(12BS)HIV: RNA atau DNA, menyerang apa, reaksi imun tubuh, dan grafik.
HIV (Human immunodeficiency virus) adalah virus RNA.
HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (limfoid).
Khususnya sel darah putih CD4.
Nama penyakitnya adalah AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome).
Grafik perjalanan infeksi HIV.
Pada minggu ke-3 sampai ke-9 setelah infeksi, terjadi lonjakan pada jumlah HIV. Fase ini disebut sebagai fase infeksi akut.
Virus bereplikasi sangat cepat.
Oleh karena itu, sel CD4 turun drastis.
Muncul gejala awal seperti flu.
Demam.
Sakit tenggorokan.
Nyeri otot.
Pembengkakan kelenjar getah bening.
Ruam kulit.
Sakit kepala.
Kelelahan ekstrem.
Tubuh akan memproduksi banyak antibodi.
Setelah itu, terjadi masa laten klinis, selama 5–10 tahun.
Hampir tidak ada gejala.
HIV bereplikasi perlahan demi perlahan.
Karena itu, CD4 juga perlahan-lahan menurun.
Virus mulai merusak sistem imun secara kronis.
Lalu fase terakhir, fase AIDS.
Pada fase ini, kadar CD4 kurang dari $\pu{200 sel/mm3}$.
Sistem imun rusak sepenuhnya.
Infeksi ringan sekalipun tubuh tak mampu lagi.
Karena itu, banyak infeksi yang biasa bisa menjadi mematikan.
Penyebab kematian sebenarnya bukanlah AIDS-nya, namun infeksi yang memanfaatkan kelemahan imun yang disebabkan oleh HIV.
Pneumonia.
Tuberkulosis.
Meningitis.
Sepsis.
(13BS)Grafik dosis vaksin.
Menambah dosis meningkatkan imun tubuh.
Booster dapat mempengaruhi memori imun (lebih baik).
(14MJD)Struktur virus.
Struktur Orthocoronavirinae.
Spike.
Mengikat reseptor sel inang ACE2.
Memicu fusi membran.
Target utama antibodi.
Nukleokapsid.
Membungkus RNA virus.
Membantu replikasi.
Mengatur transkripsi RNA selama infeksi.
Membran.
Menentukan bentuk virus.
Rangka luar.
Envelop.
Pembentukan selubung virus.
Struktur bakteriofag.
(15MJD, 16BS)Reproduksi virus: tahapan, litik dan lisogenik.
Reproduksi Bakteriofag.
Adsorbsi, fag menempel pada inang.
Penetrasi, fag memasukkan materi genetiknya.
Litik:
Sintesis, materi genetik fag mengambil alih inang. Alih-alih membuat salinan genetik sendiri, inang akan menyalin genetik fag.
Lisis, enzim lisozim yang dibuat virus akan merusak dinding inang. Sehingga fag baru dapat keluar.
Lisogenik:
Genetik fag bergabung dengan genetik inang, menjadi profag.
Ketika inang membelah diri, gen fag ikut bereplikasi ke sel-sel inang berikutnya.
Pada kondisi tertentu, profag dapat terpisah dari gen inang dan menjadi aktif. Dan memulai siklus litik.
(17)Karakteristik virus.
Virus bukanlah sel, sehingga disebut aseluler.
Hanya dapat berkembang biak di dalam sel inang yang hidup.
Ukuran yang kecilbanget, $\pu{20 nm}$ sampai $\pu{300 nm}$.
Tidak punya metabolisme sendiri.
Hanya memiliki satu jenis materi genetik, antara DNA atau RNA.
Seperti benda mati di luar sel inang, seperti makhluk hidup di dalam sel inang.
(18)Grafik terkait gejala penyakit campak.
Gejala awal (1–4 hari setelah infeksi).
Demam tinggi, $(> \pu{40 \celsius})$.
Batuk kering.
Pilek.
Mata merah, berair, sensitif terhadap cahaya.
