Versi Normal BAB6GEO
12 visibility 0 comment

Type Term Definition
KONSEP DASAR Hidrosfer Semua air yang berada di bumi, baik bentuk cair (air), padat (es/salju), maupun gas (uap air).
SIKLUS AIR Siklus Air Perputaran wujud dan tempat air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi.
SIKLUS AIR Evaporasi Proses penguapan air (dari laut, danau, sungai) menjadi uap air akibat panas matahari.
SIKLUS AIR Transpirasi Proses penguapan air yang berasal dari makhluk hidup, terutama tumbuhan (lewat stomata daun).
SIKLUS AIR Evapotranspirasi Gabungan total penguapan dari air permukaan (evaporasi) dan tumbuhan (transpirasi) di suatu wilayah.
SIKLUS AIR Kondensasi Proses perubahan uap air menjadi titik-titik air/awan karena pendinginan suhu di atmosfer.
SIKLUS AIR Presipitasi Proses jatuhnya titik-titik air, es, atau salju dari awan ke permukaan bumi (Hujan).
SIKLUS AIR Sublimasi Perubahan wujud dari padat (es/salju) langsung menjadi gas (uap air) tanpa mencair dulu.
SIKLUS AIR Infiltrasi (Perkolasi) Proses meresapnya air hujan ke dalam pori-pori tanah hingga menjadi air tanah.
SIKLUS AIR Run Off (Aliran Permukaan) Air hujan yang tidak meresap, melainkan mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai/danau/laut.
SIKLUS AIR Adveksi Pergerakan awan/uap air secara horizontal ditiup angin dari laut menuju daratan.
SIKLUS AIR Siklus Pendek Air laut menguap -> jadi awan -> langsung turun hujan di atas laut itu juga.
SIKLUS AIR Siklus Sedang Air laut menguap -> ditiup angin ke darat -> hujan di darat -> mengalir via sungai -> kembali ke laut.
SIKLUS AIR Siklus Panjang Air laut menguap -> ditiup ke gunung tinggi -> jadi kristal es/salju (gletser) -> mencair -> sungai -> laut.
AIR TANAH Air Tanah Air yang meresap dan berkumpul di lapisan pori-pori batuan di bawah permukaan bumi (Akuifer).
AIR TANAH Porositas Tanah Ruang kosong (pori-pori) antar butir tanah. Tanah gembur porositasnya tinggi (air mudah masuk).
AIR TANAH Lapisan Permeabel Lapisan tanah/batuan yang bisa ditembus dan menyimpan air tanah (seperti pasir/kerikil).
AIR TANAH Lapisan Impermeabel Lapisan tanah/batuan yang kedap air atau tidak bisa ditembus air (seperti tanah liat/lempung).
AIR TANAH Air Tanah Freatis Air tanah dangkal yang letaknya di atas lapisan kedap air (biasanya jadi sumber sumur bor rumah).
AIR TANAH Air Tanah Artesis Air tanah dalam yang terperangkap di antara dua lapisan kedap air.
AIR TANAH Air Tanah Meteorik Air tanah yang asalnya murni dari resapan air hujan atau lelehan gletser.
AIR TANAH Air Tanah Tubir Air purba yang sudah tersimpan di dalam batuan sedimen sejak batuan itu pertama kali terbentuk.
AIR TANAH Air Tanah Juvenil Air tanah berupa mata air panas yang naik ke permukaan akibat gas-gas magma dari dalam bumi.
AIR TANAH Air Tanah Fosil Air yang terperangkap di rongga batuan purba dan tidak mengalami siklus air lagi.
MASALAH AIR Subsiden (Subsidence) Penurunan atau amblesnya muka tanah karena pengambilan air tanah yang terlalu berlebihan.
MASALAH AIR Intrusi Air Laut Meresapnya air laut ke daratan yang membuat air tanah di daerah pesisir berubah menjadi asin.
SUNGAI Daerah Aliran Sungai (DAS) Kesatuan wilayah daratan yang berfungsi menampung air hujan dan mengalirkannya ke satu sungai utama.
