TABLE
| Type | Term | Definition |
|---|---|---|
| TEORI | Teori Gujarat | Islam masuk abad ke-13 dari pedagang Gujarat (India). Bukti: Batu nisan Malik Al-Saleh (1297) & catatan Marco Polo (1292). |
| TEORI | Teori Mekkah | Islam masuk abad ke-7 langsung dari Arab (Mekkah). Bukti: Permukiman Islam di Baros (Sumatra) tahun 674 & gelar Al-Malik raja Pasai. |
| TEORI | Teori Persia | Islam masuk abad ke-13 dari Persia (Iran). Bukti: Upacara Tabot (Bengkulu/Sumbar) memperingati cucu Nabi & kesamaan ajaran Tasawuf. |
| BUKTI SEJARAH | Makam Fatimah binti Maimun | Bukti Islam sudah ada sebelum abad 13 di Gresik, Jawa Timur (berangka tahun 1082 M). |
| BUKTI SEJARAH | Makam Tralaya | Kompleks makam Islam di Trowulan (ibu kota Majapahit). Membuktikan pada masa kejayaan Majapahit, sudah banyak keluarga keraton yang memeluk Islam. |
| BUKTI SEJARAH | Upacara Tabot / Tabuik | Tradisi di Bengkulu/Sumatra Barat (10 Muharam) yang mirip ritual di Persia, bukti pendukung Teori Persia. |
| SALURAN | Saluran Perdagangan | Metode penyebaran Islam pertama dan utama (abad 7-16) lewat interaksi saudagar Arab, Persia, Gujarat dengan penduduk pesisir. |
| SALURAN | Saluran Perkawinan | Penyebaran Islam lewat pernikahan saudagar/ulama dengan wanita pribumi (terutama putri bangsawan) yang disyaratkan masuk Islam dahulu. |
| SALURAN | Saluran Pendidikan | Penyebaran Islam melalui pondok pesantren yang didirikan ulama/wali untuk mendidik santri dari berbagai daerah. |
| SALURAN | Saluran Tasawuf | Ajaran ketuhanan yang bercampur dengan mistik/magis. Sangat mudah diterima karena cocok dengan pola pikir masyarakat Hindu-Buddha. |
| SALURAN | Saluran Kesenian | Dakwah lewat seni seperti wayang, gamelan, dan tembang. Contoh: Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. |
| TOKOH WALI | Sunan Gresik | Maulana Malik Ibrahim. Wali yang datang ke Jawa (1404 M), dianggap sebagai permulaan masuknya Islam di Jawa. |
| TOKOH WALI | Sunan Gunung Jati | Syarif Hidayatullah. Ulama yang menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon & Banten) sekaligus panglima perang Kesultanan Demak. |
| TOKOH WALI | Sunan Ampel | Raden Rahmat. Pendiri pesantren Ampel Denta (Surabaya) dan pemrakarsa pembangunan Masjid Agung Demak. |
| TOKOH WALI | Sunan Giri | Raden Paku. Pendiri pesantren Giri, santrinya banyak dari Maluku. Pencipta tembang Asmaradana dan Pucung. |
| TOKOH WALI | Sunan Kudus | Ja'far Shadiq. Ahli fikih. Menghormati Hindu dengan melarang penyembelihan sapi (hewan suci Hindu) dan arsitektur masjid mirip candi. |
| TOKOH WALI | Sunan Bonang | Raden Makdum Ibrahim. Seniman yang menciptakan alat musik bonang (gamelan) dan tembang Durma. |
| TOKOH WALI | Sunan Kalijaga | Raden Said. Menggunakan wayang kulit untuk dakwah Islam. Mengenalkan tradisi Sekaten dan Maulid Nabi di Jawa. |
| TOKOH WALI | Sunan Muria | Raden Umar Said. Suka berdakwah di daerah terpencil bergaul dengan rakyat jelata (petani/nelayan). Pencipta tembang Sinom. |
| TOKOH WALI | Sunan Drajat | Maunat Syarifuddin. Terkenal berjiwa sosial tinggi, sangat peduli pada kaum miskin/duafa. Pencipta gending Pangkur. |
| KERAJAAN | Samudra Pasai | Kerajaan Islam PERTAMA di Nusantara (Aceh, 1267 M). Letak strategis di Selat Malaka, menjadi pusat studi Islam (serambi Mekkah). |
