Internal Heat
Saturnus lebih kecil dari Jupiter, sehingga secara teori, panas primoridalnya harusnya sudah habis. Tapi anehnya, Saturnus memancarkan energi 2 kali lipat dari yang diterima dari Matahari. Rahasianya adalah Hujan Helium (Helium Rain/Differentiation). Di dalam mantel Saturnus yang dingin, gas helium mengembun menjadi tetesan cair dan "jatuh" seperti hujan menuju inti planet yang lebih padat. Gesekan dari hujan helium raksasa inilah yang menghasilkan panas tambahan.
Panas dari hujan helium ini mendorong dinamika atmosfer yang melahirkan badai periodik masif berskala planet yang dikenal sebagai Great White Spot.
Gravitasi Saturnus memicu tidal heating ekstrem pada satelitnya. Contoh terbaik adalah Enceladus. Pemanasan pasang surut akibat gravitasi Saturnus menjaga interior Enceladus tetap hangat, memicu aktivitas cryovolcanism (gunung es) yang menyemburkan uap air ke luar angkasa melalui celah Tiger Stripes.