BENTUK SUNGAI Hulu Sungai Bagian atas sungai (pegunungan). Arus deras, lembah bentuk V, erosi vertikal kuat, tidak ada kelokan.
BENTUK SUNGAI Tengah Sungai Arus mulai melambat, lembah bentuk U, erosi mulai ke samping, sungai mulai berkelok (meander).
BENTUK SUNGAI Hilir Sungai Bagian paling bawah dekat laut. Arus sangat lambat, lembah sangat lebar, banyak endapan lumpur/delta.
DEBIT SUNGAI Sungai Permanen (Episodik) Sungai yang airnya selalu mengalir dengan debit tetap sepanjang tahun walau kemarau.
DEBIT SUNGAI Sungai Periodik Sungai yang airnya banyak saat musim hujan, tapi kering kerontang saat kemarau.
DEBIT SUNGAI Sungai Efemeral Sungai yang airnya hanya ada saat turun hujan saja, setelah itu langsung kering.
SUMBER SUNGAI Sungai Hujan Sungai yang sumber airnya 100% dari air hujan.
SUMBER SUNGAI Sungai Gletser Sungai yang airnya dari lelehan es/salju (Contoh: S. Memberamo & S. Digul di Papua).
ARAH ALIRAN Sungai Konsekuen Sungai yang arah alirannya patuh/searah dengan kemiringan lereng batuan aslinya.
ARAH ALIRAN Sungai Subsekuen Sungai yang alirannya tegak lurus menabrak sungai konsekuen (mengikuti struktur batuan yang lunak).
ARAH ALIRAN Sungai Resekuen Anak sungai subsekuen yang arah alirannya searah dengan sungai konsekuen awal.
ARAH ALIRAN Sungai Obsekuen Anak sungai subsekuen yang arah alirannya berlawanan dengan sungai konsekuen awal.
POLA SUNGAI Pola Dendritik Pola aliran mirip cabang/akar pohon. Terjadi di daerah datar dengan jenis batuan yang seragam.
POLA SUNGAI Pola Trelis Pola aliran mirip sirip daun/pagar (sudut 90 derajat). Biasanya di daerah lipatan pegunungan pesisir.
POLA SUNGAI Pola Rektangular Pola aliran dengan sudut siku-siku (90 derajat), sangat dipengaruhi oleh daerah patahan/retakan bumi.
POLA SUNGAI Pola Paralel Pola aliran yang saling sejajar satu sama lain. Terjadi di lereng perbukitan yang curam/panjang.
POLA SUNGAI Pola Radial Sentrifugal Pola aliran menyebar ke segala arah. Terjadi di puncak gunung api atau bukit kubah.
POLA SUNGAI Pola Radial Sentripetal Pola aliran memusat ke satu titik. Terjadi di daerah cekungan, lembah, atau danau.
POLA SUNGAI Pola Anular Pola aliran melingkar konsentris (seperti obat nyamuk bakar). Terjadi di struktur kubah yang sudah tua.
POLA SUNGAI Pola Pinnate Anak sungainya bermuara ke sungai induk dengan sudut lancip. Terjadi di lereng yang sangat curam.
DANAU Danau Tektonik Danau yang terbentuk dari lipatan/patahan kulit bumi (Contoh: Danau Tondano, Singkarak).
DANAU Danau Vulkanik Danau yang terbentuk dari kawah gunung berapi yang meletus terisi air (Contoh: Danau Batur, Kelimutu).
DANAU Danau Tekto-Vulkanik Danau campuran gempa bumi dan letusan gunung api maha dahsyat (Contoh: Danau Toba).
DANAU Danau Glasial Danau di dasar pegunungan bersalju hasil kikisan gletser (Contoh: Great Lakes di Amerika).
DANAU Danau Karst (Dolina) Danau di daerah pegunungan kapur akibat pelarutan batuan kapur oleh air hujan (Contoh: Gunung Kidul).
RAWA Swamp Rawa yang selalu digenangi air dan ditumbuhi pohon-pohon besar serta semak belukar.
RAWA Marsh Rawa (swamp) yang jenis tumbuhannya didominasi oleh lumut dan rumput-rumputan.