| TOKOH | Meurah Silu | Pendiri dan raja pertama Samudra Pasai, bergelar Sultan Malik Al-Saleh. |
| ISTILAH | Deureuham (Dirham) | Mata uang resmi Kesultanan Samudra Pasai yang terbuat dari emas murni. |
| SUMBER SEJARAH | Berita Ibnu Batutah | Musafir Maroko (1345) yang menyebut Pasai sebagai kota besar yang indah, bermazhab Syafi'i, dan pusat studi Islam Asia Tenggara. |
| KERAJAAN | Kesultanan Aceh | Berdiri 1496 M di atas puing kerajaan Hindu. Menggantikan peran Malaka & Pasai yang jatuh ke tangan Portugis. |
| TOKOH | Ali Mughayat Syah | Sultan pertama sekaligus pendiri Kesultanan Aceh. |
| TOKOH | Sultan Iskandar Muda | Sultan yang membawa Aceh mencapai puncak kejayaan, militer sangat kuat, menguasai monopoli lada di Semenanjung Malaya. |
| TOKOH | Sultan Iskandar Tsani | Pengganti Iskandar Muda. Pada masanya sastra Islam berkembang pesat berkat ulama Nuruddin ar-Raniri. |
| ISTILAH | Adat Makuta Alam | Undang-undang Kesultanan Aceh berhuruf Arab Melayu yang disusun pada masa Iskandar Muda. |
| SASTRA | Bustanussalatin | Kitab karya Nuruddin ar-Raniri ("Taman Raja-raja") yang berisi silsilah sultan Aceh dan adat istiadat kerajaan. |
| SOSIAL | Teuku & Tengku | Gelar bangsawan Aceh (Teuku) dan gelar ulama Aceh (Tengku) yang sering bersaing memperebutkan pengaruh masyarakat. |
| KERAJAAN | Kesultanan Demak | Kesultanan Islam PERTAMA di Pulau Jawa (1500 M). Pelopor penyebaran agama Islam di Jawa dengan dukungan Wali Songo. |
| TOKOH | Raden Patah | Pendiri Demak. Merupakan putra dari Brawijaya V (raja terakhir Majapahit) dengan putri Campa. |
| LOKASI | Hutan Glagahwangi (Bintara) | Hutan yang dibuka Raden Patah menjadi pesantren, yang kemudian berkembang maju menjadi pusat Kesultanan Demak. |
| TOKOH | Pati Unus | Sultan Demak kedua, dijuluki "Pangeran Sabrang Lor" karena keberaniannya menyeberangi Laut Jawa menyerang Portugis di Malaka (1513 & 1521). |
| TOKOH | Sultan Trenggana | Sultan yang membawa Demak ke masa kejayaan dan memperluas kekuasaan hingga Jawa Barat & Timur. |
| PERISTIWA | Perebutan Takhta Demak | Konflik berdarah antara Arya Penangsang (putra Sedo Lepen) melawan Jaka Tingkir. Dimenangkan oleh Jaka Tingkir. |
| TOKOH | Jaka Tingkir (Hadiwijaya) | Sultan yang memindahkan pusat Kesultanan Demak ke Pajang, mengakhiri riwayat Kerajaan Demak di pesisir. |
| KERAJAAN | Mataram Islam | Kerajaan agraris-maritim pedalaman Jawa (Kotagede) yang didirikan oleh Panembahan Senopati tahun 1586. |
| TOKOH | Panembahan Senopati | Sutawijaya. Pendiri Mataram Islam yang mendapat hadiah tanah "Alas Mentaok" dari Jaka Tingkir. |
| TOKOH | Sultan Agung | Sultan terbesar Mataram (1613-1645). Bercita-cita menyatukan seluruh Jawa dan gigih menyerang VOC di Batavia (1628 & 1629). |
| SASTRA | Sastra Gending | Karya sastra, filsafat, dan agama buatan Sultan Agung yang memadukan budaya Jawa dan hukum Islam. |
| ISTILAH | Pembagian Wilayah Mataram | Dibagi 4 oleh Sultan Agung: Kutanegara (pusat keraton), Negara agung (sekitar pusat), Mancanegara (luar negara agung), Pesisir. |
| TOKOH | Amangkurat I | Pengganti Sultan Agung yang kejam, lalim, dan justru bersekutu dengan VOC, membuat Mataram mulai mundur. |
| PERISTIWA | Perjanjian Giyanti (1755) | Perjanjian akibat campur tangan Belanda yang membelah Mataram menjadi 2: Kesultanan Yogyakarta & Kasunanan Surakarta. |
