Fikih: Ketentuan Muamalah dalam Islam
64 visibility 0 comment

Fikih MA Kelas X | Materi Ujian


Type Term Definition
AKAD Akad Transaksi/kesepakatan antara dua pihak (yang menyerahkan & yang menerima) terhadap suatu barang/benda. Contoh: jual beli, sewa, nikah.
AKAD Dasar Hukum Akad Q.S. Al-Mā'idah/5:1 — "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janjimu!" → melakukan akad hukumnya wajib.
AKAD Rukun Akad Ada 3: (1) 'Āqidain (dua pihak yang berakad), (2) Ṣīgah (ijab kabul), (3) Ma'qūd 'alaih (objek akad).
AKAD 'Āqidain Dua orang atau lebih yang melakukan akad/transaksi.
AKAD Ṣīgah Ijab kabul — ucapan serah terima dalam akad.
AKAD Ma'qūd 'alaih Sesuatu yang diakadkan (objek transaksi).
AKAD Syarat Pelaku Akad Harus berakal, balig, mumayiz, dan dibenarkan secara hukum untuk bertransaksi.
AKAD Syarat Barang Akad Barang harus bersih, bermanfaat, milik sendiri, dan diketahui keberadaannya.
AKAD Syarat Ṣīgah Dilakukan dalam satu majelis, ijab & kabul jelas, langsung (tidak boleh terputus).
AKAD Akad Lisan Akad dengan ucapan langsung dari kedua pihak.
AKAD Akad Tulisan Akad yang dilakukan secara tertulis, seperti perjanjian bermaterai atau akta notaris.
AKAD Akad Wakil Akad melalui utusan/wakil yang bertindak atas nama pemberi mandat.
AKAD Akad Isyārah Akad yang dilakukan dengan isyarat atau kode tertentu.
AKAD Akad Ta'āṭiy Akad saling memberikan tanpa tawar-menawar, sudah berjalan umum. Contoh: beli makan di warung.
AKAD Hikmah Akad Menimbulkan tanggung jawab, mencegah perselisihan, memperjelas kepemilikan harta, menimbulkan rasa aman & kepuasan kedua pihak.
IHYA'UL MAWAT Iḥyā'ul Mawāt Upaya membuka lahan baru (tanah mati/tak bertuan) agar menjadi produktif. Contoh: membuka hutan jadi lahan pertanian.
IHYA'UL MAWAT Hukum Iḥyā'ul Mawāt Mubah (boleh) — berdasarkan H.R. Abu Daud: "Barang siapa menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi haknya."
IHYA'UL MAWAT Syarat Membuka Lahan (1) Tanah hanya untuk keperluannya (jika lebih, orang lain boleh ambil sisa). (2) Ada kesanggupan & alat untuk meneruskannya, bukan sekadar menguasai.
IHYA'UL MAWAT Hikmah Iḥyā'ul Mawāt Mendorong kerja keras, menumbuhkan kemandirian, memanfaatkan potensi alam sebagai wujud syukur kepada Allah Swt.
JUAL BELI Jual Beli Transaksi tukar-menukar barang/harta yang mengakibatkan perpindahan hak milik sesuai syarat & rukun tertentu.
JUAL BELI Dasar Hukum Jual Beli Q.S. Al-Baqarah/2:275 — "Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."
JUAL BELI Rukun Jual Beli (1) Penjual, (2) Pembeli, (3) Barang/harta, (4) Alat bayar/uang, (5) Akad (ijab & kabul).
JUAL BELI Syarat Penjual & Pembeli Balig & berakal sehat, atas dasar suka sama suka (bukan paksaan), dan bersedia menyerahkan hartanya (tasaruf).
JUAL BELI Syarat Barang Suci/tidak najis, bermanfaat, bisa diserahkan, milik sendiri, diketahui jelas ukuran/bentuk/sifatnya, siap dibayarkan.
JUAL BELI Ijab Ucapan dari penjual yang menawarkan barang. Contoh: "Saya jual barang ini dengan harga sekian."
JUAL BELI Kabul Ucapan dari pembeli yang menerima/menyetujui. Contoh: "Saya terima/beli barang ini dengan harga sekian."
JUAL BELI Syarat Ṣīgah (Jual Beli) (1) Kabul sesuai ijab, (2) Ada kesepakatan pada barang & harganya. Jika tidak sepakat → akad tidak sah.
JUAL BELI Jual Beli Sah tapi Terlarang (1) Harga di atas/bawah pasar (mencegat penjual), (2) Membeli barang dalam proses tawar orang lain, (3) Menimbun barang, (4) Untuk maksiat, (5) Menipu, (6) Mengandung riba.
