Versi Normal BAB3PP
34 visibility 0 comment

πŸ“œ KATEGORI 1: SEJARAH & MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA

Type Term Definition
SEJARAH Kerajaan Majapahit Kerajaan asal muasal semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menyatukan masyarakat majemuk Nusantara.
TOKOH Raja Hayam Wuruk Raja Majapahit yang berkuasa saat semboyan Bhinneka Tunggal Ika pertama kali lahir.
TOKOH Mpu Tantular Pujangga abad ke-14, penganut Buddha Tantrayana, penulis Kitab Sutasoma.
SEJARAH Kitab Sutasoma Kitab kuno tempat tercantumnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
SEJARAH Makna Asli Sutasoma Merupakan respons toleransi keagamaan antara penganut Buddha dan Hindu-Siwa di Kerajaan Majapahit.
BAHASA Jawa Kuno Bahasa asli dari kalimat Bhinneka Tunggal Ika. (Bhinneka=beragam/berbeda, Tunggal=satu, Ika=itu).
SEJARAH Tan hana dharma mangrwa Kelanjutan kalimat dalam Kitab Sutasoma yang artinya: "Tiada kebenaran yang mendua" (tidak ada perpecahan kebenaran).
SEJARAH Makna Kontekstual Masa Kini Berubah dari sekadar konteks "agama" (era Majapahit) menjadi konteks "politik/kebangsaan" (kesatuan seluruh perbedaan di Indonesia).

πŸ¦… KATEGORI 2: LAMBANG NEGARA & LANDASAN HUKUM

Type Term Definition
TOKOH Muhammad Yamin Tokoh yang pertama kali mengusulkan kalimat Bhinneka Tunggal Ika pada sidang BPUPK (29 Mei - 1 Juni 1945).
TOKOH Ir. Sukarno Tokoh yang mengusulkan agar semboyan Bhinneka dimasukkan ke dalam lambang Garuda Pancasila (1950).
TOKOH Sultan Hamid II Bapak perancang lambang negara Garuda Pancasila.
SEJARAH 11 Februari 1950 Tanggal saat Lambang Garuda & Semboyan resmi digunakan pertama kali pada Sidang Kabinet RIS.
SEJARAH 17 Agustus 1950 Lambang dan semboyan Garuda Pancasila diperkenalkan secara resmi kepada publik.
HUKUM PP RI No. 66 Tahun 1951 Aturan yang menetapkan 3 bagian lambang Garuda: Burung menengok kanan, Perisai jantung, Semboyan di pita.
HUKUM UU RI No. 24 Tahun 2009 UU (Pasal 46 & 47) yang mengatur fisik Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia secara detail.
FILOSOFI Burung Garuda Melambangkan mitologi kuno; Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
FILOSOFI Perisai Jantung (Rantai) Melambangkan tameng perlindungan dan perjuangan untuk mencapai tujuan.
FILOSOFI 17 Bulu Sayap Menggambarkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI.
FILOSOFI 8 Bulu Ekor Menggambarkan bulan Proklamasi Kemerdekaan RI (Agustus).
FILOSOFI 19 Bulu Pangkal Ekor Menggambarkan dua angka pertama tahun Proklamasi (19).
FILOSOFI 45 Bulu Leher Menggambarkan dua angka terakhir tahun Proklamasi (45).

🌍 KATEGORI 3: DIPLOMASI DUNIA & KAA 1955

Type Term Definition
SEJARAH Konferensi Kolombo (1954) Pertemuan cikal bakal KAA yang diikuti 5 negara: Sri Lanka, Myanmar, India, Pakistan, dan Indonesia.
TOKOH Ali Sastroamidjojo Perdana Menteri RI yang mengusulkan pertemuan negara-negara Asia-Afrika.
SEJARAH KAA (18-24 April 1955) Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka (Bandung). Diikuti 29 negara yang baru merdeka/berjuang merdeka.
SEJARAH Dasasila Bandung 10 prinsip komitmen menjaga perdamaian dunia dan menghormati Piagam PBB, hasil dari KAA 1955.

⚠️ KATEGORI 4: SIKAP & ANCAMAN SOSIAL MASYARAKAT

Type Term Definition
ANCAMAN SARA Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. Isu sensitif yang sering digesek untuk memicu konflik.
SIKAP NEGATIF Fanatisme Berlebihan Keyakinan pada suatu ajaran secara berlebihan yang menganggap ajaran selain miliknya adalah salah total.
SIKAP NEGATIF Primordialisme Sikap berpegang teguh berlebihan pada hal-hal sejak lahir (ikatan darah, daerah, suku bangsa).
SIKAP NEGATIF Etnosentrisme Menilai budaya/kelompok lain berdasarkan standar budayanya sendiri (merasa sukunya paling hebat).
SIKAP NEGATIF Individualisme / Egoisme Sikap mementingkan diri sendiri secara kuat dan kurangnya simpati/empati sosial.
SIKAP POSITIF Toleransi (Definisi) Sikap terbuka, menghormati, dan menghargai perbedaan antarsesama. Kunci hidup harmonis.
SIKAP POSITIF Pluralisme Kesadaran dan pengakuan bahwa masyarakat bersifat majemuk/beragam (terdiri dari banyak budaya/agama).
SOSIOLOGI Modal Sosial Kebinekaan Ada 3: Rasa saling memiliki, Rasa kebersamaan/persaudaraan, dan Rasa saling percaya antar warga.
SOSIOLOGI Efek Domino Rentetan konflik berlanjut (saling menjatuhkan). Gotong royong dipercaya dapat "mencegah efek domino konflik".

