batolit Batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma yang sangat besar.
VULKANISME Diatrema Pipa intrusi silinder dari dapur magma hingga menembus ke permukaan bumi.
VULKANISME Dike (Korok) Intrusi magma yang memotong secara tegak lurus/miring menembus lapisan litosfer.
VULKANISME Ekstrusi Magma (Erupsi) Pergerakan magma yang berhasil keluar memuntahkan material ke atas permukaan bumi.
VULKANISME Erupsi Eksplosif Letusan ledakan dahsyat yang menyemburkan material padat (bom, lapili, kerikil, debu).
VULKANISME Erupsi Efusif Erupsi lemah berupa lelehan cairan lava pijar yang mengalir perlahan di lereng gunung.
TIPE LETUSAN API Tipe Hawaii Letusan lava cair berviskositas rendah (encer), tekanannya kecil. Membentuk gunung api perisai/landai.
TIPE LETUSAN API Tipe Stromboli Letusan dengan interval waktu teratur terus-menerus. Tekanan gas kecil. (Contoh: Gn. Raung).
TIPE LETUSAN API Tipe Volkano Letusan beragam (bisa padat/cair), kedalaman dapur magma bervariasi. (Contoh: Gn. Semeru).
TIPE LETUSAN API Tipe Pelee Letusan akibat sumbatan lava kental menyerupai jarum di puncak, lalu disusul ledakan dahsyat mendadak.
TIPE LETUSAN API Tipe Merapi Sumbatan lava kental di puncak pecah menghasilkan awan panas yang mematikan (wedhus gembel).
TIPE LETUSAN API Tipe St. Vincent Dapur magma dangkal dengan lava kental dan intensitas ledakan sangat tinggi. Membentuk kerucut/stratovulkan.
TIPE LETUSAN API Tipe Perret (Plinian) Letusan gas bertekanan super tinggi yang dapat menghancurkan puncak gunung membentuk kaldera (Krakatau 1883).
GUNUNG API Gunung Api Tipe A Gunung aktif yang tercatat pernah mengalami erupsi magmatik minimal 1 kali sesudah tahun 1600.
GUNUNG API Gunung Api Tipe B Gunung yang pasif (belum pernah meletus lagi sejak 1600), namun masih memiliki gejala aktif (seperti solfatara).
GUNUNG API Gunung Api Tipe C Sejarah letusan manusianya tak diketahui, namun punya tanda-tanda pernah aktif di masa lampau (ada fumarol).
GUNUNG API Gejala Pascavulkanik Gejala susulan pasca-erupsi: munculnya mata air panas, geiser, atau semburan gas (ekshalasi).
GUNUNG API Geiser Semburan air panas ke udara dari dalam bumi yang terjadi secara berkala/periodik.
SEISME (GEMPA) Seisme Getaran pada permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari litosfer.
SEISME (GEMPA) Gempa Tektonik Gempa paling bahaya yang terjadi akibat pergeseran, patahan, atau tumbukan lempeng tektonik.
SEISME (GEMPA) Gempa Vulkanik Gempa lokal yang terjadi sebelum, saat, atau sesudah gunung api meletus (aktivitas magma).
SEISME (GEMPA) Gempa Runtuhan Gempa lokal akibat runtuhnya material, misalnya gua kapur, lereng, atau kawasan pertambangan.
SEISME (GEMPA) Tsunami Gelombang ombak raksasa yang tercipta akibat gempa tektonik dangkal vertikal di dasar lautan.
TENAGA EKSOGEN Tenaga Eksogen Tenaga perombak dari LUAR bumi (sinar matahari, air, angin, es) yang merusak/meratakan muka bumi.
TENAGA EKSOGEN Pelapukan Mekanik (Fisik) Hancurnya batuan menjadi bongkahan lebih kecil murni karena faktor suhu atau air membeku, tanpa mengubah unsur kimia.
TENAGA EKSOGEN Pelapukan Kimiawi Hancurnya batuan disertai dengan perubahan komposisi unsur kimianya (seperti proses oksidasi & hidrasi air).
TENAGA EKSOGEN Pelapukan Organik Penghancuran batuan oleh aktivitas makhluk hidup (contoh: akar pohon yang merusak batu, bakteri, lumut).
EROSI Erosi (Pengikisan) Proses pemindahan/pengikisan tanah dan batuan dari satu tempat ke tempat lain oleh agen air, angin, atau es.
EROSI Erosi Percik Erosi tahap awal, partikel tanah tercungkil akibat pukulan/percikan tetesan air hujan langsung.
EROSI Erosi Lembar Pengikisan lapisan atas tanah secara merata yang membuat tanah kehilangan humus dan berwarna pucat.
EROSI Erosi Alur Aliran air yang mengalir terus menerus hingga membentuk alur-alur kikisan yang searah dengan lereng.
EROSI Erosi Parit / Gully Alur air berkembang menjadi parit-parit dalam membentuk huruf U atau V di lereng curam vegetasi sedikit.
EROSI Erosi Angin (Deflasi) Pengikisan material batuan oleh sapuan badai pasir/angin kencang (banyak terjadi di iklim gurun kering).
EROSI Abrasi Pengikisan garis pantai yang diakibatkan oleh hantaman ombak dan gelombang air laut.
EROSI Erosi Glasial Pengikisan yang terjadi akibat pergerakan massa es (gletser) berat yang meluncur di daerah kutub/puncak gunung.
SEDIMENTASI Sedimentasi Fluvial Material tererosi yang diendapkan oleh aliran air sungai. (Menghasilkan bentang alam Kipas Aluvial / delta).