JUAL BELI Jual Beli Tidak Sah (1) Jual air mani hewan, (2) Jual anak ternak dalam kandungan, (3) Jual barang belum di tangan, (4) Jual benda najis/babi/bangkai, (5) Jual buah yang belum nyata buahnya.
JUAL BELI Hikmah Jual Beli Menghindari kepemilikan harta secara batil & riba, mendorong tolong-menolong, melaksanakan hukum halal, mendidik sikap tenggang rasa & jujur.
KHIYAR Khiyār Hak memilih antara melanjutkan atau membatalkan akad jual beli atas dasar pertimbangan matang. Tujuan: menghindari penyesalan.
KHIYAR Khiyār Majlis Penjual & pembeli boleh memilih lanjut/batal akad selama masih berada di tempat akad (belum berpisah).
KHIYAR Khiyār Syarat Khiyār yang dijadikan syarat saat akad — boleh memilih lanjut/batal selama persyaratan berlaku, paling lama 3 hari.
KHIYAR Khiyār 'Aibi (Cacat) Memilih lanjut/batal akad karena terbukti ada cacat pada barang yang dibeli.
KHIYAR Hikmah Khiyār Mendidik kehati-hatian, menghindari penipuan, mendidik kejujuran penjual, mencegah penyesalan di kemudian hari.
SALAM Salām Pembelian barang dengan pembayaran di muka (kontan), sedangkan barang diserahkan di kemudian hari.
SALAM Asal Kata Salām Dari at-taslīm (menyerahkan) dan semakna dengan as-salaf (memberikan sesuatu dengan harapan hasil di kemudian hari).
SALAM Risiko dalam Salām Risiko barang tetap pada penjual sampai waktu penyerahan. Pembeli berhak menolak jika tidak sesuai spesifikasi awal.
SALAM Rukun Salām (a) Pembeli (muslam), (b) Penjual (muslam ilaih), (c) Modal/uang (ra'sul māl), (d) Barang (muslam fīh).
SALAM Syarat Salām (1) Bayar di awal (kontan), (2) Barang memiliki kriteria jelas, (3) Kriteria disebutkan saat akad, (4) Ada tempo penyerahan, (5) Barang tersedia saat jatuh tempo, (6) Barang dijamin pengusaha.
HAJR Ḥajr Mencegah/menahan seseorang dari menggunakan hartanya karena suatu alasan tertentu. Orang yang dibatasi disebut mahjūr 'alaih.
HAJR Lawan Kata Ḥajr Al-iẓn = mengizinkan seseorang menggunakan hartanya.
HAJR Dasar Hukum Ḥajr Q.S. An-Nisā'/4:5 — Larangan menyerahkan harta kepada orang yang belum sempurna akalnya.
HAJR Tujuan Ḥajr (Kemaslahatan Bersama) (1) Orang yang utangnya melebihi hartanya, (2) Orang sakit parah (dilarang belanja > 1/3 harta), (3) Orang yang punya tanggungan, (4) Orang murtad.
HAJR Tujuan Ḥajr (Kemaslahatan Diri) (1) Anak kecil (hingga balig), (2) Orang gila (hingga sembuh), (3) Orang pemboros.
HAJR Hikmah Ḥajr Bukan paksaan, melainkan bentuk kasih sayang & kepedulian. Melatih hidup hemat, melindungi hak orang lain (zakat, infak, sedekah, pajak).
RIBA Riba Pengambilan tambahan/kelebihan secara batil dalam transaksi jual beli atau pinjam-meminjam yang bertentangan dengan prinsip muamalah Islam.
RIBA Hukum Riba Haram — berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan ijmak ulama. Q.S. Al-Baqarah/2:275.
RIBA Riba Faḍl Tukar-menukar dua barang sejenis tapi tidak sama ukurannya. Contoh: tukar 1 kg emas dengan 1,5 kg emas. Agar tidak riba: barang sama, timbangan sama, serah terima langsung.
RIBA Riba Nasi'ah Keuntungan dari pinjam-meminjam akibat keterlambatan waktu pembayaran. Contoh: jual 1 kg beras dengan 1,5 kg beras dibayar 2 bulan kemudian.
RIBA Riba Qard Meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan/tambahan dari peminjam. Contoh: pinjam Rp500.000 wajib kembalikan Rp550.000.
RIBA Riba Yad Riba akibat terpisahnya tempat akad sebelum serah terima barang, dan jumlah/kualitasnya tidak jelas. Contoh: jual kacang yang masih di dalam tanah.
RIBA Hikmah Dilarangnya Riba Menghindari tipu daya, melindungi harta sesama muslim, memotivasi investasi halal, menjauhkan dari kezaliman, membuka pintu kebaikan, menjaga praktik jual beli yang baik.
RANGKUMAN Akad Kesepakatan dua pihak terhadap sesuatu; berlaku pada jual beli, sewa-menyewa, dan pernikahan.