🀝 KATEGORI 5: KONSEP GOTONG ROYONG (MENURUT PARA AHLI)

Type Term Definition
BAHASA Arti 'Gotong Royong' Gotong = angkat/pikul. Royong = bersama-sama. Mengerjakan sesuatu (mengangkat beban) secara bersama.
AHLI SOSIAL Koentjaraningrat Ahli yang membagi tipe gotong royong menjadi 2 kategori utama: Tolong-Menolong & Kerja Bakti.
KONSEP Tolong-Menolong Bersifat "individual" (sukarela antar individu). Contoh: bantu tetangga pindah rumah, hajatan, kematian.
KONSEP Kerja Bakti Bersifat "kepentingan umum" tanpa upah. Contoh: bersihkan selokan, perbaiki jalan, bangun masjid desa.
AHLI SOSIAL R. Bintarto Menyatakan gotong royong adalah perilaku sosial dan tata nilai budaya yang hidup sejak lama di desa-desa RI.
KONSEP Common Goal Tujuan/kepentingan bersama. (Salah satu unsur/karakteristik socio-kultural gotong royong).
KONSEP Collective Action Aksi/tindakan kolektif (berjuang bersama).
SEJARAH Ki Hadjar Dewantara Wujud gotong royong saat kemerdekaan; beliau berkeliling kampung naik sepeda untuk sebarluaskan berita Kemerdekaan.
SOSIOLOGI Faktor Pendorong GR Manusia itu makhluk sosial, kecenderungan berkelompok, kesadaran butuh bantuan orang lain.
SOSIOLOGI Faktor Penghambat GR Individualisme, beda pendapat, mementingkan ego, kurang rasa saling percaya.

πŸ—ΊοΈ KATEGORI 6: 20 ISTILAH GOTONG ROYONG DAERAH (WAJIB HAFAL)

Type Term Definition
ISTILAH DAERAH 1. Alang Tulung Aceh (Tolong menolong acara keluarga, agama Islam, ekonomi, sosial).
ISTILAH DAERAH 2. Siadapari / Raron Sumatra Utara (Bercocok tanam/mengerjakan tanah bergantian secara sukarela).
ISTILAH DAERAH 3. Hoyak Tabuik Sumatra Barat (Bentuk kerja bakti pada acara ritual tolak bala; mengarak tabuik ke laut).
ISTILAH DAERAH 4. Batobo Riau (Gotong royong mengerjakan sawah/ladang agar lebih cepat selesai).
ISTILAH DAERAH 5. Beganjal Kep. Riau (Tolong menolong upacara perkawinan, ex: potong kayu, pinjam barang, masak).
ISTILAH DAERAH 6. Pelarian Jambi (Gotong royong bertani, tiap warga menyumbang tenaga 1 hari bergilir).
ISTILAH DAERAH 7. Nganggung Bangka Belitung (Bawa makanan masing-masing pakai dulang ke masjid saat hari besar Islam).
ISTILAH DAERAH 8. Sakai-Sambaian Lampung (Sikap saling membantu satu sama lain dalam kehidupan sosial).
ISTILAH DAERAH 9. Sabilulungan Jawa Barat/Sunda (Tradisi saling menolong tanpa pamrih, misal bangun rumah).
ISTILAH DAERAH 10. Gugur Gunung DI Yogyakarta (Kerja sosial/kerja bakti atasi kerjaan berat tanpa mengharap imbalan).
ISTILAH DAERAH 11. Song-osong Lombhung Jawa Timur/Madura (Banyak orang kumpul bantu satu pekerjaan di Madura).
ISTILAH DAERAH 12. Ngayah Bali (Bekerja sukarela untuk kebaikan bersama/ritual keagamaan Hindu-Bali).
ISTILAH DAERAH 13. Pawonda Nusa Tenggara Timur (Kerja bakti sekelompok orang membangun rumah).
ISTILAH DAERAH 14. Nyempolo Kalimantan Selatan (Kerja bakti menebas belantara untuk tanam padi).
ISTILAH DAERAH 15. Paleo Kalimantan Timur (Membersihkan lahan sawah sebelum ditanam padi).
ISTILAH DAERAH 16. Mapalus Sulawesi Utara/Minahasa (Tolong menolong aktif antar warga: bangun rumah, kebun).
ISTILAH DAERAH 17. Ammossi Sulawesi Selatan/Bulukumba (Bantu dorong perahu phinisi sejak awal sampai ditarik ke laut).
ISTILAH DAERAH 18. Hileiya Gorontalo (Tolong menolong jika ada kedukaan/kematian, tetangga bawa makanan).
ISTILAH DAERAH 19. Masohi Maluku (Mengerahkan tenaga secara bersama tanpa bayaran untuk perkawinan, kematian, dll).
ISTILAH DAERAH 20. Anu Beta Tubat Papua Barat Daya/Maybrat (Artinya "Bersama kita mengangkat beban"; bahu membahu atasi kesulitan rumah/anak).