SEDIMENTASI Sedimentasi Aeolis Pengendapan partikel pasir yang terbawa oleh angin. (Menghasilkan bentang alam Gumuk Pasir di darat/pantai).
SEDIMENTASI Sedimentasi Marine Pengendapan puing-puing abrasi oleh tenaga gelombang/arus laut.
SEDIMENTASI Bar & Tombolo Bar: Gosong pasir memanjang di lepas pantai. Tombolo: Gundukan pasir yang menjembatani pulau kecil dengan daratan utama pantai.
TANAH (PEDOSFER) Regolit Butiran-butiran batuan halus hasil pelapukan; cikal bakal yang kelak berubah menjadi tanah.
TANAH (PEDOSFER) Keasaman (pH) Tanah Indikator asam basa. Tanah paling subur dan cocok untuk tanaman memiliki pH netral antara 6,0 - 7,0.
TANAH (PEDOSFER) Tekstur Tanah Ukuran/perbandingan kasar-halusnya butiran penyusun tanah (Pasir, Lempung/liat, dan Debu).
TANAH (PEDOSFER) Struktur Tanah Bentuk ikatan butir-butir tanah yang saling menggumpal (Granular, kubus, lempeng, remah, prisma).
TANAH (PEDOSFER) Permeabilitas Kemampuan / kecepatan tanah dalam menyerap dan meloloskan air yang melewatinya.
TANAH (PEDOSFER) Konsistensi Tingkat kelunakan atau kekerasan tanah ketika dalam kondisi basah, lembap, atau kering (gembur, teguh, keras).
HORIZON TANAH Horizon O (Organik) Lapisan tanah teratas yang berisi tumpukan materi organik (humus) dedaunan, sisa hewan, warna sangat gelap.
HORIZON TANAH Horizon A (Topsoil) Lapisan bawahnya yang gelap (humus + mineral). Tempat hidup akar. Mengalami proses pencucian (eluviasi).
HORIZON TANAH Horizon E Lapisan berwarna lebih terang akibat pencucian zat hara (eluviasi) yang sangat ekstrem oleh air.
HORIZON TANAH Horizon B (Subsoil) Lapisan tempat terkumpul/mengendapnya bahan-bahan hasil pencucian dari lapisan di atasnya (iluviasi).
HORIZON TANAH Horizon C Lapisan material sedimen batuan induk yang baru setengah lapuk, bahan organik sudah sangat sedikit.
HORIZON TANAH Horizon R/D (Bedrock) Batuan induk asli/dasar yang masih utuh keras, rapat, dan sama sekali belum lapuk.
JENIS TANAH Regosol Tanah vulkanis abu gunung berapi butir kasar (kelabu-kuning), subur cocok untuk tembakau/palawija.
JENIS TANAH Andosol Tanah vulkanis butir halus tidak mudah tertiup angin (abu-abu), sangat subur untuk pertanian daerah sejuk.
JENIS TANAH Aluvial Tanah dari lumpur endapan aliran sungai, terdapat di hampir seluruh muara/tepi sungai Indonesia (sangat subur).
JENIS TANAH Gambut (Orgasonol) Tanah hitam berair dari endapan rawa busuk. Asam tinggi, miskin hara, drainase jelek. (Sering di Kalimantan/Sumatra).
JENIS TANAH Kapur (Terarosa) Tanah sisa pelapukan batuan endapan gamping/karst. Kurang subur, cocok ditanami jati/palawija keras.
JENIS TANAH Litosol Tanah purba berbatu, lapisannya sangat tipis di lereng gunung. Sangat miskin hara, sulit ditanami.
JENIS TANAH Latosol Tanah vulkanis tua warna merah. Unsur haranya lumayan rendah, sangat rentan/cocok untuk akar hutan tropis lebat.
JENIS TANAH Podsol (Pucat) Tanah pucat di daerah pegunungan hujan tinggi suhu rendah. Sangat miskin zat hara, banyak untuk kelapa sawit.
JENIS TANAH Laterit Tanah tandus kemerahan bekas cucian hujan deras menahun. Semua unsur hara hilang, tersisa Aluminium dan Besi.
JENIS TANAH Humus Tanah dari pelapukan pembusukan sisa hutan lebat, berwarna hitam dan luar biasa sangat subur.
KONSERVASI TANAH Metode Vegetatif Teknik mencegah erosi tanah dengan mengandalkan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan (menghalangi air langsung).
KONSERVASI TANAH Reboisasi Penanaman kembali pepohonan di kawasan hutan yang sudah gundul agar tanah tidak longsor.
KONSERVASI TANAH Contour Strip Cropping Bercocok tanam membuat setrip-setrip barisan tanaman berselang-seling menyusuri garis kontur lereng.
KONSERVASI TANAH Crop Rotation Bergantian/rotasi menanam berbagai jenis tanaman yang berbeda pada satu lahan agar unsur hara tanah tidak cepat habis.
KONSERVASI TANAH Metode Kimia Memanfaatkan obat bahan kimia (soil conditioner) untuk memantapkan struktur gumpalan tanah agar tahan erosi.
KONSERVASI TANAH Metode Mekanik Memodifikasi struktur fisik/bentuk tanah untuk memperlambat laju larian air permukaan agar tak mengikis tanah.
KONSERVASI TANAH Contour Plowing Membajak sawah secara memanjang mengikuti arah garis horisontal (kontur) agar tercipta tanggul air alami.
KONSERVASI TANAH Guludan / Pematang Tumpukan/bukitan tanah kecil memanjang searah kontur untuk menjebak laju air dan erosi.
KONSERVASI TANAH Terasering (Sengkedan) Merombak lahan perbukitan miring menjadi berundak-undak bertingkat seperti anak tangga penahan laju air.