RANGKUMAN Iḥyā'ul Mawāt Membuka lahan tak bertuan selama mampu melakukannya; tujuannya menjadikan lahan produktif & bermanfaat.
RANGKUMAN Jual Beli Tukar-menukar barang/harta yang mengakibatkan perpindahan hak milik sesuai syarat & rukun.
RANGKUMAN Khiyār Memilih antara melanjutkan atau membatalkan akad jual beli atas pertimbangan matang dari penjual & pembeli.
RANGKUMAN Salām Pembelian barang dengan bayar di awal, penyerahan dilakukan kemudian hari.
RANGKUMAN Ḥajr Mencegah/menahan seseorang menggunakan hartanya demi kemaslahatan bersama.
RANGKUMAN Riba Pengambilan tambahan secara batil; dibagi menjadi riba faḍl, nasi'ah, qard, dan yad.

💡 Tips Belajar: Fokus pada definisi, contoh, dan hukum dari setiap istilah. Pelajari perbedaan antara Khiyār Majlis, Syarat, dan 'Aibi — sering keluar di soal!

Versi Dumb-it-down


Type Term Definition
AKAD Akad Perjanjian atau kesepakatan resmi antara dua pihak (contoh: jual beli, sewa, nikah).
AKAD Dasar Hukum Akad Hukum menepati akad itu wajib (Sesuai Q.S. Al-Mā'idah/5:1).
AKAD Rukun Akad Tiga hal wajib ada: (1) Orang yang transaksi, (2) Ucapan sepakat, (3) Barangnya.
AKAD 'Āqidain Orang-orang yang ikutan transaksi.
AKAD Ṣīgah Ucapan sepakat alias ijab kabul ("Saya jual ya", "Saya beli ya").
AKAD Ma'qūd 'alaih Barang yang lagi ditransaksikan.
AKAD Syarat Pelaku Akad Orangnya harus waras, sudah dewasa, dan sah secara hukum buat transaksi.
AKAD Syarat Barang Akad Barangnya harus suci, berguna, milik sendiri, dan jelas wujudnya.
AKAD Syarat Ṣīgah Ucapannya harus di satu tempat, jelas, dan nyambung (gak ditunda-tunda).
AKAD Akad Lisan Sepakat pakai omongan langsung.
AKAD Akad Tulisan Sepakat di atas kertas/tertulis (contoh: pakai materai).
AKAD Akad Wakil Sepakatnya diwakilin orang lain.
AKAD Akad Isyārah Sepakat pakai bahasa isyarat atau kode.
AKAD Akad Ta'āṭiy Langsung bayar dan ambil barang tanpa tawar-menawar atau ngomong (kayak jajan di swalayan/warung).
AKAD Hikmah Akad Biar sama-sama enak, gak berantem, dan status kepemilikan barangnya jelas.
IHYA'UL MAWAT Iḥyā'ul Mawāt Ngebuka lahan nganggur/hutan biar bisa dipakai dan jadi produktif.
IHYA'UL MAWAT Hukum Iḥyā'ul Mawāt Boleh (Mubah). Siapa yang ngebuka tanah mati, tanahnya sah jadi hak dia.
IHYA'UL MAWAT Syarat Membuka Lahan (1) Ambil luasnya seperlunya aja, (2) Beneran harus digarap/diurus, bukan cuma diaku-akuin doang.
IHYA'UL MAWAT Hikmah Iḥyā'ul Mawāt Bikin orang rajin, mandiri, dan alam jadi gak mubazir.
JUAL BELI Jual Beli Tukar uang sama barang sampai pindah hak milik dengan aturan tertentu.
JUAL BELI Dasar Hukum Jual Beli Halal, asalkan bukan riba (Sesuai Q.S. Al-Baqarah/2:275).
JUAL BELI Rukun Jual Beli Harus ada: Penjual, Pembeli, Barang, Uang, dan Kesepakatan.
JUAL BELI Syarat Penjual & Pembeli Harus dewasa, waras, sama-sama mau, dan gak dipaksa.
JUAL BELI Syarat Barang Barangnya halal, berguna, ada wujudnya, milik sendiri, dan bisa dikasih langsung.
JUAL BELI Ijab Ucapan "menawarkan" dari penjual (Contoh: "Saya jual hp ini sejuta ya").
JUAL BELI Kabul Ucapan "menerima" dari pembeli (Contoh: "Oke, saya beli hp ini sejuta").
JUAL BELI Syarat Ṣīgah (Jual Beli) Omongan jual dan belinya harus nyambung dan sepakat soal harga. Kalau gak sepakat, batal.