πŸ› οΈ KATEGORI 7: BENTUK TRADISI LAIN (BUKAN TABEL UTAMA TAPI ADA DI MATERI)

Type Term Definition
TRADISI Marakka' Bola / Mappalette Sulawesi Selatan / Bugis. Tradisi pindah rumah dengan memanggul rumah panggung secara utuh bersama-sama.
TRADISI Sambatan Jawa Tengah & DIY. Gotong royong membangun / memperbaiki rumah tetangga.
TRADISI Melambu Suku Tolaki/Pamona (Sulawesi). Tradisi gotong royong berburu hewan liar sejak zaman prasejarah.
TRADISI Monyilo Suku Tolaki/Pamona (Sulawesi). Tradisi gotong royong menangkap ikan di laut.
TRADISI Mandau Suku Tolaki (Sultra). Gotong royong peladang berpindah untuk buka ladang secara kelompok.
TRADISI Batagak Kudo-kudo Sumatra Barat. Tradisi gotong royong khusus membangun rumah panggung/adat.
TRADISI Barifola Tidore. Tradisi gotong royong khusus dalam membangun rumah adat/warga.
TRADISI Ronda Wujud kepedulian keamanan dengan jalan kaki keliling kampung malam hari pakai shift.

βš–οΈ KATEGORI 8: HUKUM, PASAL, UUD 1945 & KERJA SAMA KELEMBAGAAN

Type Term Definition
KERJA SAMA Kerja Sama Bidang Politik Diwujudkan lewat Musyawarah Mufakat (Sila ke-4 Pancasila). Utamakan rasional, kekeluargaan, tanggung jawab.
HUKUM UUD Pasal 30 Ayat (1) Dasar Sishankamrata (Tiap warga negara berhak & wajib ikut pertahanan keamanan negara).
HUKUM UUD Pasal 27 Ayat (3) Hak dan kewajiban warga negara dalam Upaya Pembelaan Negara (Bela Negara).
HUKUM UU UU RI No. 3 Th 2002 Psl 9(2) Wujud bela negara ada 4: 1) PKn di sekolah, 2) Latsar militer, 3) Prajurit TNI, 4) Pengabdian profesi.
HUKUM UUD Pasal 28E Ayat 1 & 2 Menjamin kebebasan memeluk agama, beribadat, dan meyakini kepercayaan sesuai nurani.
HUKUM UUD Pasal 29 Ayat 1 & 2 (1) Negara berdasar Ketuhanan YME. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agama.
ATURAN MENTERI PBM Agama & Dalam Negeri No 8/9 Th 2006 Peraturan tentang Pedoman Kepala Daerah dalam pelihara kerukunan umat beragama (Membentuk FKUB).

πŸ’° KATEGORI 9: GOTONG ROYONG SEBAGAI SISTEM EKONOMI PANCASILA

Type Term Definition
HUKUM UUD Pasal 33 Ayat (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar Asas Kekeluargaan. (Dasar berdirinya Koperasi).
HUKUM UUD Pasal 23A "Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan UU." (Wujud partisipasi riil/gotong royong fiskal rakyat).
HUKUM UUD Pasal 27 Ayat (2) Hak tiap warga atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
HUKUM UUD Pasal 34 Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.
KONSEP EKONOMI Sistem Ekonomi Pancasila Perekonomian yang berorientasi kerakyatan, bermoral Ketuhanan, berkeadilan sosial (anti-monopoli / anti-kapitalisme ekstrim).
EKONOMI Koperasi Disebut sebagai "Sokoguru (Pilar/Tiang Utama) Perekonomian Nasional". Wujud murni asas kekeluargaan.
TOKOH EKONOMI Mohammad Hatta Wakil Presiden RI Pertama, diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
TOKOH EKONOMI Mubyarto (1998) Menggagas bahwa Ekonomi Pancasila bertindak tidak hanya atas naluri ekonomi, tapi juga "faktor sosial dan moralitas".
TOKOH EKONOMI Sri Edi Swasono Tokoh yang menekankan keseimbangan nilai spiritual (Ketuhanan) dengan efisiensi kesejahteraan sosial, tidak boleh lepas dari "Asas Kekeluargaan".
PRAKTIK EKONOMI Wujud Pilar Keadilan Ekonomi Koperasi, Standar UMR/gaji layak, Pemberian saham ke pegawai (employee stock), BUMN kuasai air/hajat hidup, Bantuan UMKM.
PRAKTIK EKONOMI Revitalisasi Kesejahteraan Rakyat Upaya membangun ekonomi tanpa merusak al