| MUSĀQAH |
Musāqah |
Kerja sama antara pemilik kebun/tanaman dengan pengelola/penggarap untuk memelihara & merawat kebun, dengan bagi hasil sesuai kesepakatan yang disebutkan dalam akad. |
| MUSĀQAH |
Pihak dalam Musāqah |
(1) Pemilik kebun/tanaman, (2) Penggarap/pengelola kebun. |
| MUSĀQAH |
Objek Musāqah |
Kebun atau tanaman yang sudah ada dan memerlukan tenaga perawatan. |
| MUSĀQAH |
Rukun Musāqah (1) |
Pemilik & penggarap kebun — dua pihak yang terlibat dalam kerja sama. |
| MUSĀQAH |
Rukun Musāqah (2) |
Kebun — objek yang dikelola bersama. |
| MUSĀQAH |
Rukun Musāqah (3) |
Pekerjaan — harus jelas ketentuan waktu, jenis, dan sifatnya. |
| MUSĀQAH |
Rukun Musāqah (4) |
Hasil — berupa buah, daun, kayu, dll. Porsi masing-masing pihak ditentukan saat akad, misalnya 1/2 atau 1/3. |
| MUSĀQAH |
Hukum Musāqah |
Mubah (boleh) — berdasarkan H.R. Muslim tentang Rasulullah Saw. yang memberi kebun Khaibar kepada penduduknya dengan sistem bagi hasil. |
| MUSĀQAH |
Contoh Musāqah |
Pemilik kebun mangga & anggur tidak mampu mengairinya, lalu bekerja sama dengan seseorang untuk merawatnya dengan perjanjian bagi hasil. |
| MUSĀQAH |
Kondisi Musāqah Batal |
Jika penggarap tidak mengerjakan sesuai akad yang telah disepakati, maka musāqah menjadi batal. |
| MUZĀRA'AH |
Muzāra'ah |
Kerja sama antara pemilik tanah (sawah/ladang) dengan penggarap, benih dari penggarap, dan penggarap wajib mengeluarkan zakatnya. |
| MUZĀRA'AH |
Pihak dalam Muzāra'ah |
(1) Pemilik tanah (sawah/ladang), (2) Penggarap tanah. |
| MUZĀRA'AH |
Asal Benih Muzāra'ah |
Benih berasal dari penggarap → maka penggarap wajib mengeluarkan zakat. |
| MUZĀRA'AH |
Tanaman Muzāra'ah |
Umumnya tanaman yang benihnya relatif murah, seperti padi, jagung, kacang, kedelai, dll. |
| MUZĀRA'AH |
Kondisi Tanah Muzāra'ah |
Tanah belum ada tanaman, masih harus digarap dulu oleh penggarapnya. |
| MUZĀRA'AH |
Rukun Muzāra'ah (1) |
Pemilik tanah & penggarap — dua pihak yang berakad. |
| MUZĀRA'AH |
Rukun Muzāra'ah (2) |
Objek muzāra'ah — yaitu pekerjaan penggarap tanah (manfaat tanah). |
| MUZĀRA'AH |
Rukun Muzāra'ah (3) |
Ijab dan kabul — kesepakatan antara pemilik tanah dan penggarap. |
| MUZĀRA'AH |
Contoh Muzāra'ah |
Pak Satria memiliki banyak tanah tapi sibuk di Jakarta. Ia bekerja sama dengan petani untuk menggarap tanahnya dan hasilnya dibagi dua — ini termasuk muzāra'ah. |
| MUKHĀBARAH |
Mukhābarah |
Kerja sama antara pemilik tanah (sawah/ladang) dengan penggarap, benih dari pemilik tanah, dan pemilik tanah wajib mengeluarkan zakatnya. |
| MUKHĀBARAH |
Pihak dalam Mukhābarah |
(1) Pemilik tanah (sawah/ladang), (2) Penggarap tanah. |
| MUKHĀBARAH |
Asal Benih Mukhābarah |
Benih berasal dari pemilik tanah → maka pemilik tanah wajib mengeluarkan zakat. |
| MUKHĀBARAH |
Tanaman Mukhābarah |
Umumnya tanaman yang benihnya cukup mahal, seperti cengkeh, pala, vanili, dll. Namun benih murah pun bisa dilakukan dengan mukhābarah. |
| MUKHĀBARAH |
Kondisi Tanah Mukhābarah |
Sama seperti muzāra'ah — tanah belum ada tanaman, masih harus digarap dulu oleh penggarap. |
| MUKHĀBARAH |
Rukun Mukhābarah |
Sama dengan muzāra'ah: (1) Pemilik tanah & penggarap, (2) Objek (manfaat tanah), (3) Ijab dan kabul. |
| MUKHĀBARAH |
Contoh Mukhābarah |
Pak Deni sudah tua dan tidak mampu menggarap sawahnya. Pak Ali menggarap sawah Pak Deni, benih disediakan oleh Pak Deni (pemilik tanah), hasil dibagi sesuai kesepakatan. |
| DALIL HUKUM |
Dasar Hukum Ketiganya |
H.R. Muslim — Rasulullah Saw. memberikan kebun Khaibar kepada penduduknya untuk dipelihara dengan perjanjian mereka diberi sebagian dari penghasilannya (buah/palawija). |
| DALIL HUKUM |
Hukum Ketiganya |
Mubah (boleh) — dibolehkan karena berdasarkan praktik Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat yang biasa melakukan akad bagi hasil tanaman. |
| DALIL HUKUM |
Alasan Dibolehkan |
Akad ini menguntungkan kedua pihak — pemilik tanah/kebun sering tidak punya waktu mengolah, sementara penggarap punya keahlian tapi tidak punya modal/tanah. |
| PERSAMAAN |
Persamaan Ketiganya |
Ketiganya merupakan akad (perjanjian) kerja sama di bidang pertanian dengan sistem bagi hasil sesuai kesepakatan bersama. |
| PERBEDAAN |
Perbedaan: Musāqah vs Muzāra'ah/Mukhābarah |
Musāqah: tanaman sudah ada, butuh perawatan. Muzāra'ah & Mukhābarah: tanaman belum ada, tanah harus digarap dulu. |
| PERBEDAAN |
Perbedaan: Muzāra'ah vs Mukhābarah |
Muzāra'ah: benih dari penggarap → penggarap bayar zakat. Mukhābarah: benih dari pemilik tanah → pemilik tanah bayar zakat. |
| PERBEDAAN |
Perbedaan Jenis Tanaman |
Muzāra'ah → benih murah (padi, jagung, kedelai, kacang). Mukhābarah → benih mahal (cengkeh, pala, vanili). |
| PERBEDAAN |
Siapa yang Bayar Zakat? |
Muzāra'ah → penggarap. Mukhābarah → pemilik tanah. Karena zakat mengikuti siapa yang menyediakan benih. |
| RANGKUMAN |
Musāqah (Ringkas) |
Kerja sama merawat kebun/tanaman yang sudah ada → hasil dibagi sesuai akad. |
| RANGKUMAN |
Muzāra'ah (Ringkas) |
Kerja sama garap tanah, benih dari penggarap, penggarap bayar zakat. |
| RANGKUMAN |
Mukhābarah (Ringkas) |
Kerja sama garap tanah, benih dari pemilik tanah, pemilik tanah bayar zakat. |