Lemas.
Sakit tenggorokan.
Gejala lanjut.
Bintik putih keabuan (1–2 hari).
Ruam merah (3–5 hari).
(19BS)Penemu virus; poliomielitis menyerang apa; apakah gondok disebabkan virus; virus merupakan parasit intraseluler obligat.
Penemu virus.
Adolf Mayer (1883) menemukan penyakit mosaik pada tembakau. Namun belum menyebut itu sebagai virus, hanya bakteri yang sangat kecil.
Dmitri Ivanovsky (1892) mendapati agen infeksi mosaik tersebut menembus saringan bakteri, berarti ukurannya lebih kecil dari bakteri. Sehingga ia berkesimpulan itu adalah partikel baru yang sangat kecil.
Martinus Beijerinck (1898) melanjutkan penelitian Ivanovsky dan berhasil mengisolasi agen infeksi mosaik tembakau. Ia menyebutnya sebagai contagium vivum fluidium (cairan hidup menular) karena agen infeksi tersebut dapat berkembang biak, tapi tak bisa tumbuh pada cawan petri.
Wendell Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik tembakau (TMV). Berarti virus memiliki sifat benda mati, yaitu dapat dikristalkan. Tidak selayaknya sel hidup yang tidak dapat dikristalkan.
Polio atau poliomielitis menyerang sistem saraf pusat, terutama yang mengontrol gerak motorik.
Gondok disebabkan oleh virus Paramyxovirus.
Virus adalah parasit intraseluler obligat ✅.
(20MJD)Jodohkan virus dari cacar, campak, sapi gila, rabies, tumor ayam, penyakit mulut dan kuku.
Pindahkan inti sel tubuh $(2n)$ ke dalam ovum, menggunakan sengatan listrik.
Stimulasi pembelahan, memberi rangsangan pada sel ovum untuk memicu pertumbuhan.
Embrio dikultur di laboratorium hingga tahap tertentu.
Lalu embrio dipindakan ke rahim induk.
Maka akan dilahirkan domba yang sama dengan domba yang diambil sel tubuhnya.
(26BS)Membaca data kloning.
Individu hasil kloning identik dengan yang diambil sel tubuhnya.
Umur individu baru tidak lama, karena sel yang dipakai technically sudah berumur (dari sel donor).
(27MJD)Menjodohkan gambar eksplan, kalus, planlet, dan aklimatisasi.
Eksplan. Bagian manapun dari tumbuhan yang masih aktif membelah.
Kalus.
Planlet.
Aklimatisasi. Penyesuaian tanaman pada lingkungan baru,
(28BS)Dampak: supergulma, kloning, bioinsektisida. Beda tempe dan oncom.
Supergulma (gulma liar) muncul akibat rekayasa genetika.
Kloning menimbulkan kontroversi etis.
Bioinsektisida tidak memiliki dampak buruk pada lingkungan.
Tetapi bioinsektisida dapat memengaruhi organisme nontarget.
Tempe menggunakan Rhizopus sedangkan oncom menggunakan Neurospora.
(29)Karakteristik teknik kultur jaringan.
Menggunakan kondisi steril.
Mengandalkan totipotensi.
Menghasilkan tanaman yang banyak dan identik.
(30MJD)Fungsi enzim ligase dan restriksi. E. coli sebagai sel wadah dan plasmid.Hal. 185–186
Enzim ligase — menyambung dua molekul DNA yang putus, dengan membentuk ikatan fosfodiester.
Enzim restriksi — memotong DNA pada lokasi spesifik.
E. coli banyak dipakai sebagai vektor pada rekayasa genetika. Gen-gen yang diinginkan disisipkan pada E. coli. E. coli dipilih karena pertumbuhannya yang cepat dan mudah.
Plasmid adalah molekul DNA kecil yang terpisah dari kromosom bakteri. Plasmid ini dipakai untuk menyisipkan gen yang diinginkan untuk diperbanyak. Contohnya insulin.