RAWA Bog Rawa yang permukaannya terlihat kering padahal bawahnya basah jenuh air (sangat asam).
LAUT (ZONA ZONA) Zona Litoral Zona pasang surut. Daratan saat air laut surut, dan tergenang saat air laut pasang.
LAUT (ZONA ZONA) Zona Neritik Laut dangkal (kedalaman < 200 m). Tembus cahaya matahari, tempat paling banyak ikan dan terumbu karang.
LAUT (ZONA ZONA) Zona Batial Laut dalam (kedalaman 150 - 1.800 m). Cahaya matahari tidak tembus, tumbuhan autotrof tidak bisa hidup.
LAUT (ZONA ZONA) Zona Abisal Laut sangat dalam (> 1.800 m). Sangat gelap dan dingin, hanya hewan predator dan hewan bercahaya (angler fish) yang hidup.
LAUT (GEOLOGI) Laut Transgresi Laut yang meluas akibat naiknya permukaan air laut saat es kutub mencair (Contoh: Laut Jawa).
LAUT (GEOLOGI) Laut Regresi Laut yang menyempit akibat daratan yang naik atau penurunan permukaan laut.
LAUT (GEOLOGI) Laut Ingresi Laut yang terbentuk karena dasar lautnya anjlok ke bawah akibat gempa tektonik (Contoh: Laut Banda).
LAUT (LETAK) Laut Tepi Laut yang terletak di tepian benua (Contoh: Laut Jepang).
LAUT (LETAK) Laut Pertengahan Laut yang diapit oleh dua benua/gugusan pulau (Contoh: Laut Tengah antara Afrika & Eropa, Laut Indonesia).
LAUT (LETAK) Laut Pedalaman Laut (sebenarnya danau air asin raksasa) yang terkepung oleh daratan benua (Contoh: Laut Kaspia, Laut Mati).
RELIEF LAUT Paparan Benua Dasar laut dangkal (<200m) yang sebenarnya adalah kepanjangan dari benua (Contoh: Paparan Sunda & Sahul).
RELIEF LAUT Lereng Benua Tebing curam yang menjadi batas antara paparan benua dan dasar samudra dalam.
RELIEF LAUT Pematang Tengah Samudra Deretan gunung berapi memanjang di dasar laut tempat keluarnya magma baru (Mid-Ocean Ridge).
RELIEF LAUT Palung Laut (Trench) Jurang dasar laut berbentuk huruf V, sangat dalam dan sempit akibat tabrakan lempeng (Contoh: Palung Mariana).
GERAK AIR LAUT Pasang Purnama Pasang naik laut tertinggi (Spring Tides) saat matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus.
GERAK AIR LAUT Pasang Perbani Pasang laut paling rendah (Neap Tides) saat matahari, bumi, dan bulan membentuk sudut siku-siku.
GERAK AIR LAUT Swash Desakan atau hempasan massa air laut (ombak) yang bergerak membasahi daratan pantai.
ARUS LAUT Arus Panas Arus laut yang suhunya lebih panas dari laut yang didatanginya (Contoh: Arus Kuroshio, Gulfstream).
ARUS LAUT Arus Dingin Arus laut yang suhunya lebih dingin dari laut yang didatanginya (Contoh: Arus Oyashio, Arus Peru).
ARUS LAUT Up Welling Naiknya massa air dingin (kaya plankton) dari dasar laut ke permukaan. Sangat disukai ikan.
ARUS LAUT Down Welling Turunnya tumpukan massa air dari permukaan menuju ke dasar laut.
BATAS LAUT NEGARA Laut Teritorial Batas laut sejauh 12 mil ke arah laut lepas. Negara berdaulat penuh atas wilayah ini.
BATAS LAUT NEGARA Landas Kontinen Hak penguasaan dasar laut dangkal hingga kedalaman 200 meter untuk penambangan/pengeboran.
BATAS LAUT NEGARA Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Batas laut sejauh 200 mil dari pantai. Negara berhak atas seluruh sumber daya alam (ikan, minyak) di dalamnya.