JUAL BELI Jual Beli Sah tapi Terlarang Boleh tapi dosa: Nimbun barang, nikung tawaran orang, nipu, atau sengaja buat maksiat.
JUAL BELI Jual Beli Tidak Sah Gak sah kalau: Jual barang najis, barang ghoib/gak jelas wujudnya, atau barang yang belum kita pegang.
JUAL BELI Hikmah Jual Beli Nyari harta pakai cara yang halal, jujur, dan saling ngebantu sesama.
KHIYAR Khiyār Hak buat milih mau lanjut beli atau batalin biar pembeli/penjual gak nyesel.
KHIYAR Khiyār Majlis Boleh batalin selama masih nongkrong di tempat transaksi (belum pisah tempat).
KHIYAR Khiyār Syarat Boleh batalin dalam batas waktu tertentu (maksimal 3 hari) sesuai perjanjian di awal.
KHIYAR Khiyār 'Aibi (Cacat) Boleh batalin transaksi kalau ternyata barangnya cacat/rusak.
KHIYAR Hikmah Khiyār Biar pembeli lebih teliti, penjual jujur, dan gak ada yang merasa ketipu.
SALAM Salām Sistem Pre-Order (PO). Bayar lunas sekarang, barangnya dikirim nanti.
SALAM Asal Kata Salām Artinya ngasih (uang) duluan buat dapet hasilnya di kemudian hari.
SALAM Risiko dalam Salām Kalau barang rusak sebelum dikirim, tanggung jawab penjual. Pembeli berhak nolak kalau barang gak sesuai pesanan.
SALAM Rukun Salām Harus ada: Pembeli, Penjual, Uang (dibayar lunas di depan), dan Barang (yang jelas detailnya).
SALAM Syarat Salām Bayar lunas di awal, detail kriteria barangnya sangat jelas, dan waktu pengirimannya pasti.
HAJR Ḥajr Ngeblokir/nahan harta seseorang biar dia gak bisa sembarangan pakai hartanya sendiri demi kebaikan.
HAJR Lawan Kata Ḥajr Al-iẓn = Ngebebasin dia buat bebas pakai hartanya lagi.
HAJR Dasar Hukum Ḥajr Dilarang ngasih harta ke orang yang belum pinter/waras ngurus duit (Q.S. An-Nisā'/4:5).
HAJR Tujuan Ḥajr (Kemaslahatan Bersama) Ngeblokir harta biar gak ngerugiin orang lain (contoh: hartanya disita buat bayar utangnya yang numpuk).
HAJR Tujuan Ḥajr (Kemaslahatan Diri) Ngeblokir harta buat ngelindungin dia sendiri (contoh: nahan harta anak kecil atau orang gila biar hartanya gak ludes).
HAJR Hikmah Ḥajr Bentuk kasih sayang biar gak bangkrut dan hak orang lain tetap aman.
RIBA Riba Ngambil keuntungan/tambahan secara licik (bunga/rentenir) di transaksi atau utang yang dilarang Islam.
RIBA Hukum Riba Mutlak HARAM (Gak boleh ditawar-tawar lagi).
RIBA Riba Faḍl Tukar barang sejenis tapi jumlahnya/timbangannya dibedain. Contoh: tukar emas 1 gram sama emas 1,5 gram.
RIBA Riba Nasi'ah Bunga utang gara-gara telat bayar. (Nunggak makin lama, bayar dendanya makin mahal).
RIBA Riba Qard Minjemin duit tapi dikasih syarat balikinnya harus dilebihin/ada bunga. (Pinjam 500rb disuruh balikin 550rb).
RIBA Riba Yad Transaksi gantung karena keburu pisah tempat sebelum serah terima kelar, jadi jumlah dan kualitas barang belum jelas.
RIBA Hikmah Dilarangnya Riba Biar gak ada orang yang diperas, dizalimi, dan transaksi ekonomi berjalan adil buat semua.
RANGKUMAN Akad Perjanjian resmi (buat jual-beli, sewa, atau nikah).
RANGKUMAN Iḥyā'ul Mawāt Buka lahan nganggur biar jadi berguna.
RANGKUMAN Jual Beli Tukar uang sama barang sampai sah ganti pemilik.
RANGKUMAN Khiyār Hak buat milih: jadi beli atau batalin.
RANGKUMAN Salām Sistem PO (Pre-Order): Bayar lunas di awal, barang dikirim nanti.
RANGKUMAN Ḥajr Nahan/ngeblokir harta orang biar gak dihambur-hamburkan secara merugikan.
RANGKUMAN Riba Ngambil untung/bunga utang secara licik (Haram).

💡 Tips Belajar: Fokus pada definisi, contoh, dan hukum dari setiap istilah. Pelajari perbedaan antara Khiyār Majlis, Syarat, dan 'Aibi — sering keluar di soal!