| PERISTIWA | Perjanjian Salatiga (1757) | Memecah lagi wilayah Mataram menjadi Mangkunegaran (dan kelak Pakualaman pada 1813). Mataram Islam benar-benar hancur. |
| KERAJAAN | Kesultanan Banten | Kesultanan strategis penguasa lada di ujung barat Jawa. Awalnya merupakan pelabuhan Kerajaan Sunda (Pajajaran). |
| TOKOH | Fatahillah | Panglima Demak yang merebut Sunda Kelapa (1526) dari Pajajaran/Portugis dan mengubah namanya menjadi Jayakarta (1527). |
| TOKOH | Maulana Hasanuddin | Putra Sunan Gunung Jati, dinobatkan sebagai Sultan pertama Banten. Meletakkan fondasi militer dan Islam di Banten. |
| TOKOH | Sultan Ageng Tirtayasa | Membawa Banten pada puncak kejayaan maritim (1651-1682) dan paling gigih melawan blokade serta monopoli VOC. |
| TOKOH | Sultan Haji | Putra Sultan Ageng Tirtayasa yang gila kekuasaan. Ia bersekutu dengan VOC untuk mengkudeta ayahnya sendiri. |
| ISTILAH | Keraton Surosowan | Ibu kota dan pusat pemerintahan/istana Kesultanan Banten yang terletak dekat dengan pantai. |
| SOSIAL | Suku Badui | Keturunan rakyat Pajajaran (Sunda Wiwitan) yang menolak masuk Islam dan menyingkir ke pedalaman Banten bagian selatan. |
| KERAJAAN | Kesultanan Gowa-Tallo | Kerajaan kembar di Makassar, Sulawesi Selatan. Penguasa transit jalur rempah (Emporium) yang kuat di laut. |
| TOKOH | Sultan Alauddin | Nama Islam dari Daeng Manrabia, raja Gowa pertama yang masuk Islam (1605) berkat dakwah Dato' Ri Bandang. |
| TOKOH | Sultan Hasanuddin | Raja terbesar Makassar (1653-1669). Dijuluki Belanda "Ayam Jantan dari Timur" karena kegigihannya melawan monopoli VOC. |
| PERISTIWA | Perang Makassar (1666-1669) | Perang besar antara Makassar (Hasanuddin) melawan VOC yang dibantu oleh Aru Palaka (Raja Bone). |
| PERISTIWA | Perjanjian Bongaya (1667) | Perjanjian pahit yang terpaksa ditandatangani Hasanuddin: VOC monopoli dagang, membangun Benteng Rotterdam, dan Aru Palaka diakui. |
| ISTILAH | Amanna Gappa | Hukum/Undang-undang pelayaran dan perniagaan masyarakat Makassar yang sangat tertib. |
| ISTILAH | Perahu Pinisi & Lambo | Perahu tradisional kebanggaan suku Bugis-Makassar yang mampu berlayar membelah samudra hingga luar negeri. |
| SOSIAL | Pelapisan Sosial Makassar | Dibagi 3: Anakarung/Karaeng (bangsawan), Maradeka (rakyat bebas), Ata (hamba sahaya/budak). |
| KERAJAAN | Ternate dan Tidore | Kesultanan kembar di Maluku (The Spice Islands). Penghasil utama cengkih dan pala dunia. |
| ISTILAH | Uli Lima | Persekutuan lima bersaudara yang dipimpin Ternate (Bacan, Obi, Seram, Ambon). |
| ISTILAH | Uli Siwa | Persekutuan sembilan bersaudara yang dipimpin Tidore (Makyan, Jailolo, Halmahera, Raja Ampat, Papua). |
| TOKOH | Sultan Baabullah | Raja Ternate yang sukses mengusir penjajah Portugis dari Maluku pada tahun 1575 (membawa Ternate ke puncak kejayaan). |
| TOKOH | Sultan Nuku | Sultan Tidore yang dijuluki anti-imperialis karena berhasil mengusir VOC dan mempersatukan Maluku-Papua secara independen. |
| BUDAYA | Akulturasi | Percampuran budaya pra-Islam (Hindu-Buddha/lokal) dengan budaya Islam tanpa saling menghilangkan. |
| BUDAYA | Arab Melayu (Arab Gundul) | Tulisan huruf Arab yang dipakai untuk menulis bahasa Melayu. Ciri utamanya: tanpa menggunakan tanda harakat/baris (a, i, u). |
| BUDAYA | Kaligrafi | Seni menulis indah huruf Arab (sering dibentuk menyerupai wayang, daun, hewan) untuk menyiasati larangan Islam menggambar makhluk hidup bernyawa. |
| BUDAYA | Sistem Kasta Hilang | Pengaruh terbesar Islam di bidang sosial: menghapus pelapisan kasta (Brahmana, Kesatria, dll) karena Islam menganggap semua manusia setara. |
| BUDAYA | Gelar Susuhunan / Sunan | Gelar akulturasi untuk raja Jawa masa Islam, selain menggunakan istilah Sultan atau Khalifah. |
| ARSITEKTUR | Atap Tumpang | Ciri khas atap masjid kuno di Indonesia. Atapnya bersusun/bertingkat ganjil (2, 3, 5), mirip bangunan meru pada pura Hindu Bali. |
| ARSITEKTUR | Kijing & Jirat | Kijing = Nisan batu bata/batu di makam. Jirat = Bangunan makam yang dihias relief ukiran (meniru candi Hindu). |
| ARSITEKTUR | Cungkup | Rumah kecil atau pelindung yang menaungi makam raja/wali (adaptasi dari konsep bangunan suci Hindu). |
| ARSITEKTUR | Menara Masjid Kudus | Menara masjid yang tidak berbentuk pilar Arab, melainkan murni berbentuk candi batu bata merah langgam Jawa Timur. |
| ARSITEKTUR | Bedug & Kentongan | Alat pukul asli Nusantara penanda bahaya, diadopsi oleh masjid kuno sebagai penanda masuknya waktu salat (pengganti menara azan). |
| ARSITEKTUR | Gapura Kori Agung & Candi Bentar | Pintu masuk makam Islam/Masjid kuno (seperti di Sendang Duwur) yang bentuknya murni seperti gerbang terbelah candi Hindu. |
| SASTRA | Hikayat | Karya sastra (pengaruh Persia) berupa cerita atau dongeng kepahlawanan. Contoh: Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai. |
| SASTRA | Babad | Karya sastra sejarah tradisional Jawa yang bercampur mitos/dongeng. Contoh: Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon. |
| SASTRA | Suluk | Kitab sastra berisi ajaran mistik tasawuf (pencarian kesempurnaan hidup). Contoh: Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Sunan Bonang. |
| SENI TARI | Tari Zapin & Seudati | Kesenian tari asli yang memadukan gerakan lokal dengan iringan ritmis khas Arab-Persia dan lirik bernapas selawat. |
| TRADISI | Selamatan (Kenduri) | Tradisi mendoakan orang meninggal pada hari ke-3, 7, 40, 100, hingga 1000. Adaptasi dari tradisi Sradha Hindu yang diubah memakai doa Al-Qur'an. |
| TRADISI | Larung Saji | Upacara buang sesaji ke laut/gunung (Suro/Muharam). Dulu untuk roh gaib, diakulturasi oleh wali menjadi bentuk "syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa". |
| KALENDER | Kalender Jawa | Ciptaan Sultan Agung Mataram. Memadukan Kalender Saka (Hindu-Matahari) dengan Kalender Hijriah (Islam-Bulan). Contoh: Muharam diganti Suro. |
| EKONOMI | Jalur Rempah | Rute pelayaran lada, cengkih, dan pala dari kepulauan Nusantara ke Eropa. Membuat kota pesisir (Banten, Makassar, Maluku) kaya raya & multikultural (melting pot). |
| EKONOMI | Lada (Piper Nigrum) | Komoditas utama yang diperebutkan di pesisir barat (Aceh, Banten, Sunda Kelapa, Jambi). |
| EKONOMI | Pala & Cengkih | Komoditas endemik berharga mahal yang HANYA tumbuh di Kepulauan Maluku (Ternate, Tidore, Banda). |
STRUCTURED
🕌 A. TEORI MASUKNYA ISLAM KE NUSANTARA
Kapan dan dari mana Islam masuk? Ada 3 teori utama:
- 🇮🇳 Teori Gujarat (India) ➔ Masuk Abad ke-13
- Dibawa oleh: Pedagang Gujarat.
- Bukti: Batu nisan Sultan Malik Al-Saleh (1297 M) yang bercorak Gujarat & Catatan Marco Polo (1292) singgah di Perlak.
- 🇸🇦 Teori Mekkah (Arab) ➔ Masuk Abad ke-7 (Paling Awal)
- Dibawa oleh: Pedagang Arab langsung.
- Bukti: Adanya perkampungan Islam di Baros, pesisir barat Sumatra pada 674 M & Raja Pasai pakai gelar Al-Malik (gaya Mesir/Arab).
- 🇮🇷 Teori Persia (Iran) ➔ Masuk Abad ke-13
- Dibawa oleh: Orang-orang Persia.
- Bukti: Kesamaan budaya, seperti Upacara Tabot/Tabuik (Bengkulu/Sumbar) yang memperingati cucu Nabi, serta kesamaan ajaran Tasawuf.
🕊️ B. JALUR PENYEBARAN ISLAM (SUPER DAMAI)
Islam diterima dengan mudah karena syaratnya gampang (cukup Syahadat) dan tanpa kasta. Ini cara sebarnya:
- 🚢 Perdagangan ➔ Jalur paling awal. Pedagang asing singgah di pelabuhan pesisir.
- 💍 Perkawinan ➔ Pedagang kaya menikahi putri bangsawan lokal (syarat masuk Islam dulu).
- 🏫 Pendidikan ➔ Lewat Pondok Pesantren yang didirikan para kiai/Wali Songo (cth: Pesantren Ampel Denta).
- 🧘♂️ Tasawuf ➔ Ajaran mistik Islam yang gampang diterima karena mirip dengan kebiasaan magis/spiritual orang Hindu-Buddha.
- 🎭 Kesenian ➔ Media dakwah favorit para Wali.
- Sunan Kalijaga ➔ Wayang kulit.
- Sunan Bonang ➔ Alat musik gamelan (Bonang).
👑 C. KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM (KESULTANAN)
1. Samudra Pasai (Abad 13) - Kerajaan Islam Pertama
- Lokasi: Aceh (Pesisir Sumatra).
- Pendiri: Meurah Silu (Gelar: Sultan Malik Al-Saleh).
- Ekonomi: Pusat lada, punya mata uang emas bernama Deureuham (Dirham).
- Catatan Asing: Ibnu Batutah menyebut Pasai pelabuhan internasional yang indah dan bermazhab Syafi'i.
2. Kesultanan Aceh (Berdiri 1507)
- Pendiri: Ali Mughayat Syah (menggantikan Malaka & Pasai yang direbut Portugis).
- Puncak Kejayaan: Sultan Iskandar Muda ➔ Militer super kuat, bikin Undang-Undang Islam bernama Adat Makuta Alam.
- Tokoh Agama/Sastra: Nuruddin ar-Raniri (nulis kitab Bustanussalatin di era Iskandar Tsani).
- Konflik Sosial: Sering bersaing antara golongan Teuku (bangsawan) vs Tengku (ulama).
3. Kesultanan Demak (1500) - Kerajaan Islam Pertama di Jawa
- Pendiri: Raden Patah (Anak Raja Majapahit + Putri Campa). Dibantu Wali Songo.
- Tokoh Heroik: Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor) ➔ Berani nyeberang laut nyerang Portugis di Malaka (1513).
- Puncak Kejayaan: Sultan Trenggana.
- Keruntuhan: Perang saudara (Arya Penangsang vs Jaka Tingkir) ➔ Jaka Tingkir menang dan mindahin pusat ke Pajang.
4. Kesultanan Banten
- Pendiri: Fatahillah & Maulana Hasanuddin (Anak Sunan Gunung Jati). Fatahillah jagoan yang ngerebut Sunda Kelapa dan ganti namanya jadi Jayakarta (1527).
- Puncak Kejayaan: Sultan Ageng Tirtayasa ➔ Kaya raya, sangat anti monopoli VOC.
- Keruntuhan: Pengkhianatan! Sultan Ageng dikudeta oleh anaknya sendiri (Sultan Haji) yang dibantu VOC.
5. Mataram Islam (Berdiri 1586)
- Pendiri: Panembahan Senopati (Sutawijaya).
- Puncak Kejayaan: Sultan Agung ➔ Berani serang Batavia (VOC) 2x tapi gagal karena lumbung padi dibakar. Ia juga bikin Kalender Jawa dan nulis Sastra Gending.
- Keruntuhan (Dipecah Belanda):
- Perjanjian Giyanti (1755) ➔ Mataram pecah jadi Jogja (Hamengkubuwono) & Solo (Paku Buwono).
- Perjanjian Salatiga (1757) ➔ Pecah lagi muncul Mangkunegaran.
6. Makassar / Gowa-Tallo (Sulawesi Selatan)
- Puncak Kejayaan: Sultan Hasanuddin (Ayam Jantan dari Timur).
- Ciri Khas: Punya hukum pelayaran hebat (Amanna Gappa) & kapal kebanggaan (Pinisi).
- Tragedi: Perang Makassar (Hasanuddin vs VOC + Aru Palaka/Raja Bone).
- Akhir: Hasanuddin kalah dan dipaksa ttd Perjanjian Bongaya (VOC monopoli & bikin Benteng Rotterdam).
7. Ternate & Tidore (Maluku - The Spice Islands)
- Ternate: Memimpin Uli Lima. Sultan terhebat ➔ Sultan Baabullah (Berhasil ngusir Portugis 1575).
- Tidore: Memimpin Uli Siwa. Sultan terhebat ➔ Sultan Nuku (Sultan anti-imperialis yang usir VOC).
🎨 D. BUKTI AKULTURASI (CAMPURAN BUDAYA LOKAL + ISLAM)
Islam masuk gak ngehapus budaya lama (Hindu-Buddha), tapi dicampur jadi unik!
- 🏛️ Seni Bangunan (Masjid Kuno):
- Atap Tumpang ➔ Atap masjid bersusun ganjil mirip pura (bukan kubah bulat).
- Menara ➔ Contoh paling jelas: Menara Masjid Kudus (bentuknya murni candi Hindu dari batu bata merah).
- Cungkup & Jirat ➔ Rumah/hiasan di atas makam. Pintu makam bentuknya mirip candi terbelah (candi bentar / gapura kori agung).
- Bedug ➔ Alat pukul khas Nusantara dipakai untuk tanda waktu salat (bukan menara azan Arab).
- 📜 Aksara & Sastra:
- Muncul huruf Arab Melayu (Pegon) ➔ Huruf Arab dipake nulis bahasa Melayu/Jawa (tanpa harakat/Arab gundul).
- Muncul Seni Kaligrafi (buat nyiasatin larangan gambar makhluk hidup bernyawa).
- Karya Sastra: Hikayat (dongeng pahlawan/Persia), Babad (sejarah campur mitos Jawa), Suluk (kitab tasawuf/mistik).
- 🤝 Sosial & Tradisi:
- Sistem Kasta Hilang ➔ Semua derajat manusia dianggap sama.
- Gelar Raja ganti jadi ➔ Sultan, Sunan, atau Susuhunan.
- Kenduri/Selamatan ➔ Tradisi mendoakan hari ke-3, 7, 40 orang meninggal (dari tradisi Sradha Hindu, tapi doanya diganti doa Islam).
🚢 E. JALUR REMPAH MASA ISLAM
Islam menyebar kencang bersamaan dengan ramainya jalur lada, cengkih, dan pala.
- Pusat Transit (Emporium): Demak, Banten, Makassar, Malaka.
- Lada: Dihasilkan di Sumatra, Banten, Sunda Kelapa.
- Cengkih & Pala: HANYA ada di Kepulauan Maluku.
- Dampak: Terjadi percampuran budaya (melting pot) di pelabuhan. Pedagang Nusantara, Arab, Persia, Cina, dan Eropa berkumpul di pelabuhan Banten & Makassar.